Kategori
Berkebun

Cara Menanam Jambu Biji

Cara Menanam Jambu Biji

Cara Menanam Jambu Biji – Jambu Biji, Jambu Siki dan Jambu Klutuk adalah tanaman tropis yang berasal dari Brasil, disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Jambu Biji memiliki buah yang berwarna hijau dengan daging buah berwarna putih atau merah dan berasa asam-manis. Buah jambu biji dikenal mengandung banyak vitamin C.

Jambu biji dapat dibudidayakan melalui perkembangbiakan vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan secara vegetatif dilakukan dengan mencangkok ataupun okulasi, sedangkan generatif dilakukan dengan menanam biji. Mari kita bahas cara menanam jambu biji, simak di bawah ini!

Pemilihan Bibit Unggul Jambu Biji

Jambu biji memiliki beranekaragam varietas. Tentunya, untuk memilih bibit jambu biji Anda harus menentukan terlebih dahulu varietas jambu biji yang ingin Anda tanam di pekarangan rumah Anda.

  • Pilihlah buah yang berasal dari tanaman induk.
  • Pastikan buah sudah matang langsung di pohon, dengan ciri-ciri: kulit buah berwarna hijau kekuningan, lunak, dan aroma khas jambu biji sudah mulai tercium.
  • Pilihlah buah jambu biji yang berukuran besar dan berat, dimana hal ini mengindikasikan bahwa kuantitas biji yang terkandung di dalamnya juga banyak.
  • Hindari memilih buah yang sudah jatuh ataupun pecah.
Persiapan Media Tanam

Media tanam yang digunakan dalam tahap ini bertujuan untuk menumbuhkan bibit buah dari biji. Untuk melakukan penyemaian, maka siapkanlah alat dan bahan berikut ini.

  • Pot atau polybag yang telah dilubangi di bagian bawahnya
  • Tanah
  • Pasir
  • Pupuk organik, seperti pupuk kompos atau pupuk kandang
  • Cetok
  • Air secukupnya
Penyemaian

Dalam menanam jambu biji secara generatif atau dari biji, proses penyemaian menjadi hal yang cukup penting. Penyemaian dilakukan untuk merangsang biji buah untuk tumbuh dengan media mikro.

  • Campurkan pasir, tanah, dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1:1
  • Masukkan campuran ke dalam pot atau polybag sebanyak ¾ bagian
  • Biarkan selama dua minggu
  • Letakkan biji di bagian atas campuran tersebut
  • Tutupi dengan pasir
  • Siramlah dengan air secukupnya
  • Pantaulah pertumbuhan tunas jambu biji tersebut
  • Jangan lupa untuk melakukan penyiraman secara berkala
  • Jagalah media tanam agar tetap lembap
Persiapan Lahan

Anda dianjurkan untuk menyiapkan lahan mulai dari dua minggu sebelum proses pemindahan bibit. Berikut adalah proses persiapan lahan jambu biji.

  • Pilihlah lahan yang gembur, di area terbuka yang terkena sinar matahari secara langsung
  • Bersihkanlah tanah dari bebatuan dan rumput-rumput liar yang sekiranya dapat mengganggu pertumbuhan tanaman
  • Galilah lubang sedalam 20 – 30 cm
  • Buatlah bedengan di sekitaran lubang dengan tinggi 30 cm dan lebar kurang lebih 3 meter sebagai penunjang saluran air untuk tanaman
  • Masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak ¾ bagian
  • Biarkan lubang dengan pupuk selama dua minggu untuk mengupayakan kondisi tanah lebih stabil dan layak tanam
Pemindahan Bibit Jambu Biji

Setelah lubang dibiarkan dengan pupuk selama dua minggu, saatnya untuk melakukan pemindahan bibit. Adapun beberapa langkah yang dapat diikuti untuk memindahkan bibit jambu biji ke lahan permanen adalah sebagai berikut.

