Kategori
Agriculture and Forestry

Teknik Budidaya Semangka Hidroponik

Teknik Budidaya Semangka Hidroponik

Teknik Budidaya Semangka Hidroponik – Jauh sebelum teknik Hidroponik diperkenalkan, tanaman semangka merupakan jenis tanaman yang dikembangkan menggunakan media tanah.

Kini setelah cara tanam Hidroponik semakin populer para petani Semangka atau yang hobi berkebun lebih memilih membudidayakan Semangka menggunakan media tanam air nutrisi.

Apapun jenis tanamannya, tanaman Hidroponik lebih mudah dirawat. Disamping itu pemeliharaan dan pengendalian hama juga lebih mudah dilakukan.

Demikian juga dengan teknik budidaya menyemai Semangka Hidroponik sangat mudah dipelajari dan dipraktekkan, bahkan untuk pemula sekalipun.

Memilih Bibit dan Pengolahan Media Tanam Semangka Hidroponik

Untuk teknik budidaya menyemai Semangka Hidroponik langka pertama yang harus dilakukan yaitu memilih bibit Semangka. Bibit Semangka yang bagus lebih mengkilap, warnanya kehitaman dengan permukaan terlihat licin.

Supaya dapat tumbuh dengan baik bibit Semangka harus direndam dalam larutan fungisida. Perendaman dilakukan selama minimal 24 jam atau lebih.

Untuk media tanam kita siapkan bahan dan peralatannya berupa pipa paralon, timer, tong penampungan air, mesin pompa aquarium, talang air dan busa (gabus).

Langkah-langkah Penyemaian Semangka Hidroponik:

  • Siapkan media penyemaian berupa kertas karton, kapas atau gabus yang sudah dibasahi dan bahan-bahan lainnya.
  • Lakukan perendaman kembali bibit Semangka selama 2-4 jam menggunakan fungisida atau larutan antonik.
  • Lakukan penyemaian dalam pot atau polibag yang diberi tanah. Pelihara selama beberapa hari hingga muncul kecambah atau akar kecil.
  • Setelah tumbuh kecambah dan akar lakukan pemindahan dengan media tanam abu sekam agar pertumbuhan dan perkembangannya lebih cepat. Lakukan pemeliharaan sampai tanaman membesar dan akarnya semakin banyak.
  • Beri pupuk dan nutrisi pada tanaman Semangka, setelah 1-2 minggu bisa dilakukan ke media tanam secara hidroponik.
Penanaman Tanaman Semangka Hidroponik

Teknik budidaya menyemai Semangka Hidroponik terutama cara penanaman tanaman harus dilakukan hati-hati. Jangan sampai ada bagian tanaman yang rusak sebab tanaman Semangka sangat sensitif.

Untuk proses penanaman Semangka Hidroponik, berikut langkah-langkahnya:

  • Jika tanaman Semangka sudah memiliki setidaknya 4 daun dan akar yang banyak sebaiknya dipindah langsung ke media tanam Hidroponik.
  • Saat proses penanaman sebaiknya aliran air dan pemberian nutrisi diatur otomatis dan tersusun menggunakan timer. Dengan menggunakan timer maka pemberian nutrisi dan aliran air lebih teratur.
  • Untuk tanaman Hidroponik ini bisa menggunakan pipa paralon yang dilubangi dengan diameter 5 cm. Tutup ujung kanan atau kiri menggunakan plastik. Gunakan media air serta nutrisi yang sudah dicampur menjadi satu.
  • Gunakan pompa air supaya pasokan air dan nutrisi berjalan lebih teratur.
Pemeliharaan dan Pemanenan Tanaman Semangka Hidroponik

Teknik budidaya menyemai Semangka Hidroponik memang mudah, begitu juga dengan pemeliharaannya. Untuk memelihara tanaman ini harus dipastikan media air benar-benar terbebas dari penyakit atau hama.

Lakukan penyiangan gulma dan berikan pupuk susulan agar pertumbuhan tanaman berjalan optimal. Gunakan beberapa jenis pupuk cair seperti urea cair atau kompos cair sesuai takaran yang dianjurkan. Pupuk cair bisa didapatkan di toko-toko pertanian terdekat.

Jika teknik budidaya menyemai Semangka Hidroponik diterapkan dengan baik maka hasil panen juga akan melimpah. Pemanenan Semangka Hidroponik tak jauh beda dengan tanaman Semangka pada umumnya yaitu sekitar 2-3 bulan pasca masa tanam.

