Kategori
Agriculture and Forestry

Jaga Kelestarian Hutan & Penyuluh Kehutanan Berperan Penting

Jaga Kelestarian Hutan & Penyuluh Kehutanan Berperan Penting

Jaga Kelestarian Hutan & Penyuluh Kehutanan Berperan Penting – Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting.

Plh Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan penyuluh kehutanan memiliki dua fungsi utama dalam menjaga kelestarian hutan. Ia mengungkapkan hal itu saat menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (Ipkindo) DPW Jabar di Kantor Dinas Kehutanan Jabar, Kota Bandung, Kamis (7/11).

“Musyawarah ini untuk memberikan kembali gairah insan-insan penyuluh kehutanan di Jawa Barat agar lebih peduli terhadap kehutanan. Kepedulian itu kembali kepada tugas pokok dan fungsi penyuluh kehutanan, yaitu memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang Daftar IDN Poker Online lingkungan hidup, tentang pentingnya hutan, dan yang lainnya. Kedua, memberikan pendampingan kepada masyarakat,” ujarnya.

1. Pemdaprov Jabar tengah mengkaji regulasi terkait penyuluh kehutanan swadaya masyarakat
img 20191107 wa0019 fa55242202326826289b4af877644c04 - Jaga Kelestarian Hutan & Penyuluh Kehutanan Berperan Penting

Uu menyatakan, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar tengah mengkaji regulasi terkait penyuluh kehutanan swadaya masyarakat. Hal itu di lakukan guna menyelesaikan masalah sumber daya manusia (SDM) sebab saat ini hanya ada 248 penyuluh kehutanan di Jabar.

“Solusinya dengan PKSM (Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat). Ini sedang di proses legalitasnya. Kalau legalitasnya sudah selesai kemudian anggarannya sudah di sediakan, baru ada pengangkatan bagi mereka penyuluh mandiri yang ada di Jawa Barat,” katanya.

Uu juga mengatakan bahwa kehadiran mereka (penyuluh kehutanan) sangat di butuhkan. Semakin banyak penyuluh, semakin cepat apa yang di harapkan tentang fungsi hutan yang ada di Jawa Barat.

2. Pemdaprov Jabar sudah menggagas program reboisasi untuk kawasan hutan yang gundul
img 20191107 wa0022 afeca9f9df4e03edb9991032812ab890 - Jaga Kelestarian Hutan & Penyuluh Kehutanan Berperan Penting

Selain itu, menurut Uu, Pemdaprov Jabar sudah menggagas program reboisasi untuk kawasan hutan yang gundul. Dalam waktu dekat, kata dia, Pemdaprov Jabar akan melakukan penanaman pohon berbuah di Kabupaten Sumedang.

“Pemda Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan balai-balai benih, termasuk dengan masyarakat, membuat gerakan (penanaman pohon). Jadi, program tentang reboisasi, penanaman pohon berbuah, dan yang lainnya sedang kita galakkan,” katanya.

3. Uu berharap kepada masyarakat Jabar supaya menjaga hutan dengan baik demi kelestarian hidup
img 20191107 wa0020 157286bbe0fde763a999a68368b10074 - Jaga Kelestarian Hutan & Penyuluh Kehutanan Berperan Penting

Fungsi penyuluh kehutanan yang tergolong strategis itu akan berdampak langsung pada kelestarian hutan. Apalagi, total luas kawasan hutan di Jabar mencapai 816.603 hektare atau 22,01% dari total luas wilayah Jabar. Data tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 195/KPTS-II/2003.

“Saya harap kepada masyarakat Jabar menjaga hutan dengan baik untuk kelestarian hidup kita. Lebih baik mewariskan mata air kepada masyarakat daripada mewariskan air mata. Maka itu, jaga lingkungan hidup untuk kebaikan dan kehidupan anak cucu kita,” pungkas Uu

Kategori
Agriculture and Forestry

Industri Kehutanan Mendukung Kelestarian Flora dan Fauna

Industri Kehutanan Mendukung Kelestarian Flora dan Fauna

Industri Kehutanan Mendukung Kelestarian Flora dan Fauna – Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan  dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting.

Upaya melindungi serta meningkatkan kelestarian flora dan fauna bisa di dukung melalui industri kehutanan dengan menyelaraskan kepentingan ekonomi, sosial, dan konservasi. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno, menyatakan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk konservasi termasuk pelaku usaha sangat strategis, penting, dan mendesak, terutama di Sumatra dan Kalimantan.

