Kategori
Pertanian

Ribuan Petani India Protes Besar-besaran Terhadap UU Pertanian

Ribuan Petani India Protes Besar-besaran Terhadap UU Pertanian

Ribuan Petani India Protes Besar-besaran Terhadap UU Pertanian – Petani adalah seseorang yang bergerak di bidang pertanian, utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman.

Dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain. Sebanyak ribuan petani di India melakukan protes besar-besaran mengenai UU Pertanian yang baru.

Hal ini yang menyebabkan adanya deposit poker pulsa 10000 pemogokkan massal oleh para petani di seluruh India pada hari Selasa, 8 Desember 2020, waktu setempat. Apa alasan mereka memprotes undang-undang tersebut?

1. Sebanyak 15 partai oposisi mendukung langkah para petani untuk melakukan mogok massal
artikel a da098a60a9a04b83a00a0c46c046ba0d 927e68d5fe7a6216c0804be92e3563b0 - Ribuan Petani India Protes Besar-besaran Terhadap UU Pertanian

Para petani India telah menyatakan mogok massal di seluruh India di tengah kebuntuan dengan pihak pemerintah India atas reformasi baru mengenai UU Pertanian. Pemogokan tersebut dilatarbelakangi adanya tiga pembicaraan yang tidak meyakinkan antara kedua belah pihak, di mana menurut para petani bertentangan dengan kepentingan mereka. Ribuan petani telah mengepung kota New Delhi selama 12 hari terakhir ini dan setidaknya 15 partai oposisi mendukung langkah yang diambil oleh para petani saat ini.

Para petani sendiri merasa prihatin bahwa reformasi undang-undang tersebut berujung pada mengakibatkan berakhirnya harga grosir pasar serta harga terjangkau, sehingga mereka tidak memiliki opsi cadangan. Artinya, jika para petani tidak puas dengan harga yang ditawarkan oleh pembeli dari pihak swasta, maka mereka tidak dapat menggunakan sistem mandi atau sistem dengan cara tawar-menawar selama negosiasi harga.

2. Beberapa usulan dalam reformasi UU Pertanian yang baru
artikel b da098a60a9a04b83a00a0c46c046ba0d 259eb0db8700885ad02019791c9a210e - Ribuan Petani India Protes Besar-besaran Terhadap UU Pertanian

Partai berkuasa saat ini sekaligus partai dari Perdana Menteri India, Narendra Modi, partai Bharatiya Janata (BJP) mengatakan reformasi undang-undang ini akan memungkinkan peran swasta yang lebih besar di sektor pertanian sekaligus tidak akan merugikan pendapatan para petani. Secara keseluruhan, reformasi yang di anggap kontroversial ini akan melonggarkan aturan penjualan, penetapan harga, serta penyimpanan hasil pertanian, di mana selama ini aturan tersebut melindungi petani India dari pasar bebas yang tidak terkekang selama beberapa dekade.

Tak hanya itu, dalam usulan reformasi tersebut juga mengizinkan pembeli dari pihak swasta untuk menimbun komoditas penting pada penjualan di beberapa waktu ke depan, yang hanya dapat di lakukan oleh agen resmi pemerintah sebelumnya. Mereka juga menguraikan untuk pertanian kontrak, di mana petani menyesuaikan produksinya agar sesuai dengan permintaan pembeli tertentu. Salah satu perubahan terbesar adalah bahwa petani akan di izinkan untuk menjual produk mereka dengan harga pasar langsung ke pihak swasta, seperti bisnis pertanian, jaringan supermarket, serta pedagang online.

Saat ini, sebagian besar petani di India menjual sebagian besar produk mereka sendiri. Di pasar grosir yang di kendalikan oleh pemerintah dengan harga dasar yang terjamin. Pasar-pasar ini sendiri di jalankan oleh komite yang terdiri dari petani. Seringkali pemilik tanah besar, serta pedagang atau agen komisi yang bertindak sebagai perantara penjualan. Mengatur penyimpanan dan transportasi, atau bahkan kesepakatan pembiayaan.

3. Sebagian besar petani di ketahui berasal dari negara bagian Punjab
artikel c da098a60a9a04b83a00a0c46c046ba0d 78c07a157a457bd4576d312c66b0956f - Ribuan Petani India Protes Besar-besaran Terhadap UU Pertanian

Sebagian besar petani yang melakukan protes besar-besaran berasal dari negara bagian Punjab dan Haryana di bagian utara. Serta termasuk dalam komunitas pertanian terkaya di negara bagian tersebut. Kampanye yang mereka lakukan mendapatkan dukungan di media sosial. Dan di antara komunitas Sikh yang berpengaruh di Punjab serta di negara-negara bagian lainnya.

Meskipun kemudian mereka di izinkan masuk ke kota. Ribuan dari mereka masih berada di perbatasan serta berjanji untuk tidak angkat kaki hingga pemerintah membatalkan reformasi. Protes tersebut datang bertepatan di mana situasi di India sedang mengalami kenaikan drastis kasus COVID-19. Yang tentunya menimbulkan kekhawatiran dari sesama petani yang ikut aksi tersebut. RUU Pertanian sebelumnya sempat mengguncang parlemen India ketika di sahkan pada bulan September 2020 lalu. Yang menyebabkan penangguhan terhadap 8 anggota parlemen dari oposisi.

Kategori
Pertanian

Ridwan Kamil Janji Bangun Digitalisasi Pertanian

Ridwan Kamil Janji Bangun Digitalisasi Pertanian

Ridwan Kamil Janji Bangun Digitalisasi Pertanian – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengapresiasi kinerja sektor pertanian tangguh di tengah pandemi virus Corona atau covid 19.

Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian Universitas Pajajaran mencatat bahwa sektor yang paling tangguh di seluruh dunia dan juga Indonesia, di masa pandemi covid 19 adalah sektor pertanian.

Kemudian dari statistik Jawa Barat, orang yang terkena covid 19 adalah rata-rata orang kota, sehingga orang semakin banyak ke desa.

“Pertanian, peternakan, perikanan semua yang terhubungan dengan alam itu ternyata tidak terpengaruh terlalu besar. Oleh karena, Kami mendukung penuh apapun kebijakan Pak Menteri Pertanian,” jelas Ridwan.

“Mudah-mudahan kehadiran Pak Menteri memberikan semangat kepada kami karena kami ini terus meningkatkan swasembada pangan,” lanjut Ridwan Kamil.

Ridwan optimistis bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dapat memperkokoh swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jabar bersama Kementan memiliki terobosan yang sama dalam hal memajukan sektor pertanian ke depan khususnya menjawab kondisi pasca covid 19.

“Kami juga membangun digitalisasi pedesaan dan di sektor pertanian memperkuat teknologi pertanian berbasis teknologi. Misalnya, teknologi pertanian memakai drone dan kami juga punya aplikasi bisa mengetahui antara pasar pertanian dengan tanah koordinat itu bagaimana bisa disingkronkan,” ujarnya.

Menurut Ridwan Kamil, inovasi teknologi pertanian berbasis digital adalah syarat utama dalam menyesuaikan kebutuhan ke depan. Sebab, selama ini petani hanya menggunakan feeling dalam berusaha tani dan mengetahui perkembangan harga pangan.

“Kalau yang lakunya kentang, dimana-mana nanam kentang. Padahal kemiringannya tidak cocok dan kualitas tanah tidak cocok. Jadi, aplikasi yang sedang kita bangun itu akan menginformasikan pasar dimana, produk pertanian yang lagi naik apa, dihubungkan dengan geografis lahan nanti dimacingkan dengan produk yang pas,” terangnya.

Meningkatkan Ketahanan Pangan

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjamin keamanan dan meningkatkan ketahanan pangan pasca covid 19 khususnya di Provinsi Jabar. Kementan melalukan karantina pertanian yang baik melalui online sistem, sehingga sesudah covid 19 atau perlambatan-perlambatan yang lain diakibatkan covid 19, dipastikan nantinya akselerasi ini akan kembali muncul dengan baik.

“Saya ingin menyampaikan berbagai hal akibat dampak Covid 19, khususnya dalam mengakselerasi pertanian untuk menjawab kepentingan masyarakat lebih khususnya Jawa Barat, kita telah sepakat sama-sama mengakselerasinya,” katanya.

“Kita sepakat untuk kompak melakukan upaya-upaya agar masyarakt tetap produktif walau hidup dalam kondisi baru atau kondisi normal sesudah covid 19 yang ada,” tegas Syahrul.

Selain akselerasi perkarantinaan, Syahrul mengungkapkan terobosan Kementan dalam meningkatkan produksi pangan sehingga swasembada pangan kokoh yakni dengan meningkatkan berbagai ragam produksi pangan (tidak hanya pangan pokok) dan meningkatkan produk turunan.

Dengan demikian, sudah saatnya cara bertani dengan membangun klaster tertentu sesudah covid 19 sehingga tidak hanya fokus pada beras, namun berbagai macam pangan dapat diproduksi dan diolah menjadi banyak produk turunan.

“Saya juga mengapresiasi Pak Gubernur Jabar dengan segala upaya yang ada serius mempersiapkan after covid 19 atau dalam kondisi covid masyarakat tetap produktif di bidang pertanian,” pungkas Syahrul.