Kategori
Bisnis

Ini Program Jangka Pendek Pemerintah Pulihkan Ekonomi Indonesia

Ini Program Jangka Pendek Pemerintah Pulihkan Ekonomi Indonesia

Ini Program Jangka Pendek Pemerintah Pulihkan Ekonomi Indonesia – Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menghindari resesi ekonomi pasca pandemi Covid-19. Kenaikan pertumbuhan ekonomi ke arah positif pada kuartal III menjadi kunci dan hal mutlak yang harus dicapai setelah terjadi kontraksi pada kuartal II.

Ekonom Senior CORE Indonesia, Hendri Saparini, menilai bahwa pemerintah harus berani mengambil langkah terobosan Daftar IDN Poker APK demi memulihkan ekonomi Indonesia pasca Covid-19. Situasi ini, lanjutnya, menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melakukan format ulang kebijakan ekonomi Indonesia untuk jangka panjang.

Menurut Hendri, Indonesia bisa banyak belajar dari krisis pandemi Covid-19. Dimana pandemi krisis sebelumnya menyebabkan penurunan permintaan, dan aktivitas sektor produksi terjadi dalam waktu yang bersamaan dan sangat dalam. Akiatnya, terjadi  terganggunya supply dan demand yang cepat.

Oleh karena itu, kebijakan pemerintah jangka pendek (2020-2021) adalah bagaimana memitigasi dampak Covid-19. Terutama pada lapangan kerja, dan mendorong proses pemulihan pertumbuhan.

“Kami melihat pada proses jangka pendek ini pemulihan kepercayaan untuk belanja dan peningkatan demand menjadi target jangka pendek dari kebijakan PC-PEN,” kata Reza dalam Market Outlook 2021 “Resilience to Counter Economic Turbulence – Day 1, Selasa (17/11/2020).

Nantinya, Pemerintah tidak hanya menyiapkan kebijakan-kebijakan untuk menjaga dan memitigasi dampak dari covid-19, tapi ia melihat proses mitigasi dari krisis  ini harus disinergikan dengan transformasi ekonomi yang berkelanjutan.

Gagasan Yang tepat

“Hanya dengan proses yang koheren antara recovery dan transformasi maka kita akan mendapatkan ketahanan ekonomi yang berkelanjutan di masa mendatang,” ujarnya.

Misalnya, reformasi dengan dikeluarkannya UU Cipta-Kerja akan menjembatani program kebijakan mitigasi dampak krisis dengan kebijakan transformasi ekonomi dalam jangka menengah-panjang.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pada awal pandemi krisis ini menyebabkan tidak seimbangnya antara demand dan supply.

“Kalau kita tidak hati-hati maka kelemahan di supply dan demand ini akan saling tarik menarik yang akan terjadi resesi di ekonomi yang berkelanjutan. Jadi salah satu proses awal yang harus kita kuatkan adalah memotong mata rantai antara demand dan supply jangka pendek,” ujarnya.

Dengan begitu, Indonesia bisa melakukan transformasi ekonomi yang sustainable resilience terhadap global shocks, jika supply dan demand terkontrol di pandemi krisis saat ini.