Kategori
Berkebun

5 Rekomendasi Tanaman Hias untuk Anda yang Baru Belajar Berkebun

5 Rekomendasi Tanaman Hias untuk Anda yang Baru Belajar Berkebun

5 Rekomendasi Tanaman Hias untuk Anda yang Baru Belajar Berkebun – Buat sebagian orang, berkebun menjadi kegiatan yang menarik di masa pandemik. Menanam bunga atau tanaman sayur begitu menyenangkan karena bisa kamu lakukan di rumah.

Jika kamu termasuk pemula dalam berkebun, untuk kali pertama, mungkin kamu bingung mau pilih tanaman jenis apa. Nah, kali ini kami bakal rekomendasikan beberapa jenis tanaman yang mudah perawatannya bagi pemula. Yuk simak ulasan Live22 Indonesia berikut ini. 

1. Maidenhair Fern 

MaidenhairFern Post 1 - 5 Rekomendasi Tanaman Hias untuk Anda yang Baru Belajar Berkebun

Maidenhair Fern di Indonesia, dikenal dengan istilah Paku Suplir. Tanaman ini termasuk jenis Adiantum dan terdiri dari kurang lebih 200 jenis spesies di seluruh dunia. Banyak varietas yang tumbuh melalui akar pada dinding dengan kondisi lembap dan berair.

Meskipun spesies ini tumbuh baik di luar ruangan, namun pada kondisi tertentu, ia dapat tumbuh subur dalam ruangan asalkan kebutuhan cahayanya terpenuhi. Merawat Paku Suplir tidak begitu sulit selama kamu menjaga tanaman agar terhidrasi baik.

2. Birds Nest Fern 

defed9d9a03aa1f23cf95f5f948f5328 - 5 Rekomendasi Tanaman Hias untuk Anda yang Baru Belajar Berkebun

Birds Nest Fern atau lebih dikenal sebagai Kadaka, tumbuh populer sebagai tanaman hias untuk halaman rumah. Penyebaran alami tanaman yang juga dikenal sebagai Paku Sarang Burung ini, berada pada dataran Afrika Timur, India Tropis, Indocina, Malaysia dan pulau di Samudra Pasifik.

Memiliki tajuk yang besar, entalnya dapat mencapai panjang 150 cm dan lebar 20 cm, menyerupai daun pisang. Perurutan daun menyirip tunggal dengan warna helai daun hijau cerah, menambah pesona tanaman ini. Tanaman yang termasuk jenis palem ini, akan tumbuh baik pada lingkungan dalam rumah.

3. Chinese Evergreen 

Chinese Evergreen Plant Care - 5 Rekomendasi Tanaman Hias untuk Anda yang Baru Belajar Berkebun

Chinese Evergreen yang juga disebut sebagai Aglaonema dan Sri Rejeki ini, cukup populer sebagai tanaman hias dari suku talas-talasan dengan 30 spesies. Dikenal mudah perawatannya, Sri Rejeki sangat cocok bagi pemula.

Memiliki habitat hutan hujan tropis, Aglaonema tumbuh subur pada intensitas penyiraman rendah dan kelembapan tinggi. Akar serabut dan batang tidak berkambium serta memiliki pengangkut xilem dan floem yang tersusun secara acak. Tanaman ini bisa menyerap racun dari ruangan tertutup lho!

4. Heartleaf Philodendron 

urban sprouts philodendron pothos heart leaf philodendron 13562258751554 1920x1920 - 5 Rekomendasi Tanaman Hias untuk Anda yang Baru Belajar Berkebun

Dikenal sebagai tanaman gantung dengan daun berbentuk hati, Heartleaf Philodendron tumbuh dengan tanah dan air yang seimbang. Daun yang menguning, memberi tanda bahwa tanaman kekurangan air.

Daunnya tumbuh sekitar 5-10 cm dan batangnya bisa tumbuh hingga 1,2 m. Rata-rata suhu udara yang dibutuhkan tanaman ini sekitar 24 derajat Celcius. Kamu bisa memberi pupuk pada bulan April hingga Oktober agar bisa tumbuh subur.

5. Chamaedorea 

pl2000034445 983629d9dde6e895e4f908b20c82df7e - 5 Rekomendasi Tanaman Hias untuk Anda yang Baru Belajar Berkebun

Chamaedorea juga dikenal sebagai tanaman hias kelompok Palem yang biasa ditempatkan dalam ruangan. Tanaman ini cukup mudah beradaptasi melalui berbagai tingkat cahaya dan kelembapan sehingga bisa dibilang efektif ditempatkan di mana saja.

Banyak orang memanfaatkan tanaman ini sebagai pembersih udara dalam ruangan. Karena pandai menyesuaikan diri, inilah kenapa Chamaedorea sangat dianjurkan bagi pemula.

