Kategori
Bisnis

William Utomo: Kelanjutan Bisnis Digital Pasca Pandemik

Perilaku digital masyarakat tentukan kelangsungan bisnis

Bisnis Digital Pasca Pandemik – Untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan, menerapkan strategi adaptif adalah salah satu hal yang patut diperhitungkan. Seperti namanya, strategi ini melibatkan penyesuaian berdasarkan situasi lingkungan baru. COVID-19 yang melanda dunia, tak terkecuali Indonesia, juga memaksa bisnis dari berbagai macam sektor untuk melakukan adaptasi ke arah yang lebih digital.

Pada kesempatan kali ini, Founder dan COO IDN Media, William Utomo, akan membagikan pandangannya terkait perubahan tren bisnis pasca pandemik yang kemungkinan besar akan terjadi dikarenakan semakin maraknya akselerasi digital belakangan ini.

1. Perubahan perilaku digital masyarakat tingkatkan digital adoption rate

Keharusan untuk tetap tinggal di rumah agar rantai penyebaran COVID-19 tak semakin meluas menyebabkan konsumsi digital semakin memuncak. Peningkatan digital adoption rate ini terjadi karena bertambahnya kecenderungan masyarakat untuk melakukan banyak hal secara online, mulai dari mengonsumsi berita, berbelanja kebutuhan sehari-hari, mencari hiburan, hingga bekerja pun dilaksanakan secara online.

“Dari apa yang IDN Media lihat sejauh ini, bekerja, berkomunikasi, bahkan meeting dengan klien yang dilakukan secara virtual ternyata malah membuat segala sesuatunya menjadi lebih efektif dan efisien. It saves everyone’s time. Anggapan bahwa bertemu dengan orang akan terasa lebih nyaman bila bertatap muka langsung mungkin masih relevan, tapi hanya dalam beberapa keadaan saja,” terang William.

William juga menegaskan, “Perubahan mendadak seperti ini mengharuskan kita untuk dapat beradaptasi dalam waktu yang cukup singkat. Toh, jika tak bisa melakukan meeting karena situasi jalan yang tak kondusif, misalnya, kita masih tetap bisa melaksanakannya secara virtual, kok. Dengan kemampuan mengadaptasi transformasi digital, banyak hal yang tak mungkin menjadi mungkin. Intinya, focus on our goal dan be resourceful.”

Baca juga: IHSG Selasa Pagi Melemah, Waktunya Investasi

2. Kesadaran akan nilai suatu konten mulai tumbuh

Bidang usaha yang malah naik daun di tengah pandemik ternyata tak selalu berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder, bahkan tersier. Dengan semakin bertambahnya kesadaran digital, industri teknologi berbasis digital pun menjadi salah satu pihak yang diuntungkan oleh fenomena ini.

“Contohnya, masyarakat yang tadinya enggan membayar untuk mendapatkan akses ke layanan media streaming digital, seperti Netflix, kini mau membayar Rp50 ribu per bulan untuk memperoleh quality content. Dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), orang-orang pun semakin mau melihat value dari suatu konten atau layanan,” William memberi contoh.

Kesadaran akan nilai suatu konten atau layanan yang kemudian didukung melalui paid subscription tentu akan membentuk suatu ekosistem konten digital yang lebih baik dan sehat. Dengan demikian, bisnis digital pun dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

3. Platform digital yang mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat

Platform digital yang dapat memberikan kontribusi nyata ke masyarakat, terutama di tengah situasi tak menentu akibat pandemik COVID-19 pasti akan makin diapresiasi oleh masyarakat. YouTube, misalnya, yang tetap konsisten menawarkan pundi-pundi rupiah bagi para kreatornya meski pandemik masih enggan menghilang. Hal ini menginspirasi IDN Media untuk turut melakukan hal yang serupa.

“IDN Media juga ingin menjadi sebuah wadah yang dapat menampung kreasi para pembacanya. Kreasi tersebut tentu saja dituangkan dalam bentuk tulisan karena pada dasarnya, IDN Media adalah platform konten berbasis tulisan. Belum semasif YouTube, memang, namun sudah ada ribuan pembaca kami yang berhasil memperoleh pendapatan tambahan setelah akhirnya bergabung dengan community writer IDN Media. Rata-rata pendapatan ekstra yang mereka peroleh dapat melebihi UMR DKI Jakarta,” terang William mengenai kontribusi nyata yang IDN Media dapat berikan bagi sebagian kecil masyarakat di Indonesia.

Kesimpulannya, kemampuan beradaptasi yang dimiliki oleh suatu perusahaan harus didukung dengan rasa empati terhadap lingkungan di sekitarnya. Dengan adanya dua poin vital tersebut, kelestarian ekosistem bisnis akan terjaga dengan sendirinya, sehingga usaha pun dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sumber: Idntimes.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *