Kategori
Berkebun

Rempah-Rempah Tanam Sendiri di Rumah

Rempah-Rempah Tanam Sendiri di Rumah

Rempah-Rempah Tanam Sendiri di Rumah – Di tengah wabah Covid-19 ini, sudah seharusnya kita memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Pasalnya, ketika imunitas tubuh melemah, penyakit pun lebih mudah untuk menyerang.

Salah satu cara untuk memiliki imun yang bagus adalah dengan mengonsumsi rempah-rempah. Sejak dulu, rempah tradisional memang terkenal mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

Bahkan, mantan pasien corona di Solo, Jawa Tengah, yang telah dinyatakan sembuh, mengaku bahwa resepnya untuk menjaga daya tahan tubuh adalah dengan mengonsumsi minuman empon-empon, jamu khas Jawa.

Popularitas rempah-rempah naik, harga pun ikut melambung

Lantaran popularitasnya yang meroket di masa corona ini, harga rempah-rempah pun ikut melambung tinggi.’ Misalnya seperti jahe merah, yang sebelumnya dibanderol dengan harga Rp25 ribu per kilogram, kini dijual seharga Rp80 ribu per kilogram.

Begitu juga dengan temulawak, kunyit, bawang putih, dan berbagai jenis rempah tradisional lainnya yang ikut mengalami lonjakan harga.

Menanam rempah-rempah sendiri merupakan solusi bijak

Lalu bagaimana? Kamu membutuhkan rempah tradisional untuk menjadi obat penangkal virus corona. Tapi di sisi lain, harganya yang bahkan lebih mahal dibandingkan bahan makanan pokok tentu membuat banyak orang berpikir dua kali.

Dengan begitu, kamu tak perlu lagi membelinya dengan harga mahal. Tinggal petik di kebun sendiri, maka tubuh dan kantong pun menjadi sehat!

Nah, rempah tradisional apa saja ya yang mudah untuk ditanam di halaman rumah?

Rempah-rempah yang mudah ditanam di rumah
Jahe

Di dalam jahe, terdapat kandungan protein, vitamin, dan zat bioaktif sehingga tanaman obat satu ini dipercaya dapat menangkal virus dan kuman jahat dari luar tubuh, termasuk virus COVID-19.

Selain dijadikan bahan minuman jamu, jahe juga bisa menjadi bahan masakan. Mulai dari masakan sehari-hari seperti sop, ikan, ayam, hingga kue.

Untuk menanam jahe di rumah, siapkan sepotong jahe. Jangan lupa untuk memilih yang memilih potongan jahe yang memiliki mata. Nantinya, mata tersebut akan tumbuh menjadi daun

Tanam jahe tersebut di dalam media tanam, dan siram secara rutin. Pastikan tanaman jahe tidak terlalu terguyur air ketika hujan, dan pastikan jahe mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Kunyit

Kunyit merupakan salah satu rempah-rempah yang banyak fungsinya. Selain untuk dijadikan obat tradisional, kunyit juga bisa menjadi bahan masakan, bahkan bahan kosmetik.

Persediaan kunyit di kebun tentunya akan sangat membantu kamu yang kerap memanfaatkan tanaman ini.

Cara menanam kunyit di rumah mirip dengan cara menanam jahe. Cukup siapkan sepotong kunyit, lalu tanam ke dalam tanah yang sudah dicampur media tanam.

Bahkan, kamu bisa menanam kunyit di dalam ruangan, selama mendapatkan kebutuhan air dan sinar matahari yang cukup.

Cabai rawit

Kalau tanaman yang satu ini tak perlu diragukan lagi. Semua orang pasti membutuhkan kehadiran cabai rawit di rumahnya. Sayangnya, rempah satu ini harganya sangat fluktuatif. Bisa normal, dan bisa tiba-tiba melonjak hingga dua kali lipat.

Untuk menanam cabai di rumah, rendam biji cabai rawit ke dalam air bersih dan pilih biji yang tenggelam. Jemur biji tersebut selama tiga hari hingga kering sebelum ditanam. Cangkul tanah dengan kedalaman 40 cm, buatkan bedengan dengan lebar 100 – 110 cm, tinggi 30 – 40 cm.

Cabai rawit pun bisa langsung dipanen setelah 2,5 bulan – 3 bulan pasca ditanam.

Ketumbar

Coriander alias ketumbar bisa dimanfaatkan untuk masakan sehari-hari di rumah. Misalnya bijinya yang bisa dibuat bacem, dendeng, ayam bakar, atau bacem. Sedangkan daunnya, bisa digunakan untuk sop atau soto ayam.

Cara menanam ketumbar di rumah sanat sederhana. Masukkan biji ke tanah sedalam ¼ inci. Letakkan di tempat yang teduh karena tanaman ketumbar tidak memerlukan sinar matahari penuh.

Daunnya bisa dipanen sekitar 60-75 hari setelah ditanam, sedangkan bijinya matang dalam waktu 100 hari.

Lengkuas

Lengkuas tak bisa dipisahkan dari makanan khas Indonesia. Sebut saja rendang, empal, ayam goreng kuning, semua membutuhkan lengkuas. Cara menanamnya sangat mudah. Pilih bibit lengkuas dari tanaman yang sudah tua dan bebas dari hama.

Patahkan bibit lengkuas menjadi 4 bagian. Biasanya, terdapat sekitar 3-4 mata tunas. Jemur mata tunas tersebut dalam sehari. Buat lubang kira-kira 10-15 cm, dan masukkan bibit lengkuas tadi dengan posisi tunas menyembul di atas.

Tutupi dengan tanah, tapi pastikan tunas lengkuas tidak tertutup. Sirami dengan air secukupnya.

