Kategori
Berkebun

Tips Berkebun Dengan Anak Dengan Aman Dan Menyenangkan

Saat ini berkebun merupakan salah satu aktvitas yang sangat bagus bila diajarkan pada anak-anak, karena anak-anak bisa mendapatkan keterampilan baru sembari bermain.

Memang sudah menjadi sifat anak-anak untuk selalu bersenang-senang di luar ruangan sambil bermain tanah dan menciptkan benda-benda dan menonton tanamannya tumbuh. Ternyata selain menyenangkan, berkebun juga bisa memberikan manfaat pembelajaran yang baik bagi anak-anak.

Baca Juga: Cara Menanam Melon

Dilansir dari Better Health, berkebun adalah kesempatan untuk mengajarkan anak tentang tanggung jawab, kepercayaan diri, kecintaan terhadap lingkungan, aktivitas fisik, kreativitas, kerjasama, dan manfaat tanaman.

Berkebun Sesuai Usia

Tidak pernah terlalu dini untuk mengajarkan anak-anak berkebun. Justru akan ada lebih banyak hal yang bisa diajarkan saat semakin muda usia anak.

Dilansir dari Kids Gardening, ada beberapa tips yang dapat dicoba untuk mengajarkan anak-anak berkebun sesuai usianya.

Usia pra-sekolah (3 – 4 tahun)

Untuk anak usia ini, berkebun sepenuhnya merupakan aktivitas bermain. Orangtua disarankan untuk menunjukkan bahwa berkebun adalah aktivitas menyenangkan.

Ajak anak-anak melakukan ‘petualangan’ berburu gulma, menangkap serangga dan katak, menciumi bunga-bunga, dan mencicipi buah yang tumbuh di kebun.

Biarkan anak-anak menanam biji semangka atau jeruk yang baru saja ia makan. Sambil bermain, orang tua bisa menjelaskan siklus hidup tanaman yang membuat anak tertarik.

Hal yang perlu diingat, pada usia ini, anak-anak rentan melakukan hal berbahaya, seperti bermain gunting kebun atau menyentuh ulat bulu. Maka dari itu, sangat penting selalu mengawasi anak-anak selama di kebun.

Usia TK (5 tahun)

Jadikan kebun sebagai “panggung sandiwara.” Anak-anak di usia ini akan lebih aktif bermain bersama orang lain dengan imajinasi tentunya.

Kebun merupakan tempat yang tepat untuk membangun latar imajinasi seperti benteng, rumah pohon atau lubang persembunyian.

Biarkan anak-anak memimpin permainannya. Ikut serta dalam imajinasinya, seperti mengumpulkan ranting pohon untuk pagar benteng atau memancing “Totoro” dan “Tingker Bell” di kebun menggunakan tanaman kesukaannya.

Akhirnya, anak-anak usia ini memiliki rentang perhatian dan ketangkasan untuk terlibat menciptakan dunia mereka sendiri.

Usia awal Sekolah Dasar (6 – 7 tahun)

Kemampuan membaca dan matematika anak usia ini lebih baik, sehingga menambah pengetahuan baru dalam berkebun.

Anak-anak saat usia ini sudah mampu menamai tanaman dengan spidol, membaca bungkus pupuk, dan membayar bibit yang dibeli.

Namun mereka masih memiliki rasa ingin tahu terhadap alam. Tanah, lubang, dan air memiliki daya tarik yang tak ada habisnya, sama seperti serangga. Untuk anak-anak seusia ini, “melakukan” dan menikmati prosesnya masih lebih penting daripada hasil akhir.

Usia pertengahan Sekolah Dasar (8 – 9 tahun)

Pada usia ini, pengajaran tentang berkebun beralih ke tingkat yang lebih serius. Anak-anak sudah mampu menggambar grafik, memikirkan berapa tinggi bunga lily akan tumbuh, atau berapa jarak antara satu pot ke pot lainnya.

Kemampuan anak untuk menggunakan alat turut meningkat pada usia ini. Ajak mereka membangun pagar atau hiasan taman.

Usia akhir Sekolah Dasar (10 – 11 tahun)

Saat usia ini, berkebun menjadi sebuah perayaan untuk anak-anak atas kemampuannya untuk melintasi beberapa disiplin ilmu yang mereka kuasai dan minati.

Mereka belajar sains, matematika, dan seni di sekolah, maka tuangkan ilmu mereka dalam kegiatan ini.

Ajak mereka melakukan sebuah projek berkaitan dengan berkebun, seperti menanam biji bunga matahari dan menjual bibitnya ke teman-teman atau tetangga. Bisa juga membuat projek yang berkaitan dengan ekosistem taman.

Usia remaja awal (12 – 13 tahun)

Anak-anak pada usia ini akan melakukan sesuatu yang dianggap ‘keren’, sehingga orangtua perlu membawa kegiatan berkebun di level yang berbeda.

Kabar baiknya usia ini adalah tahun-tahun saat guru dan sekolah memberi proyek berkebun.

Tentu saja mereka tetap harus diawasi oleh orang yang lebih tua, seperti guru biologi atau orangtua.

Tips Aman Di Kebun Bersama Anak

Kebun merupakan tempat yang menyenangkan, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak waspada. Sebelum memulai berkebun, beritahu anak-anak tentang apa saja yang harus dilakukan, seperti bertanya pada orangtua sebelum menyentuh serangga dan minta bantuan saat menggunakan benda tajam.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut ada beberapa persiapan yang sebaiknya dilakukan sebelum memulai aktivitas berkebun, antara lain:

  1. Gunakan kacamata pengaman, sepatu yang kokoh seperti boot karet, dan celana panjang untuk mencegah cedera saat menggunakan alat dan peralatan listrik.
  2. Lindungi pendengaran saat menggunakan mesin yang bising. Kebisingan dapat berpotensi membahayakan pendengaran.
  3. Gunakan sarung tangan untuk mengurangi risiko iritasi kulit, luka, dan kontaminan bahan-bahan tertentu.
  4. Gunakan obat nyamuk yang mengandung DEET untuk melindungi diri dari nyamuk dan kutu.
  5. Kenakan juga kemeja lengan panjang dan celana yang terselip di kaus kaki. Jika memungkinkan pakai sepatu boot karet.
  6. Kurangi risiko terpapar sinar matahari dengan mengenakan lengan panjang, topi, dan tabir surya dengan SPF 15 atau lebih tinggi. Paparan matahari terlalu lama meningkatkan risiko kanker kulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *