Kategori
Berkebun

Cara Menanam Jahe Merah

Cara Menanam Jahe Merah

Cara Menanam Jahe Merah – Jahe merah adalah salah satu jenis tanaman obat yang memiliki banyak manfaat. Jadi jangan heran jika jahe ini diminati oleh banyak kalangan. Permintaan pasar pun meningkat dari tahun ke tahun.

Selain banyak manfaatnya, jahe merah juga memiliki harga jual yang cukup tinggi. Begitu banyak petani mulai membudidayakan jahe merah. Tumbuhnya jahe merah tidak membutuhkan sumber dana yang besar. Namun, hasil jahe merah bisa menjadi sangat besar.

Budidaya jahe merah belakangan ini banyak diminati oleh para petani, karena dengan membudidayakannya banyak manfaat yang bisa diperoleh, jahe merah selain bisa dimanfaatkan untuk tanaman obat, peluang bisnis budidaya jahe merah juga masih terbuka lebar, karena permintaan pasar akan jahe merah masih terbilang tinggi.

Budidaya jahe merah tidak harus dilakukan pada lahan yang luas, pada lahan yang sempit sekalipun masih bisa dilakukan.

Menanam jahe merah selain bisa dilakukan pada areal persawahan, dapat pula dilakukan pada media karung ataupun polybag yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda.

SYARAT TUMBUH JAHE MERAH

Ada beberapa karakteristik yang harus terpenuhi untuk menanam jahe merah, antara lain:

  • Jahe merah tumbuh pada iklim dengan curah hujan 2.500 hingga 4.000 mm per tahun
  • Jahe merah yang masih muda yang berusia 2 – 7 bulan membutuhkan matahari yang cukup sehingga harus berada di tempat yang terbuka dengan suhu udara sedang antara 20 hingga 35 derajat celcius.
  • Rentang derajat keasaman tanah pada pertumbuhan jahe merah cukup tinggi, yakni 4,3 sampai 7,4 dan tumbuh di jenis tanah gembur yang mengandung humus.
PERSIAPAN MEDIA TANAM

Seperti yang disebutkan di atas, media tanam yang digunakan adalah karung bekas atau polybag. Karung berukuran besar akan membuat hasil panen jahe merah semakin besar. Namun, disarankan untuk memakai karung dengan ukuran 40×50 cm.

Siapkan tanah, pupuk organik, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 atau 3:2:1.

PROSES PEMBIBITAN

Proses pembibitan jahe merah ini terdiri dari beberapa langkah, diantaranya:

  • Persiapan pembibitan

Agar mendapatkan hasil panen yang optimal salah satunya dilakukan dengan bibit yang berkualitas.

Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi), dan mutu fisik (bibit yang bebas hama dan penyakit).

Bibit jahe merah berasal dari jahe yang sudah tua ( berumur 9-10 bulan ) dan tidak ada tanda pembusukan pada jahe tersebut dan pastikan tidak terdapat lecet pada rimpang yang biasanya terjadi saat penggalian.

Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan.

Jangan menyimpan rimpang untuk bibit terlalu lama karna akan mempengaruhi mutu bibit jahe merah. Potonglah rimpang yang akan dijadikan bibit dengan cutter yang bersih dan steril, dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas.

  • Pengecambahan

Pada proses ini kita harus memeriksa apakah ada serangan jamur pada bibit jamur merah. Rendam bibit pada larutan fungisida (misalnya Dithane M-45) selama 15 menit.

Atau Anda cukup merendam sebentar bibit jahe merah lalu meletakkannya pada tempat yang lembab agar kecambah muncul. Periksa bibit jahe tersebut secara teratur jika terdapat rimpang yang busuk maka sebaiknya buang dan jauhkan dan juga basahi/siram setiap hari hingga kecambah muncul. Biasanya butuh waktu 2 minggu.

  • Penyemaian

Proses penyemaian jahe merah biasanya digunakan menggunakan peti kayu. Cara melakukannya cukup mudah, letakkan bibit jahe merah pada peti kayu, berikan sekam padi atau abu gosok, benih akan tumbuh setelah 2-4 minggu.  Bibit yang sudah siap tanam adalah bibit yang telah bertunas sekitar 5 – 10 cm. Lalu rimpang yang tersisa bisa ditanam kembali di tempat penyemaian agar tumbuh bibit baru.

Kategori
Berkebun

Cara Budidaya Labu Madu

Cara Budidaya Labu Madu

Cara Budidaya Labu Madu – Labu madu mungkin terdengar tidak familiar bagi Anda cara menaman bunga iris kuning . Labu madu yang memiliki nama latin Cucurbita Moschata merupakan salah satu kelompok tanaman labu-labuan yang sedang menjadi trend dan banyak di gandrungi masyarakat. Mari kita check dibawah ini!

Pemilihan Benih

Untuk pemilihan benih, tentu usahakan benih berasal dari benih yang berkualitas. Sebab faktor penentu produktivitas hasil panen sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ada.

Oleh karena itu, belilah benih di toko benih yang terpercaya. Selain itu jangan lupa  untuk memperhatikan tanggal kadaluarsa pada kemasan dan pastikan bahwa benih yang anda beli telah tersertifikasi resmi dari dinas terkait.

Penyemaian Benih

Sebaiknya lakukan penyemaian untuk mendapatkan hasil tanaman yang seragam serta tingkat adaptasi tanaman yang tinggi saat di pindah ke lahan. Lakukan cara berikut :

  • Siapkan media tanam berupa campuran tanah yang telah diayak dan diambil bagian halusnya saja.
  • Dengan pupuk kandang atau kompos yang telah di ayak halus juga.
  • Campurkan media tanam hingga merata.
  • Kemudian siapkan plastik polibag transparn berdiameter 5 cm.
  • Bolongi bagian dasar plastik polibag agar air siraman tidak menggenang di media.
  • Masukkan media tanam kedalam plastik, isi hingga padat dan penuh.
  • Kemudian tempatkan persemaian pada lokasi yang ternaungi dan hanya terkena intensitas cahaya matahari sebanyak 50%.
  • Setelah itu, buat bulang tanam sedalam 0,5-1 cm pada setiap polibag.
  • Kemudian tanamkan benih kesetiap lubang tanam, tutup kembali lubang tanam hingga benih tidak terlihat.
  • Setelah itu, siram menggunakan air secukupnya.
  • Tunggu 3-5 hari maka benih akan mulai berkecambah.
  • Lakukan pemeliharaan rutin seperti penyiraman hingga tanaman berumur 2-3 minggu dan siap dipindahkan ke lahan tanam.
Persiapan Lahan Tanam

Sambil menunggu bibit labu madu siap dipindahkan ke lahan. Maka sebaiknya persiapkan lahan tanam terlebih dahulu. Ikuti cara berikut dalam menyiapkan lahan tanam labu madu.

  • Gemburkan lahan tanam dengan cara mencangkul seluru lahan tanam pada lokasi tanam yang telah ditentukan.
  • Sebaiknya pilih lokasi tanam yang luas, terbuka dan terpapar cahaya matahari langsung.
  • Setelah lahan tanam gembur maka tahap selanjutnya ialah membuat bedengan.
  • Ukuran bedengan disesuaikan dengan ukuran lahan.
  • Namun, idealnya adalah ukurang bedengan dengan pangan 3 meter lebar 1 meter dan tinggi 20-30 cm.
  • Setelah itu buat lubang tanam dengan kedalaman 25 cm dan jarak 25-30 cm per tanaman.
  • Jika lahan anda sempit maka buat jarak tanam cukup 25 cm saja ini akan dapat menambah populasi tanaman pada lahan anda.
  • Setelah itu masukkan pupuk kandang kesetiap lubang tanam sebanyak 0,5 kg.
  • Kemudian diamkan lahan tanam dan tunggu hingga bibit siap dipindahkan.
Penanaman

Setelaah bibit berumur 2-3 minggu atau saat tinghi binit telah mencapai 7-10 cm. Maka bibit sudah cukup umur untuk dipindahkan kelahan tanam. Lakukan cara berikut :

  • Pilih bibit dengan kualitas yang baik, seperti sehat, tidak cacat dan tidak terpapar hama dan penyakit.
  • Lakukan penanaman pada pagi hari atau sore hari saat cuaca tidak terlalu terik.
  • Setelah itu, buka plastik polibag dengan hati-hati jangan sampai merusak akar tanaman.
  • Selanjutnya masukkan binit beserta media tanah kedalam lubang tanam.
  • Tutup kembali lubang tanam dengan menggunakan tanah hingga padat dan tanaman dapat tumbuh tegak sempurna.
  • Opsional, taburkan Furadan 3G dengan dosis 3 gram dengan jarak 2 cm dari perakaran.
  • Setelah iti biarkan selama 3 hari baru kemudian lakukan penyiraman pada lahan tanam.
  • Jika ada bibit yang mati atau tidak tumbuh optimal.maka sebaiknya di sulam dan diganti dengan benih yang baru.
Perawatan dan Pemeliharaan

Sebagaimana jenis tanaman yang lain, untuk menghasilkan panen yang melimpah maka labu madu juga harus di rawat secara intensif. Lakukan cara berikut :

Penyiraman

Penyiraman dilakukam setiap 1 kali dalam sehari. Atau dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca. Tentunya saat cuaca kering sebaiknya tingkatkan volume atau intensitas penyiraman. Sebaliknya jika musim penghujan datang maka tidak perlu lagi disiram.

Sebaiknya pastikan bahwa masa tanam anda tidak mendekati musim penghujan karena hal ini akan berbahaya bagi pertumbujan terutama tanaman labu yang akan lebih rentan mengalami kebusukan buah saat musim penghujan.

Pemupukan

Pemupukan sangat penting dilakukan, mengingat kadar unsur hara yang dibutuhkan tanaman tidak selalu dapat diberikan oleh tanah.

Oleh sebab itu, berikan pemupukan setiap 1 bulan sekali menggunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang.

Selain itu pada saat awal masa pertumbuhan anda dapat memberika pupuk NPK 3 gram pertanaman untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman menjadi optimal.

Penyiangan

Penyiangan berfungsi untuk menyingkirkan gulma yang dapat menganggu pertumbuhan tanaman. Selain itu, gulma yang tumbuh disekitar tanaman akan menghalangi penyerapan unsur hara bagi tanaman.

Oleh karena itu lakukan penyiangan secara rutin setiap 2-3 minggu sekali. Cukup lakukan dengan mencabut gulma pada bedengan tanaman, atau menggunakan cangkul untuk membersihkan gilma di sekitar bedengan.

Pengajiran

Labu madu merupakan tanaman yang tumbuh merambat, sehingga sangat perlu dilakukan pengajuran agar tanaman dapat tumbuh sesuai dengan bentuk yang dikehendaki.

Anda bisa membuat bentuk ajir seperti huruf V terbalik atau membuat para-paa sehingga buah tanaman tidak sampai jatuh ke tahah.

Pemangkasan dan Pengendalian HPT

Pemangkasan dan pengendalian HPT penting dilakukan agar hasil panen dapat melimpah. Sebaiknya lakukan penyemprotan menggunakan pestisida dosis rendah secara ruti sejak tanaman berumur 1 bulan setelah tanam hingga menjelang tanaman berbuah.

Panen 

Setelah mencapai umur 3 bulan setelah tanam atau 90 hari setelah tanam maka labu madu akan mulai berbuah. Setelah 1-3 minggu dari masa munculnya bunga maka buah tanaman akan dapat dipenen.

Kriteria buah yang siap panen adalah warna kulit yang mulai kekuningan dan saat anda memukul buahnya maka akan berbunyi berdenting. Artinya bahwa buah telah siap dipetik. Jka dibiarkan saja dan tak segera di panen maka buah akan rentan mengalami kebusukan.

Kategori
Berkebun

Cara Menanam Jambu Biji

Cara Menanam Jambu Biji

Cara Menanam Jambu Biji – Jambu Biji, Jambu Siki dan Jambu Klutuk adalah tanaman tropis yang berasal dari Brasil, disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Jambu Biji memiliki buah yang berwarna hijau dengan daging buah berwarna putih atau merah dan berasa asam-manis. Buah jambu biji dikenal mengandung banyak vitamin C.

Jambu biji dapat dibudidayakan melalui perkembangbiakan vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan secara vegetatif dilakukan dengan mencangkok ataupun okulasi, sedangkan generatif dilakukan dengan menanam biji. Mari kita bahas cara menanam jambu biji, simak di bawah ini!

Pemilihan Bibit Unggul Jambu Biji

Jambu biji memiliki beranekaragam varietas. Tentunya, untuk memilih bibit jambu biji Anda harus menentukan terlebih dahulu varietas jambu biji yang ingin Anda tanam di pekarangan rumah Anda.

  • Pilihlah buah yang berasal dari tanaman induk.
  • Pastikan buah sudah matang langsung di pohon, dengan ciri-ciri: kulit buah berwarna hijau kekuningan, lunak, dan aroma khas jambu biji sudah mulai tercium.
  • Pilihlah buah jambu biji yang berukuran besar dan berat, dimana hal ini mengindikasikan bahwa kuantitas biji yang terkandung di dalamnya juga banyak.
  • Hindari memilih buah yang sudah jatuh ataupun pecah.
Persiapan Media Tanam

Media tanam yang digunakan dalam tahap ini bertujuan untuk menumbuhkan bibit buah dari biji. Untuk melakukan penyemaian, maka siapkanlah alat dan bahan berikut ini.

  • Pot atau polybag yang telah dilubangi di bagian bawahnya
  • Tanah
  • Pasir
  • Pupuk organik, seperti pupuk kompos atau pupuk kandang
  • Cetok
  • Air secukupnya
Penyemaian

Dalam menanam jambu biji secara generatif atau dari biji, proses penyemaian menjadi hal yang cukup penting. Penyemaian dilakukan untuk merangsang biji buah untuk tumbuh dengan media mikro.

  • Campurkan pasir, tanah, dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1:1
  • Masukkan campuran ke dalam pot atau polybag sebanyak ¾ bagian
  • Biarkan selama dua minggu
  • Letakkan biji di bagian atas campuran tersebut
  • Tutupi dengan pasir
  • Siramlah dengan air secukupnya
  • Pantaulah pertumbuhan tunas jambu biji tersebut
  • Jangan lupa untuk melakukan penyiraman secara berkala
  • Jagalah media tanam agar tetap lembap
Persiapan Lahan

Anda dianjurkan untuk menyiapkan lahan mulai dari dua minggu sebelum proses pemindahan bibit. Berikut adalah proses persiapan lahan jambu biji.

  • Pilihlah lahan yang gembur, di area terbuka yang terkena sinar matahari secara langsung
  • Bersihkanlah tanah dari bebatuan dan rumput-rumput liar yang sekiranya dapat mengganggu pertumbuhan tanaman
  • Galilah lubang sedalam 20 – 30 cm
  • Buatlah bedengan di sekitaran lubang dengan tinggi 30 cm dan lebar kurang lebih 3 meter sebagai penunjang saluran air untuk tanaman
  • Masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak ¾ bagian
  • Biarkan lubang dengan pupuk selama dua minggu untuk mengupayakan kondisi tanah lebih stabil dan layak tanam
Pemindahan Bibit Jambu Biji

Setelah lubang dibiarkan dengan pupuk selama dua minggu, saatnya untuk melakukan pemindahan bibit. Adapun beberapa langkah yang dapat diikuti untuk memindahkan bibit jambu biji ke lahan permanen adalah sebagai berikut.

  • Jika Anda menggunakan polybag, robeklah polybag.
  • Angkatlah tanaman dari pot atau polybag
  • Pastikan tanah ikut terangkat dan tidak hancur
  • Pindahkan ke media permanen dengan meletakkan di dalam lubang tanam
  • Pastikan posisi batang tanaman tegap lurus
  • Tutupi dengan tanah dan padatkan
  • Siram dengan air secukupnya
Penyiraman

Anda disarankan untuk melakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari. Waktu yang dianjurkan pada pagi hari adalah mulai dari pukul 7 hingga 9, sedangkan waktu yang dianjurkan saat sore hari adalah pada pukul 3 hingga 5 sore. Selain dari waktu tersebut, janganlah melakukan penyiraman.

  • Siramlah tanaman secara perlahan dengan air sedikit demi sedikit.
  • Jangan sampai ada air yang menggenang di atas media tanam.
  • Pastikan drainase atau saluran air pada tanaman sudah dibuat dengan baik.
  • Jika menggunakan pot atau polybag, pastikan sudah dilubangi di bagian bawahnya.
  • Jika langsung menanam pada media tanah, pastikan untuk membuat bedengan.
Penyiangan dan Penggemburan Tanah

Penyiangan merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman jambu biji dengan melindungi tanaman pokok dari tanaman-tanaman liar di sekitarnya.

Di samping melakukan penyiangan, disarankan juga untuk melakukan penggemburan tanah secara berkala. Pantaulah keadaan tanah di sekitar tanaman jambu biji.

Penggemburan tanah dapat membantu sirkulasi udara sehingga secara tidak langsung mampu menunjang pertumbuhan tanaman jambu biji dengan optimal.

Pemupukan

Pemupukan pada tanaman jambu biji juga perlu dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat pertumbuhan tanaman jambu biji. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan secara berkala.

  • Berikan pupuk pada saat usia tanaman belum menginjak satu tahun. Pada fase ini, campuran pupuk yang baik untuk diberikan adalah pupuk kandang, TSP, Urea, dan ZK. Taburkanlah pupuk tersebut di area sekeliling tanaman jambu biji.
  • Fase kedua adalah saat tanaman jambu biji berusia 1 – 3 tahun, pupuk yang disarankan untuk diberikan adalah pupuk NPK dan TSP. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan dalam jangka waktu tiga bulan sekali.
  • Di atas usia tiga tahun, pemberian pupuk hanya dilakukan jika tanaman dirasa tubuh kurang sempurna. Pada fase ini disarankan untuk memberikan pupuk kandang, TSP, dan NPK.
Proses Panen Jambu Biji

Setelah tiga tahun masa tanam, maka proses panen pun sudah dapat dilakukan. Sebelum memanen, pastikan buah yang dihasilkan sudah matang.

Perhatikanlah ciri-ciri berikut untuk menentukan bahwa buah jambu biji sudah siap untuk dipanen.

  • Kulit buah berwarna hijau kekuningan dan mengkilap
  • Mengeluarkan aroma khas jambu biji
  • Tekstur buah lunak

Ketika buah jambu biji Anda memenuhi tiga ciri-ciri tersebut, maka Anda sudah diizinkan untuk memanen.  Panen dapat dilakukan dengan memetik dan memotong tangkai jambu biji dengan alat potong seperti pisau atau gunting.

Kategori
Berkebun Pertanian

Cara Menanam Pohon Pisang

Cara Menanam Pohon Pisang

Cara Menanam Pohon Pisang – Buah pisang tentu sudah tidak asing lagi dengan jenis buah yang satu ini. Dimana pisang merupakan salah satu jenis buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya dikonsumsi pada kalangan lansia saja bahkan dikonsumsi unutk balita sebagai makanan tambahan.

Buah pisang adalah salah satu buah yang memiliki banyak akan manfaat. Kandungan nutrisi yang terdapat pada buah ini sangat banyak dibutuhkan oleh tubuh. Tanaman pisang ini sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat kita terlebih karena tanaman ini sudah sangat sering ditanam pada rumah.

Terlebih, peluang bisnis yang bisa didapatkan dari pisang ini juga masih sangat luas karena banyaknya manfaat yang bisa diapatkan. Secara umum, saat ini pisang tidak banyak yang melakukan budidaya secara intensif. Hanya sebagian kalangan saja yang melakukan budidaya secara masif. Oleh karena itu, budidaya buah pisang sangat diminati oleh semua kalangan. Berikut adalah teknik yang dibutuhkan untuk cara menanam pohon pisang agar cepat berbuah.

Tanaman pisang sangat mudah dijumpai terutama didaerah wilayah Indonesia yang mana salah satu jenis buah yang menjadi makanan umum masyarakat. Anda juga dapat menemukan buah pisang diberbagai pasar tradisional, lokal bahkan di supermarket terdekat. Karena di Indonesia termasuk cocok dalam pertumbuhan buah pisang yang mana menyukai iklim tropis.

Pembibitan dari Tunas Pisang

Biasanya, pada pemilihan bibit pisang ini digunakan dengan menggunakan tunas. Tinggi tunas yang biasanya digunakan untuk menjadi bibit adalah yang memiliki tinggi sekitar 1 – 1.5 m yang memiliki kelebaran umbi sekitar 15 – 20 cm. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, sebaiknya anakan yang digunakan adalah yang diambil dari tanaman pisang yang termasuk dalam kategori yang sehat serta baik. Selain itu, ketinggian dari bibit tanaman ini juga akan berpengaruh terhadap produksi dari tanaman pisang itu sendiri.