Teknik pemanenan dilakukan dengan memetik atau bisa juga dengan memotong tangkai buahnya. Buah Semangka yang sudah layak panen biasanya ditandai dengan bagian tangkai yang menguning dan kembung jika diketuk-ketuk.

Kategori
Berkebun

7 Cara Membuat Kebun Tanaman Hidroponik di Rumah, Gampang Banget!

7 Cara Membuat Kebun Tanaman Hidroponik di Rumah, Gampang Banget!

7 Cara Membuat Kebun Tanaman Hidroponik di Rumah, Gampang Banget! – Hidroponik ialah teknik bercocok tanam tanpa media tanah tetapi menggunakan air. Walau demikian, memiliki tanaman hidroponik tidak membutuhkan banyak air seperti saat menanam mamakai media tanah. Tanaman hidroponik cocok bagi kamu yang ingin menghemat air, atau tinggal di daerah yang tidak mempunyai banyak pasokan air.

Bukan hanya membuat taman vertikal, membuat kebun berisi tanaman hidroponik pun tidak sesulit yang dibayangkan. Bahan-bahannya gampang ditemukan di pasaran, contohnya saja pralon dan gelas plastik. Untuk kamu yang tertarik, langsung saja simak cara yang akan Kania jelaskan berikut ini!

1. Mempersiapkan alat dan bahan untuk kebun tanaman hidroponik

Untuk membuat kebun tanaman hidroponik, kamu memerlukan pipa paralon dengan diameter 3 inci, gelas plastik, penyambung paralon, penutup paralon, gergaji, selang, pompa aquarium, alat solder, alat bor, air, spons, dan biji tanaman hidroponik.

2. Melubangi pipa paralon untuk tanaman hidroponik

Pakailah bor untuk membuat lubang di sepanjang pipa paralon yang sudah disiapkan untuk tanaman hidroponik. Samakan lubang pipa dengan ukuran gelas plastik yang akan kamu pakai. Sebaiknya, beri jarak antar lubang sekitar 20 cm agar tanaman tidak saling terjepit.

Lakukan hal sama dengan 1 buah pipa paralon lagi. Tutup salah satu ujungnya dengan penutup paralon dan hubungkan lubang lainnya dengan pipa paralon lain memakai penyambung pipa. Setelah itu, kunci ujung pipa dengan penutup paralon.

3. Melubangi gelas plastik untuk tanaman hidroponik

Berikutnya kamu harus melubangi gelas plastik untuk tanaman hidroponik. Alat untuk mempermudah kamu dalam proses ini ialah alat solder. Jika kamu tidak mempunyainya, lubangi saja dengan cutter atau pisau.

Setelah itu, letakkan gelas-gelas plastik itu ke dalam lubang pipa paralon yang sudah dibuat sebelumnya. Sisakan satu lubang untuk jalur pemberian nutrisi tanaman hidroponik yang berbentuk cair.

4. Memasang pompa air untuk kebun tanaman hidroponik

Pakailah selang dan pompa air untuk mengairi tanaman hidroponik yang akan kamu tanam nantinya. Cara kerjanya akan sama dengan sistem irigasi. Ini berlaku bila kamu menerapkan hidroponik dengan teknik drip system. Jika kamu menggunakan teknik sumbu, tidak perlu menggunakan pompa air.

Pompa air ini tidak perlu dinyalakan sepanjang waktu. Cukup pada pagi hari saja untuk menghemat air dan listrik. Selain itu, kamu juga harus mencermati ketinggian air. Jangan sampai memenuhi paralon karena tanaman bisa mati akibat kekurangan oksigen.

5. Meletakkan bibit tanaman hidroponik

Jika tempatnya sudah siap, kini saatnya kamu meletakkan bibit tanaman hidroponik. Siapkan spons yang telah dipotong seukuran gelas plastik, lalu letakkan bibit tanaman di atasnya.

Selanjutnya, kamu hanya perlu meletakkan spons tadi ke dalam masing-masing gelas plastik. Penggunaan spons sangat direkomendasikan sebab mampu menyerap air lebih lama.

6. Memberikan larutan nutrisi pada tanaman hidroponik

Agar tanaman hidroponik bisa tumbuh dengan subur, kamu perlu memberikan larutan nutrisi secara rutin. Larutan nutrisi ini bisa kamu beli di toko atau buat sendiri. Untuk membuat larutan nutrisi tanaman hidroponik sendiri, kamu bisa pakai dedaunan, bekatul, kotoran hewan ternak, gula merah, bioaktivator, dan air.

7. Tanaman yang cocok untuk kebun tanaman hidroponik

Tidak semua tanaman bisa tumbuh subur dengan cara hidroponik. Umumnya yang sering ditanam secara hidroponik ialah sayur dan buah. Tanaman hidroponik yang bisa kamu tanam di kebun dan tumbuh subur ialah sawi hijau, kailan, selada hijau, buncis, pare, pokcoy, bayam, dan stroberi. Sesuaikan ukuran pipa dan jarak antar lubang dengan besarnya tanaman hidroponik yang akan kamu tanam ya.

Kategori
Berkebun

Mudah untuk Pemula Berkebun

Mudah untuk Pemula Berkebun

Mudah untuk Pemula Berkebun – Macam-macam Hidroponik merupakan solusi bagi Anda yang ingin berkebun. Hidroponik adalah metode menanam tanaman dalam larutan kaya nutrisi berbasis air. Kata hidroponik berasal dari “hidro”, yang berarti air, dan “ponos”, yang berarti kerja.

Macam-macam hidroponik tidak menggunakan tanah melainkan sistem nutrisi berbasis air. Tujuan utama hidroponik adalah menghilangkan sebanyak mungkin hambatan antara akar tanaman, air, oksigen, dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh.

Berikut macam-macam hidroponik:

Hidroponik Ebb And Flow

Hidroponik pasang surut atau Ebb And Flow bekerja sangat baik untuk hampir semua jenis tanaman termasuk beberapa sayuran akar. Jenis sistem ini berfungsi dengan membanjiri area yang tumbuh dengan larutan nutrisi pada interval tertentu.

Solusi nutrisi kemudian perlahan-lahan mengalir kembali ke reservoir. Pompa terhubung ke pengatur waktu, sehingga proses berulang dengan sendirinya pada interval tertentu sehingga tanaman mendapatkan jumlah nutrisi yang diinginkan.

Hidroponik Drip

Hidroponik Drip atau hidroponik tetes merupakan salah satu macam-macam hidroponik yang mudah digunakan, diatur, dan dapat disesuaikan dengan beberapa teknik. Sistem hidroponik tetes sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman. Daftar IDN Poker Pulsa

Sistem hidroponik tetes dapat berupa sistem yang tidak bersirkulasi. Sistem yang tidak bersirkulasi menetes perlahan untuk memberi tanaman nutrisi yang cukup pada tingkat yang konsisten. Sistem sirkulasi menetes lebih sering, dengan nutrisi berlebih mengalir kembali ke reservoir.

Hidroponik NFT

Hidroponik NFT atau Nutrient Film Technique merupakan salah satu dari macam-macam hidroponik yang cukup sederhana. Dengan sistem hidroponik NFT, larutan nutrisi dipompa ke saluran yang dapat menampung beragam tanaman. Saluran sedikit miring, sehingga larutan nutrisi mengalir melalui saluran, melewati akar tanaman, menggantung akar, dan kembali ke reservoir hidroponik.

Hidroponik DFT

Hidroponik DFT atau Deep Flow Technique merupakan variasi dari hidroponik NFT. Alih-alih lapisan tipis nutrisi, tanaman dikelilingi oleh larutan nutrisi setinggi sekitar 4 cm. Teknik deep flow membuat sistem hidroponik jenis ini lebih aman, karena akar masih disuplai jika terjadi kegagalan pompa.

Hidroponik Kultur Air

Hidroponik Kultur Air atau Water Culture System merupakan teknik yang cukup sederhana dari macam-macam hidroponik. Platform yang menampung tanaman biasanya terbuat dari Styrofoam dan mengapung langsung pada larutan nutrisi.

Kultur Air adalah sistem pilihan untuk menanam selada yang merupakan tanaman yang sangat menyukai air. Sangat sedikit tanaman selain selada yang dapat bekerja dengan baik dalam sistem jenis ini.

Hidroponik sumbu

Hidroponik Sumbu adalah jenis sistem hidroponik yang paling sederhana yang tidak memerlukan listrik, pompa, atau aerator. Di antara berbagai jenis sistem hidroponik, ini adalah satu-satunya yang dapat menjadi sistem yang sepenuhnya pasif, yang berarti tidak diperlukan listrik. Sistem sumbu baik untuk tanaman kecil yang tidak menggunakan banyak air atau nutrisi.

