Kategori
Berkebun

Tips Membuat Kebun Vertikal di Rumah ala Kementan

Tips Membuat Kebun Vertikal di Rumah ala Kementan

Tips Membuat Kebun Vertikal di Rumah ala Kementan – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak kepada masyarakat untuk tetap kreatif dalam melakukan aktivitas bertani di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Salah satunya dengan berkebun vertikal di rumah.

Lalu bagaimana cara membuat kebon vertikal, khususnya yang hidup di daerah perkotaan?

Cara membuat kebun vertikal pun sangat fleksibel. Anda dapat membangun kebun ini di dalam ataupun di luar rumah. Anda juga bisa mendesain kebun vertikal yang terintegrasi dengan dinding yang telah ada ataupun terpisah.

Lahan kosong di area perkotaan sudah begitu sulit ditemukan. Namun, keterbatasan tersebut tidak membuat warga perkotaan kesulitan dalam memiliki lahan perkebunan. Ada sebuah solusi yang memungkinkan masyarakat perkotaan untuk melakukannya. Caranya adalah dengan membangun kebun Daftar Poker IDNPlay Indonesia vertikal yang juga kerap disebut dengan nama vertical garden, green wall, dinding hidup, ataupun ecowall.

Seperti dikutip instagram @kementerianpertanian, Sabtu (6/6/2020), lahan kosong di area perkotaan sudah begitu sulit ditemukan. Namun ada solusi yang memungkinkan masyarakat perkotaan untuk memiliki lahan perkebunan.

Kemudian caranya dengan membangun kebun vertical yang juga kerap disebut dengan nama vertical garden, green wall, dinding hidup ataupun ecowall.

Nah, Kementan memberikan tips membuat kebun vertikal di rumah. Seperti tentukan lokasi kebun vertikal. Pilih jenis tanaman yang sesuai.

Lalu, sesuaikan kebututuhan frame, serta lapisi dinding dengan terpal plastik. Dan bangun sistem drainase yang baik.

Kategori
Pertanian

Ridwan Kamil Janji Bangun Digitalisasi Pertanian

Ridwan Kamil Janji Bangun Digitalisasi Pertanian

Ridwan Kamil Janji Bangun Digitalisasi Pertanian – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengapresiasi kinerja sektor pertanian tangguh di tengah pandemi virus Corona atau covid 19.

Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian Universitas Pajajaran mencatat bahwa sektor yang paling tangguh di seluruh dunia dan juga Indonesia, di masa pandemi covid 19 adalah sektor pertanian.

Kemudian dari statistik Jawa Barat, orang yang terkena covid 19 adalah rata-rata orang kota, sehingga orang semakin banyak ke desa.

“Pertanian, peternakan, perikanan semua yang terhubungan dengan alam itu ternyata tidak terpengaruh terlalu besar. Oleh karena, Kami mendukung penuh apapun kebijakan Pak Menteri Pertanian,” jelas Ridwan.

“Mudah-mudahan kehadiran Pak Menteri memberikan semangat kepada kami karena kami ini terus meningkatkan swasembada pangan,” lanjut Ridwan Kamil.

Ridwan optimistis bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dapat memperkokoh swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jabar bersama Kementan memiliki terobosan yang sama dalam hal memajukan sektor pertanian ke depan khususnya menjawab kondisi pasca covid 19.

“Kami juga membangun digitalisasi pedesaan dan di sektor pertanian memperkuat teknologi pertanian berbasis teknologi. Misalnya, teknologi pertanian memakai drone dan kami juga punya aplikasi bisa mengetahui antara pasar pertanian dengan tanah koordinat itu bagaimana bisa disingkronkan,” ujarnya.

Menurut Ridwan Kamil, inovasi teknologi pertanian berbasis digital adalah syarat utama dalam menyesuaikan kebutuhan ke depan. Sebab, selama ini petani hanya menggunakan feeling dalam berusaha tani dan mengetahui perkembangan harga pangan.

“Kalau yang lakunya kentang, dimana-mana nanam kentang. Padahal kemiringannya tidak cocok dan kualitas tanah tidak cocok. Jadi, aplikasi yang sedang kita bangun itu akan menginformasikan pasar dimana, produk pertanian yang lagi naik apa, dihubungkan dengan geografis lahan nanti dimacingkan dengan produk yang pas,” terangnya.

Meningkatkan Ketahanan Pangan

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjamin keamanan dan meningkatkan ketahanan pangan pasca covid 19 khususnya di Provinsi Jabar. Kementan melalukan karantina pertanian yang baik melalui online sistem, sehingga sesudah covid 19 atau perlambatan-perlambatan yang lain diakibatkan covid 19, dipastikan nantinya akselerasi ini akan kembali muncul dengan baik.

“Saya ingin menyampaikan berbagai hal akibat dampak Covid 19, khususnya dalam mengakselerasi pertanian untuk menjawab kepentingan masyarakat lebih khususnya Jawa Barat, kita telah sepakat sama-sama mengakselerasinya,” katanya.

“Kita sepakat untuk kompak melakukan upaya-upaya agar masyarakt tetap produktif walau hidup dalam kondisi baru atau kondisi normal sesudah covid 19 yang ada,” tegas Syahrul.

Selain akselerasi perkarantinaan, Syahrul mengungkapkan terobosan Kementan dalam meningkatkan produksi pangan sehingga swasembada pangan kokoh yakni dengan meningkatkan berbagai ragam produksi pangan (tidak hanya pangan pokok) dan meningkatkan produk turunan.

Dengan demikian, sudah saatnya cara bertani dengan membangun klaster tertentu sesudah covid 19 sehingga tidak hanya fokus pada beras, namun berbagai macam pangan dapat diproduksi dan diolah menjadi banyak produk turunan.

“Saya juga mengapresiasi Pak Gubernur Jabar dengan segala upaya yang ada serius mempersiapkan after covid 19 atau dalam kondisi covid masyarakat tetap produktif di bidang pertanian,” pungkas Syahrul.