  • Jika Anda menggunakan polybag, robeklah polybag.
  • Angkatlah tanaman dari pot atau polybag
  • Pastikan tanah ikut terangkat dan tidak hancur
  • Pindahkan ke media permanen dengan meletakkan di dalam lubang tanam
  • Pastikan posisi batang tanaman tegap lurus
  • Tutupi dengan tanah dan padatkan
  • Siram dengan air secukupnya
Penyiraman

Anda disarankan untuk melakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari. Waktu yang dianjurkan pada pagi hari adalah mulai dari pukul 7 hingga 9, sedangkan waktu yang dianjurkan saat sore hari adalah pada pukul 3 hingga 5 sore. Selain dari waktu tersebut, janganlah melakukan penyiraman.

  • Siramlah tanaman secara perlahan dengan air sedikit demi sedikit.
  • Jangan sampai ada air yang menggenang di atas media tanam.
  • Pastikan drainase atau saluran air pada tanaman sudah dibuat dengan baik.
  • Jika menggunakan pot atau polybag, pastikan sudah dilubangi di bagian bawahnya.
  • Jika langsung menanam pada media tanah, pastikan untuk membuat bedengan.
Penyiangan dan Penggemburan Tanah

Penyiangan merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman jambu biji dengan melindungi tanaman pokok dari tanaman-tanaman liar di sekitarnya.

Di samping melakukan penyiangan, disarankan juga untuk melakukan penggemburan tanah secara berkala. Pantaulah keadaan tanah di sekitar tanaman jambu biji.

Penggemburan tanah dapat membantu sirkulasi udara sehingga secara tidak langsung mampu menunjang pertumbuhan tanaman jambu biji dengan optimal.

Pemupukan

Pemupukan pada tanaman jambu biji juga perlu dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat pertumbuhan tanaman jambu biji. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan secara berkala.

  • Berikan pupuk pada saat usia tanaman belum menginjak satu tahun. Pada fase ini, campuran pupuk yang baik untuk diberikan adalah pupuk kandang, TSP, Urea, dan ZK. Taburkanlah pupuk tersebut di area sekeliling tanaman jambu biji.
  • Fase kedua adalah saat tanaman jambu biji berusia 1 – 3 tahun, pupuk yang disarankan untuk diberikan adalah pupuk NPK dan TSP. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan dalam jangka waktu tiga bulan sekali.
  • Di atas usia tiga tahun, pemberian pupuk hanya dilakukan jika tanaman dirasa tubuh kurang sempurna. Pada fase ini disarankan untuk memberikan pupuk kandang, TSP, dan NPK.
Proses Panen Jambu Biji

Setelah tiga tahun masa tanam, maka proses panen pun sudah dapat dilakukan. Sebelum memanen, pastikan buah yang dihasilkan sudah matang.

Perhatikanlah ciri-ciri berikut untuk menentukan bahwa buah jambu biji sudah siap untuk dipanen.

  • Kulit buah berwarna hijau kekuningan dan mengkilap
  • Mengeluarkan aroma khas jambu biji
  • Tekstur buah lunak

Ketika buah jambu biji Anda memenuhi tiga ciri-ciri tersebut, maka Anda sudah diizinkan untuk memanen.  Panen dapat dilakukan dengan memetik dan memotong tangkai jambu biji dengan alat potong seperti pisau atau gunting.

Kategori
Obat Herbal

Tanaman herbal yang dapat kamu jumpai di sekitar rumah

Tanaman herbal bermanfaat

Tanaman herbal yang dapat kamu jumpai di sekitar rumah – Sebuah rumah akan tampak asri ketika ditanami banyak tumbuhan, baik di bagian pekarangan mauapun dalam ruangan. Buah-buahan, tanaman berdaun, hingga bunga bisa dijadikan pilihan. Mungkin tak banyak disadari, dari sekian banyak tumbuhan yang hidup di pekarangan terdapat tanaman herbal yang berguna sebagai obat alami.

Tanaman herbal adalah tumbuhan bereupa daun, bunga, atau lainnya yang mengandung zat aktif untuk menyembuhkan atau meredakan penyakit.

Tanaman ini kerap disebut sebagai tanaman obat keluarga (Toga) sangat beragam jenisnya.