Aeroponik

Aeroponik bukanlah metode termudah untuk berkebun hidroponik, tetapi ini adalah konsep yang sederhana. Dengan teknik ini, tanaman ditangguhkan di udara dan larutan nutrisi disemprotkan ke sistem akar tanaman.

Kategori
Berkebun

Tips Menanam Hidroponik Pakai Botol Bekas

Hidroponik Botol Bekas – Saat ini sistem hidroponik menjadi salah satu alternatif cara untuk menanam yang sangat praktis. Dimana teknik Hidroponik ini sendiri tidak memerlukan tanah dan lahan yang luas sehingga bisa kamu terapkan dengan mudah untuk berkebun di rumah.

Baca Juga: Beberapa Metode Berkebun Hidroponik Dengan Mudah Untuk Pemula

Cara mudah untuk menanam hidroponik dapat dilakukan dengan memanfaatkan barang-barang yang ada seperti contohnya botol bekas ataupun kain yang sudah tidak terpakai. Bila biasanya hidroponik dilakukan di rumah kaca dengan medium air berisi zat hara. Hidroponik juga ternyata bisa dimodifikasi menggunakan botol bekas.

Hidroponik dengan menggunakan botol bekas dapat dilakukan untuk menanam aneka tumbuhan dan sayur-sayuran seperti kangkung, selada, dan sawi.

Berikut cara mudah menanam hidroponik dengan botol bekas.

1. Siapkan Botol Bekas

Siapkan botol bekas. Lalu, potong botol menjadi dua. Tempatkan bagian tutup botol ke dalam bagian bawah botol. Posisi tutup botol akan tampak terbalik.

Botol bagian atas akan menjadi tempat media tanam sedangkan botol di bagian bawah menjadi tempat air yang bernutrisi atau berisi zat hara.

2. Hubungkan Kedua Bagian Botol

Hubungkan kedua bagian botol tersebut dengan menggunakan kain. Kain yang digunakan dapat berupa sumbu kompor. Jika tidak memiliki sumbu kompor dapat menggunakan kaus kaki yang tidak terpakai atau kain flanel yang dipotong seukuran sumbu kompor.

Bolongi bagian tutup botol yang cukup untuk dilewati kain sehingga kain dapat menjuntai kebagian bawah botol. Dikutip dari Home Guides, kain berfungsi untuk menghubungkan nutrisi air dengan media tanam.

3. Mengisi Air Zat hara

Setelah semua sistem dapat beroperasi, tuangkan air berzat hara pada bagian bawah botol sebelum batas menyentuh tutup botol yang terbalik. Air berzat hara adalah air bernutrisi tinggi yang mengandung mineral yang dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis.

4. Siapkan Media Tanam

Siapkan media tanam pada botol yang terbalik. Isi dengan bibit tanaman atau sayuran. Media tanam hidroponik dapat berupa sekam bakar, rockwool, atau cocopeat.

5. Ganti Air Ber Zat Hara Secara Rutin

Air berzat hara akan menyusut perlahan karena digunakan oleh tumbuhan. Setelah air menipis ganti dengan air yang baru.

Tempatkan pula media tanam dengan lokasi yang sesuai tergantung kebutuhan akan matahari. Beberapa tanaman membutuhkan lebih banyak sinar matahari, sedangkan yang lainnya hanya perlu sedikit sinar matahari.

Baca Juga: 4 Cara Berkebun Di Halaman Rumah Sempit

Itulah tadi beberapa cara mudah menanam tanaman hidroponik dengan botol bekas. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah informasi dan wawasan untuk kamu.

Kategori
Berkebun

4 Cara Berkebun Di Halaman Rumah Sempit

Berkebun mungkin sulit untuk dilakukan terlebih lagi buat kamu yang tinggal di kota besar dan halaman rumah yang sempit. Bahkan bagi kamu yang tinggal di apartemen, sepertinya berkebun adalah hal mimpi di siang bolong.

Baca Juga: Beberapa Metode Berkebun Hidroponik Dengan Mudah Untuk Pemula

Namun untuk bisa berkebun sebenarnya kamu tidak perlu lahan yang luas, karena lahan sempit di pekarangan rumah juga bisa dijadikan tempat untuk berkebun. Jadi gimana caranya? Berikut trik memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah untuk berkebun.

1. Rencanakan Dengan Matang

Langkah pertama untuk menanam tanaman di ruangan sempit adalah mempersiapkan rencana dengan baik. Jika Anda tinggal di apartemen dan hanya memiliki balkon atau teras, jangan sampai menghabiskan semua ruang untuk tanaman.