Indonesia telah mengalokasikan kawasan konservasi yang sangat luas, yakni mencapai 27,14 juta hektare. Kawasan konservasi tersebut terdapat sekitar 6.203 desa yang berbatasan langsung dan sedikitnya 9,5 juta jiwa yang hidup di dalam deposit poker pulsa 10000 tanpa potongan dan sekitar kawasan itu.

1. Perlu menjalankan program konservasi in-situ dan ex-situ
img 20191210 wa0012 529e89e942562fae96640684bb1eb362 - Industri Kehutanan Mendukung Kelestarian Flora dan Fauna

Wiratno menyatakan, kegiatan konservasi tidak bisa di batasi hanya di kawasan konservasi saja. Perlu menjalankan program konservasi in-situ atau di dalam habitat maupun ex-situ atau di luar habitatnya. Konservasi keanekaragaman hayati memerlukan kombinasi in-situ dan ex-situ.

Sebagai contoh konservasi badak sumatera dengan program Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) di TN Way Kambas berhasil melakukan breeding dan akan dibangun sanctuary badak baru, misalnya di TN Gunung Leuser.

2. KLHK terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap pelaku perburuan satwa liar
img 20191210 wa0020 5ee8d3bc024856750ab0829a166b15d3 - Industri Kehutanan Mendukung Kelestarian Flora dan Fauna

Direktorat Jenderal KSDAE melalui Balai TN dan Balai KSDA terus melakukan pengamanan kawasan dengan model Smart Patrol. Kegiatan patroli tersebut di lakukan selama 10-15 hari/bulan di dalam kawasan konservasi bersama mitra-mitra kunci, untuk melakukan monitoring, pemasangan kamera dan/atau video trap, membersihkan jerat, mencegah konflik satwa liar-manusia, rescue satwa-satwa yang terkena jerat atau terluka karena diburu.

3. Keberhasilan konservasi in-situ dan ex-situ
img 20191210 wa0021 051a577ec2818a687fcbb35bc90f59cc - Industri Kehutanan Mendukung Kelestarian Flora dan Fauna

Keberhasilan konservasi in-situ dan ex-situ dapat di lihat di Pusat Rehabilitasi elang jawa di CA Kamojang. Bekerja sama dengan Pertamina Geothermal. Dan monitoring secara kontinu pada habitatnya sehingga di prediksi populasinya meningkat.

Sementara itu, keberhasilan konservasi badak jawa di TN Ujung Kulon di tandai dengan lahirnya 4 individu badak (2 jantan dan 2 betina). Dan 4 individu badak (2 betina, 1 jantan, 1 individu belum di ketahui) pada 2018.

Keberhasilan konservasi ex-situ juga di buktikan pada keberhasilan penangkaran jalak bali. Yang saat ini terdapat ratusan ekor berhasil di kembalikan ke kawasan TN Bali Barat.

4. APP Sinar Mas memanfaatkan teknologi satelit FAS untuk memantau keadaan tutupan hutan
img 20191210 wa00161 3ecbe4d9a0f31decf297da75aa8863a3 - Industri Kehutanan Mendukung Kelestarian Flora dan Fauna

Pada kesempatan yang sama, Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas, Elim Sritaba, menyatakan, meski bekerja di kawasan produksi. Pihaknya mengalokasikan 600 ribu hektare untuk tujuan konservasi. Luas tersebut hampir seperempat total luasan konsesi para pemasok APP Sinar Mas.

Elim menuturkan, untuk melindungi area konservasi yang luas. APP Sinar Mas memanfaatkan teknologi satelit Forest Alert Services (FAS)  untuk memantau keadaan tutupan hutan.

Dengan data tersebut, APP Sinar Mas dapat dengan cepat mengetahui dan melakukan intervensi jika di perlukan. Atau apabila ada gangguan yang mungkin mengancam sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.

5. COP 25 di harap buka peluang kerja sama yang semakin luas dalam upaya konservasi
img 20191210 wa0022 7ebd94823086d8cd6ad8d790ea4a42a1 - Industri Kehutanan Mendukung Kelestarian Flora dan Fauna

Presiden International Co-ordinating Council of the Man and Biosphere UNESCO, Profesor Enny Sudarmonowati, menegaskan bahwa upaya berkesinambungan harus terus di lakukan.

Enny pun berharap COP 25 membuka peluang kerja sama yang semakin luas dalam upaya konservasi dengan melibatkan peneliti-peneliti andal. Untuk melakukan inovasi yang terus meningkat dan membawa nilai tambah untuk masyarakat serta negara, sekaligus tetap mempertahankan nilai konservasinya.