Manfaat dari tanaman ini pun sangat beragam, mulai dari menyembuhkan flu hingga penyakit serius lainnya

Setelah dipetik atau dipanen, tumbuhan-tumbuhan obat herbal tersebut kemudian diolah sedemikian rupa untuk digunakan.

4 Tanaman Obat dan Manfaatnya dari Tumbuhan Berbuah

Jahe

Jahe adalah salah satu tanaman obat-obatan populer lantaran telah dikenal lama akan manfaatnya bagi kesehatan.

Jahe mampu mengatasi gangguan pencernaan, seperti sakit perut dan mual-muntah, pusing akibat vertigo, sakit kepala, meringankan nyeri haid, hingga meredakan nyeri sendi, seperti rematik dan osteoarthritis.

Jahe umumnya aman digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Namun, sebaiknya Anda tidak mengonsumsinya lebih dari 5 gram atau setara dengan 1 sendok teh setiap harinya.

Mengonsumsi jahe secara berlebihan berisiko meningkatkan berbagai efek samping, seperti perut kembung, sakit perut, heartburn, hingga iritasi pada mulut.

Kunyit

Selain sebagai tanaman obat-obatan populer, kunyit umumnya digunakan sebagai bumbu dapur, jamu, hingga kecantikan. Manfaat kunyit bagi kesehatan tak terlepas dari zat kurkumin yang terkandung di dalamnya.

Manfaat kunyit bagi kesehatan mulai dari sebagai antiradang dan antioksidan, menjaga kesehatan sistem pencernaan, menurunkan kolesterol, mengurangi kadar gula, mengurangi risiko penyakit jantung, hingga membantu mencegah kanker.

Kunyit juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Beberapa efek samping konsumsi kunyit berlebihan dapat memicu kenaikan asam berlebih. Selain itu, asupan kunyit yang terlalu banyak dapat menyebabkan masalah perdarahan.

Oleh karenanya, orang yang punya masalah lambung, seperti maag dan GERD (gastroesophageal reflux disease), serta yang sedang rutin menggunakan obat pengencer darah sebaiknya tidak disarankan terlalu banyak mengonsumsi kunyit.

Jeruk Nipis

Tak sedikit orang yang menanam jeruk nipis di halaman rumahnya.

Bila sudah berbuah dan dipanen, jeruk yang kaya dengan vitamin C ini bisa dimanfaatkan sebagai campuran sambal hingga minuman teh.

Usut punya usut, orang yang mengonsumsi tanaman herbal rumahan ini dapat terhindar dari beberapa penyakit seperti:

  • Batu ginjal
  • Vertigo
  • Radang tenggorokan dan batuk
  • Tekanan darah tinggi
  • Amandel
  • Ambeien
  • Difteri
  • Panu.

Biasanya juga, orang menjadikan perasan jeruk nipis sebagai minuman untuk mengencerkan dahak.

Tidak perlu lagi deh minum obat-obatan dari apotek jika bisa meracik obat sederhana dan alami dari tanaman herbal ini.

Jambu Biji

Jambu biji termasuk sebagai tanaman buah yang mudah berkembang di tiap rumah Indonesia.

Selain punya rasa yang enak dan aroma yang manis, ternyata jambu biji pun termasuk sebagai tanaman herbal untuk obat alami penyakit berikut ini:

  • Kerusakan organ akibat radikal bebas
  • Melindungi organ jantung dan mencegah penyakit jantung
  • Menekan tensi
  • Membantu menurunkan kolesterol
  • Menaikkan kolesterol HDL yang baik.

Pasalnya, jambu biji memiliki beberapa kandung baik seperti:

  • Antioksidan
  • Vitamin
  • Serat
  • Kalium

Kencur

Obat herbal populer lainnya adalah rempah alami yang memiliki nama latin Kaempferia galanga atau kencur. Kencur masih satu keluarga dengan jahe sehingga banyak orang seringkali keliru dalam membedakannya.

Sebagai obat herbal populer, kencur juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Di antaranya sebagai penambah nafsu makan dan penambah stamina tubuh, memperlancar haid bagi wanita, serta mengatasi gangguan kesehatan, seperti flu, masuk angin, diare, batuk, sakit kepala, dan radang lambung.