Apabila kesusahan untuk mendapatkan inspirasi, Anda bisa mencari melalui sosial media atau internet. Di sana, Anda bisa mendapatkan konsep atau ide-ide memanfaatkan halaman yang sempit tampak asri dan hijau.

Selain itu, Anda juga dapat mencari tanaman favorit yang sesuai dengan kantong.

2. Mencari Tanaman Yang Sesuai

Jika sudah memiliki wadah untuk menanam, langkah selanjutnya adalah mencari tanaman yang sesuai dengan kebutuhan dan kantong.

Benih tanaman biasanya cukup murah untuk dibeli, di situs belanja online dijual dengan kisaran 6ribu hingga 30 ribu tergantung jenis benih tanamannya.

Hal yang harus dipertimbangkan untuk membeli benih tanaman adalah mencoba menemukan barang yang bisa digunakan kembali. Artinya, benih dapat disimpan hingga tahun depan atau menanam kembali dengan mendaur ulang tanaman (seperti bawang hijau, seledri, nanas dan sebagainya)

3. Menggunakan Metode Vertikal

Anda dapat menempatkan tanaman kesayangan ke dinding atau pagar atau menggunakan teralis. Dinding yang dipilih harus memiliki sinar matahari yang cukup untuk tanaman.

Dilansir dari growveg, rekomendasi tanaman yang dapat menggunakan metode ini adalah buah kiwi, anggur, kacang polong dan tomat anggur. Pastikan penyangga cukup kuat untuk menahan tanaman.

4. Gunakan Wadah Daur Ulang

Setelah memiliki rencana, langkah yang penting selanjutnya adalah mengumpulkan alat dan barang yang dibutuhkan untuk berkebun.

Cara termudah untuk memulai berkebun di ruangan kecil adalah wadah yang dipilih untuk menanam tanaman. Wadah yang digunakan tak harus berbahan dasar tanah liat atau terracotta atau pot plastik dengan bentuk yang sempurna.

Dengan sedikit imajinasi, Anda bisa menggunakan mendaur ulang barang yang sudah ada di rumah. Pastikan barang yang digunakan dapat menampung cukup tanah untuk tanaman dan memungkinkan drainase yang memadai.

Sebelum itu, pastikan barang yang digunakan tidak berbahan kimia beracun jadi aman digunakan untuk tanaman yang bisa dikonsumsi. Bersihkan wadah terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menanam.

Berikut beberapa ide barang yang bisa didaur ulang sebagai sarana menanam tanaman yang dilansir dari gardenerspath:

  • kaleng
  • botol
  • guci
  • gulungan kertas toilet
  • lentera
  • tangki ikan
  • mangkuk ikan
  • ban
  • kotak surat atau keranjang
  • barang pecah belah
  • talang
  • pipa
  • beton
  • gerobak atau gerobak beroda
  • cangkir kopi
  • palet
  • kandang burung
  • keranjang baju
  • panci rusak
  • tabung logam
  • barel kayu

Itulah tadi beberapa cara berkeben di halaman rumah yang sempit. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi terbaru buat kamu seputar dunia berkebun.

Kategori
Berkebun Pertanian

Beberapa Metode Berkebun Hidroponik Dengan Mudah Untuk Pemula

Belakangan ini telah ada macam-macam jenis metode hidroponik yang merupakan salah satu solusi bagi kamu yang ingin berkebun. Hidroponik sendiri adalah salah satu metode menananam tanaman dalam larutan kaya nutrisi berbasis air, dimana kata hidro adalah air dan ponos yang berarti kerja.

Ada juga macam-macam hidroponik yang tidak menggunakan tanah melainkan sistem nutrisi berbasis air. Dimana tujuan utama dari hidroponik adalah untuk menghilangkan sebanyak mungkin hambatan antara akar tanaman dan air, oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh.

Baca Juga: Cara Ajak Anak Berkebun

Teknik Hidroponik juga bisa dilakukan dengan beragam metode, karena ada banyak macam hidroponik yang terdiri dari mulai dari teknik sederhana hingga teknik tercanggih semua bisa digunakan.

Macam-macam hidroponik bisa Anda coba untuk memulai bertanam hidroponik. Dengan mengetahui macam-macam hidroponik Anda akan bisa menentukan teknik mana yang sesuai dengan kebutuhan.