Pada bibit anakan tanaman pisang ini sendiri juga dibagi menjadi dua jenis: anakan tua serta muda. Dalam hal ini, anakan dewasa akan memiliki potensi untuk lebih baik dijadikan bibit karena kesiapannya lebih matang, yaitu telah memiliki calon bunga dan persediaan makanan yang tersedia didalam batang. Selain itu, penggunaan tunas bibit yang masih berbentuk tombak dan daun yang masih seperti pedang juga lebih dibaik daripada daun dari tunas sudah melebar.

Untuk mendapatkan bibit, hal yang dapat kita lakukan adalah dengan cara membeli atau ambil dari kebun sendiri. Pada penanamannya itu sendiri, bibit akan di tanam pada jarak yang tidak terlalu rapat antar pohonnya yaitu dengan jarak 2 x 2 m. Pada pohon induk akan dibiarkan terdapat beberapa tunas sekitar 7 hingga 9 buah tunas. Apabila lebih dari itu, sebaiknya dilakukan pula pemangkasan agar dapat mengurangi jumlah tunas yang ada.

Media Tanam

Untuk perkembangannya, tanaman pisang dapat tumbuh dengan menggunakan tanah yang memiliki banyak humus, memiliki kandungan kapur maupun tanah yang berat. Karena pada dasarnya tanaman ini menyerap banyak nutrisi yang terdapat pada tanah maka sebaiknya pembudidayaan tanaman pisang menggunakan media tanam atau tanah berhumus yang telah dilakukan pemupukan.

Selain itu, air juga harus tersedia untuk menumbuhkan tanaman pisang. Meskipun sangat dibutuhkan, tetapi kita tidak boleh membuat tanaman tersebut tergenang oleh air. Tetapi, penanaman dari tanaman pisang itu sendiri harus diairi secara intensif. Apabila tanaman pisang ditanam pada tanah yang basah, ketinggian air yang dibutuhkan untuk menanam adalah 5 hingga 200 cm.

Pengolahan Media Tanam Pisang

Cara menanam pohon pisang sangat mudah yaitu dengan penglolahan media tanam yang baik. Ketika membuka lahan yang akan digunakan untuk menanam. Sebaiknya lahan yang akan digunakan telah dipertimbangkan sematang mungkin, khususnya dibagian iklim, ekonomi, serta letak pasar tempat dimana pisang kemudian akan diolah kembali. Selain itu perlu diperhatikan pula dari keamanan dari tempat menanam tanamannya.

Lahan yang digunakan juga sebaiknya telah bersih dari hama-hama penggangu yang apabila dikemudian hari dikhawatirkan akan menggangu proses pertumbuhan dari tanaman pisang itu sendiri. Dan perlu dilakukannya penggeburan tanah agar terjadinya proses pertukaran udara serta racun-racun yang terdapat di tanah dan membuat saluran irigasi agar saluran air dapat dikontrol dan tidak membuat tanaman pisang mendapatkan terlalu banyak air dalam proses pertumbuhannya.

Selain itu, tanah sebaiknya dibuat teras apabila posisi tanah berada di kondisi tanah yang miring, sebaiknya dibuat teras agar keadaan tanah dapat digunakan untuk menanam. Tanamlah tanaman seperti lamtoro guna ntuk menjaga tanah agar tidak terjadinya erosi.

Kategori
Bisnis

Tips Jitu Cara Budidaya Ikan Lele Untuk Pemula, Pasti Untung

Tips Jitu Cara Budidaya Ikan Lele Untuk Pemula, Pasti Untung 

maxresdefault - Tips Jitu Cara Budidaya Ikan Lele Untuk Pemula, Pasti Untung

Tips Jitu Cara Budidaya Ikan Lele Untuk Pemula, Pasti Untung – Ikan lele kaya akan nutrisi dan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Untuk itu tidak heran jika permintaan ikan tawar ini tidak pernah sepi.

Hal ini pun bisa menjadi peluang untuk Anda yang tertarik memulai bisnis ternak lele.

resep pecel lele - Tips Jitu Cara Budidaya Ikan Lele Untuk Pemula, Pasti Untung

Sukses Ternak Lele

Menjalankan bisnis budidaya ikan lele tidaklah sulit. Benihnya pun mudah didapatkan.

Nah, bagi Anda para pemula, ikutilah beberapa tips berikut ini:

#1 Pembuatan Kolam

ternak lele - Tips Jitu Cara Budidaya Ikan Lele Untuk Pemula, Pasti Untung

Kolam ikan lele bisa terbuat dari tanah, terpal, maupun semen dengan ukuran yang sangat besar.