Kencur

Aroma khas dari kencur bisa membuat aroma masakan seperti seblak, urap, dan opor lebih sedap. Menanam kencur mirip-mirip dengan menanam lengkuas. Kamu perlu mencari bibit kencur yang berusia tua namun tetap segar dan sehat.

Biarkan hingga 1-2 minggu sampai muncul tunasnya, lalu tanam di dalam tanah. Letakkan tunas kencur di tanah dengan kedalaman 20-30 cm. Kencur bisa dipanen dalam waktu 8-12 bulan setelah ditanam.

Kategori
Obat Herbal

Tanaman herbal yang dapat kamu jumpai di sekitar rumah

Tanaman herbal bermanfaat

Tanaman herbal yang dapat kamu jumpai di sekitar rumah – Sebuah rumah akan tampak asri ketika ditanami banyak tumbuhan, baik di bagian pekarangan mauapun dalam ruangan. Buah-buahan, tanaman berdaun, hingga bunga bisa dijadikan pilihan. Mungkin tak banyak disadari, dari sekian banyak tumbuhan yang hidup di pekarangan terdapat tanaman herbal yang berguna sebagai obat alami.

Tanaman herbal adalah tumbuhan bereupa daun, bunga, atau lainnya yang mengandung zat aktif untuk menyembuhkan atau meredakan penyakit.

Tanaman ini kerap disebut sebagai tanaman obat keluarga (Toga) sangat beragam jenisnya.

Manfaat dari tanaman ini pun sangat beragam, mulai dari menyembuhkan flu hingga penyakit serius lainnya

Setelah dipetik atau dipanen, tumbuhan-tumbuhan obat herbal tersebut kemudian diolah sedemikian rupa untuk digunakan.

4 Tanaman Obat dan Manfaatnya dari Tumbuhan Berbuah

Jahe

Jahe adalah salah satu tanaman obat-obatan populer lantaran telah dikenal lama akan manfaatnya bagi kesehatan.

Jahe mampu mengatasi gangguan pencernaan, seperti sakit perut dan mual-muntah, pusing akibat vertigo, sakit kepala, meringankan nyeri haid, hingga meredakan nyeri sendi, seperti rematik dan osteoarthritis.

Jahe umumnya aman digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Namun, sebaiknya Anda tidak mengonsumsinya lebih dari 5 gram atau setara dengan 1 sendok teh setiap harinya.

Mengonsumsi jahe secara berlebihan berisiko meningkatkan berbagai efek samping, seperti perut kembung, sakit perut, heartburn, hingga iritasi pada mulut.

Kunyit

Selain sebagai tanaman obat-obatan populer, kunyit umumnya digunakan sebagai bumbu dapur, jamu, hingga kecantikan. Manfaat kunyit bagi kesehatan tak terlepas dari zat kurkumin yang terkandung di dalamnya.

Manfaat kunyit bagi kesehatan mulai dari sebagai antiradang dan antioksidan, menjaga kesehatan sistem pencernaan, menurunkan kolesterol, mengurangi kadar gula, mengurangi risiko penyakit jantung, hingga membantu mencegah kanker.

Kunyit juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Beberapa efek samping konsumsi kunyit berlebihan dapat memicu kenaikan asam berlebih. Selain itu, asupan kunyit yang terlalu banyak dapat menyebabkan masalah perdarahan.

Oleh karenanya, orang yang punya masalah lambung, seperti maag dan GERD (gastroesophageal reflux disease), serta yang sedang rutin menggunakan obat pengencer darah sebaiknya tidak disarankan terlalu banyak mengonsumsi kunyit.

Jeruk Nipis

Tak sedikit orang yang menanam jeruk nipis di halaman rumahnya.

Bila sudah berbuah dan dipanen, jeruk yang kaya dengan vitamin C ini bisa dimanfaatkan sebagai campuran sambal hingga minuman teh.

Usut punya usut, orang yang mengonsumsi tanaman herbal rumahan ini dapat terhindar dari beberapa penyakit seperti:

  • Batu ginjal
  • Vertigo
  • Radang tenggorokan dan batuk
  • Tekanan darah tinggi
  • Amandel
  • Ambeien
  • Difteri
  • Panu.

Biasanya juga, orang menjadikan perasan jeruk nipis sebagai minuman untuk mengencerkan dahak.

Tidak perlu lagi deh minum obat-obatan dari apotek jika bisa meracik obat sederhana dan alami dari tanaman herbal ini.

Jambu Biji

Jambu biji termasuk sebagai tanaman buah yang mudah berkembang di tiap rumah Indonesia.

Selain punya rasa yang enak dan aroma yang manis, ternyata jambu biji pun termasuk sebagai tanaman herbal untuk obat alami penyakit berikut ini:

  • Kerusakan organ akibat radikal bebas
  • Melindungi organ jantung dan mencegah penyakit jantung
  • Menekan tensi
  • Membantu menurunkan kolesterol
  • Menaikkan kolesterol HDL yang baik.

Pasalnya, jambu biji memiliki beberapa kandung baik seperti:

  • Antioksidan
  • Vitamin
  • Serat
  • Kalium

Kencur

Obat herbal populer lainnya adalah rempah alami yang memiliki nama latin Kaempferia galanga atau kencur. Kencur masih satu keluarga dengan jahe sehingga banyak orang seringkali keliru dalam membedakannya.

Sebagai obat herbal populer, kencur juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Di antaranya sebagai penambah nafsu makan dan penambah stamina tubuh, memperlancar haid bagi wanita, serta mengatasi gangguan kesehatan, seperti flu, masuk angin, diare, batuk, sakit kepala, dan radang lambung.