Kategori
Society

Masyarakat Mulai Belanja, Rupiah dan Pasar Saham Menguat

Masyarakat Mulai Belanja, Rupiah dan Pasar Saham Menguat

Masyarakat Mulai Belanja, Rupiah dan Pasar Saham Menguat – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan pasar spot, menguat pada Selasa (10/11/2020) sore ini. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sebabnya adalah laporan survei konsumen yang dirilis Bank Indonesia pada Oktober 2020, tentang alokasi pengeluaran konsumen yang dipakai untuk berbelanja mencapai 69,36 persen.

Angka ini naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 68,8 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi sejak Juni 2019.

“Pasca-PSBB di longgarkan, kelas menengah yang merupakan motor konsumsi nasional mulai keluar dan berbelanja. Alokasi untuk konsumsi di kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp2,1-3 juta dan Rp3,1-4 juta per bulan mencatatkan kenaikan Deposit Poker Pakai Pulsa,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/11/2020).

1. Data pasar saham hari ini 

IHSG ditutup melambung tinggi pada penutupan perdagangan Selasa sore. IHSG ditutup pada posisi 5.462,739 naik 106,734 poin atau 1,99 persen.

Dilansir dari RTI, investor membukukan transaksi sore ini sebesar Rp15,42 triliun, dengan volume transaksi sebesar 16,1 miliar lembar saham dan frekuensi sebanyak 1.048,619 kali. Sebanyak 275 saham menguat, 178 melemah, dan 158 tidak mengalami perubahan.

2. Pergerakan rupiah pada penutupan sore ini 

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa sore ini juga ditutup menguat. Rupiah naik 53 poin atau 0,38 persen menjadi Rp14.038 per dolar AS.

Rupiah mencatatkan titik tertingginya pada level Rp13.982 per dolar AS, dan terendah Rp14.091 per dolar AS.

Rupiah juga menguat terhadap mata uang lain seperti yuan, dolar Australia, yen, euro, won dan lainnya.

3. Ada faktor eksternal yang membuat rupiah menguat 

Untuk faktor eksternal yang membuat rupiah menguat karena vaksin COVID-19 dapat tersedia dalam waktu dekat, dan dapat meningkatkan optimisme atas pemulihan ekonomi global.

Ibrahim mengatakan, pembuat obat Pfizer Inc mengatakan pada Senin kemarin bahwa kandidat vaksinnya yang sedang dikembangkan dalam kemitraan dengan BioNTech Jerman, lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah COVID-19.

“Klaim tersebut didasarkan pada data dari 94 orang pertama yang terinfeksi virus dalam uji klinis skala besar Pfizer,” kata Ibrahim.

Sementara itu, proses peralihan dari Presiden Donald Trump kepada calon penggantinya Joe Biden dinilai Ibrahim tidak terlalu mulus, karena Trump belum mengakui kemenangan Joe Biden dalam Pilpres.

“Selain itu, Trump juga merencanakan aksi unjuk rasa untuk meningkatkan dukungan atas tantangan hukumnya terhadap hasil pemilihan presiden,” katanya.

 

Kategori
Bisnis

IHSG Selasa Pagi Melemah, Waktunya Investasi

Analis sebut koreksi wajar manfaatkan untuk aksi beli

IHSG Melemah – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah 2,158 poin atau 0,04 persen ke level 4.916 pada Selasa (23/6). Sebanyak 34 saham menguat, 48 saham melemah dan 70 saham diam di tempat.

Terdapat deposit s128 via pulsa sebanyak 40,118 volume saham yang ditransaksikan dengan nilai transaksi Rp23,218 miliar.

1. Gelombang tekanan COVID-19 masih membayangi laju IHSG

Analis Indo Surya Sekuritas, William Surya Wijaya, menilai pergerakan IHSG masih dibayangi oleh gelombang tekanan COVID-19 yang terlihat belum akan berakhir.

Sedangkan sentimen dari fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas turut mewarnai pergerakan IHSG.

2. Saham-sahan rekomendasi analis

Dia mengatakan, koreksi IHSG masih dalam kondisi wajar apalagi kondisi perekonomian masih stabil, sehingga investor masih dapat melakukan aksi beli dengan target jangka pendek.

Adapun beberapa saham yang menjadi rekomendasi hari ini yakni:

  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk atau
    ICBP
  • PT Semen Indonesia Tbk atau SMGR
  • PT PP London Sumatra Indonesia Tbk atau LSIP
  • PT Mayora Indah Tbk atau MYOR
  • PT Kalbe Farma Tbk atai KLBF

Baca juga: Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi

3. Senin lalu IHSG ditutup melemah

Pada perdagangan kemarin, Selasa (23/6) IHSG melemah 23,44 poin atau minus 0,47 persen ke level 4.918. Sebanyak 145 saham menguat, 257 saham melemah dan 169 saham tidak mengalami perubahan. Dalam penutupan perdagangan hari ini asing melakukan aksi jual sebanyak Rp513,34 miliar.

Sektor pertambangan, infrastruktur, property, perdagangan, keuangan bergerak negatif dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG.

Sumber: Idntimes.com