Sebelum menebar bibitnya, Anda harus menunggu beberapa hari agar lumut dan fitoplankton terbentuk sehingga air kolam tidak mudah keruh.

Berikan jarak yang cukup dalam dari permukaan agar ikan tidak kepanasan dan mati. Suhu air yang disarankan ialah 20 hingga 280C.

Tambahkan tanaman seperti eceng gondok atau talas agar dapat menyerap racun air kolam dan memberi keteduhan.

#2 Benih yang Berkualitas

Benih ikan lele unggul memiliki beberapa ciri fisik, yakni:

  • Jantan: Perut ramping, tulang kepala pipih, warna lebih gelap, lincah, dan kelamin berbentuk runcing.
  • Betina: Perut lebih besar daripada punggungnya, kepala cembung, gerakan lamban, dan kelamin berbentuk bulat.

Selain itu, bibit lele yang unggul akan lebih gesit dan agresif saat pemberian makan.

#3 Proses Kawin

Perhatikan ciri ikan lele yang siap kawin dari warna kelaminnya. Alat kelamin jantan akan berwarna merah dan betina berwarna kuning.

Nantinya, sel telur ikan lele yang sudah dibuahi akan menempel pada sarang dengan jangka waktu 24 jam.

Setelah itu telur akan menetas dan menjadi anakan ikan lele yang siap dipisahkan.

#4 Pengembangbiakan

Sebelum dipindahkan, siapkan terlebih dahulu ember yang diisi air kolam untuk menampung benih lele.

Hal ini penting agar benih lele tidak mengalami stres yang bisa menyebabkan kematian.

Jika sudah siap, letakkan ember ke dalam kolam pada malam atau pagi hari setelah air kolam dikurangi sekitar 10 hingga 20 cm.

Tunggu hingga 24 jam agar benih-benih lele bisa beradaptasi dengan kolam.

#5 Pemeliharaan

  • Pengelolaan Air

Jangan mengganti air kolam sebelum masa panen tiba agar ketenangan air kolam terjaga saat lele dalam masa pertumbuhan.

Jangan menggunakan cara sirkulasi saat menguras kolam, karena dapat mengurangi keasaman air kolam.

Anda boleh menambah air kolam, dengan catatan benih lele sudah diberi makan dan lakukan secara bertahap.

  • Pemberian Makan

Pakan ikan lele bisa berupa pellet, keong mas, plankton, cacing, atau sentrat 781-1 yang kandungannya sangat dibutuhkan ikan lele.

Berilah pakan 3 kali sehari sekitar pukul 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam.

Berikan pakan tambahan jika terdapat lele yang lincah mendongakkan kepala.

Sebaiknya, beri makan setelah matahari terbit agar polusi yang mencemari air hancur saat terkena sinar matahari.

Jangan memberikan pakan di kala hujan, karena dapat mencemarkan zat asam pada pakan nantinya.

  • Pencegahan Hama

Gunakan penghalang agar tidak ada hewan liar yang masuk ke dalam kolam.

Berikan pula obat-obatan khusus agar terhindar dari penyakit.

#6 Pemisahan Siap Panen

Ikan lele siap dipanen setelah 3 bulan. Warna air kolam akan berubah menjadi merah saat lele siap panen.

Lele yang siap panen memiliki ukurannya sekitar 5-7 cm atau 9-12cm.

Lakukan penyortiran dengan hati-hati. Jika sudah, bersihkan kembali kolam untuk dihuni benih-benih lele yang baru.

#7 Kelola Keuangan

Semua enam tips di atas tidak ada artinya apabila Anda tidak bisa mengelola keuangan dengan baik. Karena sebesar apapun bisnis Anda tumbuh di masa depan nanti, kalau keuangan tidak dikelola dengan benar, maka Anda tidak dapat menikmati hasil kerja keras Anda.

Untuk itu, segera ketahui bagaimana caranya mengelola keuangan bisnis dan pribadi dengan baik dan benar, bersama e-book Finansialku tentang Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis.

Itulah beberapa tips yang dapat Anda lakukan sebelum memulai dan saat menjalankan bisnis budidaya ikan lele. Dengan melakukan semua tips di atas, bisnis ikan lele Anda akan lebih mudah berkembang dan membuat omzet bisnis Anda meningkat.

Salam sukses selal guys..