Kategori
Berkebun

Cara Menanam Anggrek yang Benar

Cara Menanam Anggrek yang Benar

Cara Menanam Anggrek yang Benar – Anggrek merupakan jenis tanaman yang cukup populer digunakan untuk menghiasi rumah agar tampak lebih menarik. Pasalnya, bunga ini memiliki tampilan memukau yang mampu menghadirkan suasana unik karena warana ungunya yang menonjol.

Sebenarnya, anggrek memiliki media tanam yang bermacam-macam, mulai dari sabut kelapa hingga akar pakis. Namun, dari sekian banyak media tanam, arang kayu merupakan media tanam yang paling mudah diperoleh serta harganya murah. Jika kamu tertarik, coba yuk cara menanam anggrek yang satu ini.

Cara Menanam Anggrek dengan Media Arang Kayu

1. Menyiapkan Bibit

Salah satu jenis anggrek yang diminati oleh para pnecinta bunga ini adalah anggrek bulan atau dendrobium.

Selain itu, untuk meningkatkan tingkat kesuksesan penanaman, gunakanlah bibit kompot.

Berikut adalah kriteria bibit kompot yang harus dipenuhi sebelum membeli:

  • Mengenali asal-usul bibit
  • Kondisinya sehat dan tidak terpapar penyakit dan hama
  • Membeli di tempat tepercaya
  • Daun bibitnya berwarna hijau cerah
  • Daunnya lebar dan panjang
  • Akarnya tidak keluar dalam pot
2. Menyiapkan Bahan dan Alat

Berikut adalah beberapa hal yang wajib disiapkan:

  • Pot genteng
  • Pecahan batu bata
  • Arang kayu
  • Rumah jaring
  • Handsprayer
  • Pupuk growmoreyang kaya akan Nitrogen tinggi
  • Insektisida dan fungisida
  • Bibit anggrek berkualitas
3. Proses Menanam (Aklimatisasi)

Proses pemindahan bibit ke dalam wadah pot disebut dengan istilah aklimitasi. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan anggrek lebih maksimal.

Tahapan aklimitasinya adalah sebagai berikut:

  1. Isi pecahan batu bata steril ke dalam pot (mengisi 1/3 pot).
  2. Masukkan arang kayu yang sudah direbus dan dipecah ke dalam ukuran kecil hingga mengisi 2/3 sisa ruang di dalam pot.
  3. Rendam bibit dengan larutan fungisida 2 g/l selama 15-20 menit dan biarkan hingga kering.
  4. Tanam bit ke dalam pot dan pastikan akar tertanam dengan sempurna, yakni posisi tegak lurus (lakukan di sore hari)
  5. Masukkan pot tersebut ke dalam rumah jaring yang sudah disediakan dan susun dengan rapi.
  6. Biarkan selama 3-5 hari dan jangan disiram.
4. Penyiraman

Setelah tanaman sudah menginjak usia 5 hari, kamu bisa mulai melakukan penyiraman.

Gunakan handsprayer untuk menyiram media tanam dan sesekali daunnya pada pagi dan sore hari.

Saat musim hujan tiba, sebaiknya kurangi frekuensi menyiram agar tanaman tidak busuk, sedangkan ketika musim kemarau tiba, perbanyaklah frekuensi penyiraman.

5. Pemupukan

Semprotkan pupuk cair dengan kandungan nitrogen tinggi yang sudah dilarutkan ke dalam air.
Gunakan pupuk daun jika penyemprotan langsung dilakukan ke daun tanaman.

Jika proses ini sudah dilakukan, maka kamu tidak perlu lagi menyiramnya dengan air.

6. Pencegahan Hama dan Penyakit

Penyakit yang paling sering menyerang adalah akar dan daun yang membusuk yang disebabkan oleh kondisi cuaca yang lembap dan kadar air yang tinggi.

Hal ini bisa dihindari dengan cara menyemprotkan fungisida dan bakterisida untuk mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab kebusukan.

7. Bunga Anggrek Berbunga

Bunga anggrek akan berbunga setelah 1 tahun. Pada tahap pertama, biasanya bunga yang dihasilkan relatif sedikit.

Selain itu, setelah bunga mekar dengan sempurna, makan bunga anggrek akan gugur dan pada musim berikutnya kemudian menghasilkan bunga kembali.

Dengan perawatan yang intensif, tanaman ini bisa bertahan hingga 5 tahun dan sangat produktif dalam menghasilkan bunga.

Inilah cara menanam anggrek dengan media tanam arang kayu yang harus kamu ketahui. Selain bisa dijadikan hobi, kamu juga bisa menjadikan kegiatan ini untuk menghasilkan uang juga, lho.