1. Hidroponik DFT

Hidroponik DFT atau Deep Flow Technique merupakan variasi dari hidroponik NFT. lih-alih lapisan tipis nutrisi, tanaman dikelilingi oleh larutan nutrisi setinggi sekitar 4 cm. Teknik deep flow membuat sistem hidroponik jenis ini lebih aman, karena akar masih disuplai jika terjadi kegagalan pompa.

Namun, metode ini tidak terlalu sering diterapkan, karena terutama dalam sistem yang lebih panjang atau lebih besar, pasokan oksigen ke tanaman bervariasi sehingga menghasilkan pertumbuhan tanaman yang tidak merata.

2. Hidroponik NFT

Hidroponik NFT atau Nutrient Film Technique merupakan salah satu dari macam-macam hidroponik yang cukup sederhana. Dengan sistem hidroponik NFT, larutan nutrisi dipompa ke saluran yang dapat menampung beragam tanaman. Saluran sedikit miring, sehingga larutan nutrisi mengalir melalui saluran, melewati akar tanaman, menggantung akar, dan kembali ke reservoir hidroponik.

Jenis sistem ini bekerja sangat baik karena akar tanaman menyerap lebih banyak oksigen dari udara. Karena hanya ujung akar yang bersentuhan dengan larutan nutrisi, tanaman dapat memperoleh lebih banyak oksigen yang memudahkan laju pertumbuhan yang lebih cepat. Karena ukuran saluran, sistem hidroponik NFT paling cocok untuk tanaman yang memiliki sistem akar kecil, seperti sayuran berdaun hijau.

3. Hidroponik Pasang Surut

Hidroponik pasang surut atau ebb and flow bekerja sangat baik untuk hampir semua jenis tanaman termasuk beberapa sayuran akar. Jenis sistem ini berfungsi dengan membanjiri area yang tumbuh dengan larutan nutrisi pada interval tertentu.

Solusi nutrisi kemudian perlahan-lahan mengalir kembali ke reservoir. Pompa terhubung ke pengatur waktu, sehingga proses berulang dengan sendirinya pada interval tertentu sehingga tanaman mendapatkan jumlah nutrisi yang diinginkan.

Sistem hidroponik pasang surut sangat ideal untuk tanaman yang terbiasa dengan periode kekeringan. Tanaman tertentu tumbuh subur ketika mereka melewati periode kering sedikit karena menyebabkan sistem akar tumbuh lebih besar untuk mencari kelembaban. Ketika sistem akar tumbuh lebih besar, tanaman tumbuh lebih cepat karena dapat menyerap lebih banyak nutrisi.

4. Hidroponik Kultur Air

Hidroponik kultur air atau water culture system merupakan teknik yang cukup sederhana dari macam-macam hidroponik. Platform yang menampung tanaman biasanya terbuat dari Styrofoam dan mengapung langsung pada larutan nutrisi.

Kultur air adalah sistem pilihan untuk menanam selada yang merupakan tanaman yang sangat menyukai air. Sangat sedikit tanaman selain selada yang dapat bekerja dengan baik dalam sistem jenis ini.

5. Hidroponik Sumbu

Sistem sumbu adalah jenis sistem hidroponik yang paling sederhana yang tidak memerlukan listrik, pompa, atau aerator. Di antara berbagai jenis sistem hidroponik, ini adalah satu-satunya yang dapat menjadi sistem yang sepenuhnya pasif, yang berarti tidak diperlukan listrik. Sistem sumbu baik untuk tanaman kecil yang tidak menggunakan banyak air atau nutrisi.

Nutrisi dan air dipindahkan ke zona akar tanaman melalui sumbu, yang seringkali merupakan sesuatu yang sederhana seperti tali atau sepotong kain. Salah satu kunci sukses dengan sistem sumbu adalah menggunakan media tumbuh yang mengangkut air dan nutrisi dengan baik. Pilihan yang baik termasuk sabut kelapa, perlite, atau vermiculite.

6. Aeroponik

Aeroponik bukanlah metode termudah untuk berkebun hidroponik, tetapi ini adalah konsep yang sederhana. Dengan teknik ini, tanaman ditangguhkan di udara dan larutan nutrisi disemprotkan ke sistem akar tanaman.

Solusi nutrisi dipompa ke pipa yang dilengkapi dengan nozel kabut. Saat tekanan terbentuk, semprotan akan menyemprot akar tanaman dan solusinya kembali ke reservoir.

Itulah tadi beberapa macam cara hidroponik untuk berkebun dengan mudah untuk pemula. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi terbaru buat kamu seputar dunia berkebun.