Kategori
Berkebun

Budidaya Tanaman Ini Bisa Bikin Untung Jutaan

Budidaya Tanaman Ini Bisa Bikin Untung Jutaan

Budidaya Tanaman Ini Bisa Bikin Untung Jutaan – Pada umumnya, usaha budidaya tanaman sering diasosiasikan dengan pertanian yang butuh pengelolaan lahan dalam skala besar. Padahal, usaha budidaya ini ternyata bisa dilakukan di lingkungan perkotaan.

Harus menggunakan rencana yang matang dan kelihaian melihat peluang, usaha budidaya tanaman bahkan bisa dilakukan di pekarangan rumah. Dibekali dengan tanah di Indonesia yang subur, kamu tidak perlu khawatir untuk menekuni bisnis yang satu ini.

Bisnis ini juga bisa dilakukan sebagai hobi yang menyenangkan. Beberapa contoh budidaya tanaman yang bisa dilakukan di pekarangan rumah.

1. Budidaya Tanaman Cabai

Cabai adalah bahan makanan yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Dibalik rasanya yang pedas namun nikmat, tanaman ini menyimpan potensi keuntungan yang besar.

Iniliah beberapa alasan mengapa budidaya cabai menguntungkan:

  • Cabai memiliki permintaan yang sangat tinggi mengingat kebanyakan masyarakat Indonesia yang menyukai sambal sebagai teman makanan;
  • Harga cabai bisa dibilang stabil dan bisa melejit tinggi saat Bulan Ramadhan atau jika ada petani yang gagal panen; dan
  • Cara menanam cabe terbilang mudah serta bisa dilakukan di pekarangan rumah.
2. Bayam

Tanaman yang satu ini sangat kaya akan zat besi dan baik dikonsumi oleh para ibu hamil. Budidaya tanaman ini bisa dilakukan di rumah dengan lahan yang kecil karena media tanamnya bisa dilakukan dengan polybag.

Inilah beberapa hal yang harus disiapkan sebelum menanam bayam:

  • Tanah
  • Polybag
  • Pupuk Kompos
  • Pestisida Lamai
  • Bibit bayam (biji atau stek batang)

Opsi biji bisa dipilih jika kamu ingin menekan budget, sedangkan opsi stek bisa dipilih jika kamu tidak ingin repot saat proses menanam.

3. Bawang Merah

Budidaya tanaman yang satu ini bisa kamu lakukan dengan menyediakan media polybag, tanah, bawang merah, serta pupuk. Bawang merah sangat cocok untuk para pemula karena cara penanamannya yang relatif mudah.

Inilah beberapa hal yang harus diperhatikan saat menanam bawang merah:

  • Waktu penyiraman yan baik harus dilakukan pada pagi atau sore hari;
  • Taruh tanaman di tempat yang terkena sinar matahari; dan
  • Pastikan tanaman tidak terkena air hujan
4. Kangkung

Kangkung adalah tanaman kaya gizi yang bibitnya hanya memerlukan 4-6 minggu untuk panen. Kamu bisa mempertimbangkan untuk menggunakan baskom sebagai media tanam.

Inilah beberapa hal yang harus disiapkan sebelum melakukan budidaya tanaman kangkung:

  • Bibit kangkung hidroponik
  • Pupuk
  • Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
  • Plastik berbentuk saringan
  • Baskom seukuran plastik
5. Terong

Tanaman yang mengandung banyak gizi seperti vitamin K dan kalsium ini bisa dibudidayakan dengan media polybag. Dengan harga yang tidak terlalu rendah, tanaman yang bisa dibudidayakan di rumah ini bisa memberikan keuntungan yang tidak sedikit.

Inilah beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menanam terong:

  • Suhu harus berkisar diantara 22-30 derajat Celsius;
  • Media tanah meliputi pasir, sekam, tanah, dan pupuk;
  • Harus terkena sinar matahari yang cukup
  • Ph tanah harus berkisar 6,3-7,3.
6. Tomat

Tomat adalah jenis sayuran yang tidak asing bagi seluruh pecinta kuliner. Hal yang paling penting adalah memastikan tanahnya tetap basah. Proses stek adalah kunci utama dalam menanam tomat.

Selain itu, air di vas kaca bisa digunakan untuk menumbuhkan akar. Simpan tunas di tempat dengan suhu yang hangat seperti di depan jendela yang terkena sinar matahati.

Setelah 1-2 minggu, akar akan tumbuh pada tunas dan kamu bisa memindahkannnya ke meida tanam tanah ketika akarnya cukup panjang

7. Sawi

Tanaman sawi dibagi menjadi 4 macam yakni sawi hijau biasa, sawi hijau pahit, sawi minya, dan sawi berdaun lebar.

Namun, kamu bisa menggunakan metode yang sama untuk menanam keempatnya. Selain itu, sawi bisa ditanaman di tempat yang panas maupun dingin.

Tanah yang digunakan untuk menanam sawi harus mengandung senyawa organik yang lembap. Hal-hal tersebut tentunya bisa disiapkan dengan mudah di rumah, bukan?

Kategori
Berkebun

7 Cara Menanam Kangkung Yang Bersahabat Untuk Pemula

7 Cara Menanam Kangkung Yang Bersahabat Untuk Pemula

 

7 Cara Menanam Kangkung Yang Bersahabat Untuk Pemula – Sudahkah kamu tahu cara menanam kangkung sendiri di rumah?Jika belum, mungkin inilah saatnya untuk kamu tahu.

Selain bisa dijadikan hobi di akhir pekan yang menyenangkan, kamu juga bisa menghemat pengeluaran membeli sayuran.

Kangkung sendiri adalah salah satu jenis sayuran yang proses penanamannya lebih mudah daripada sayuran lain.

Tertarik untuk mencobanya?

Langsung saja lihat yuk cara menanam kangkung yang satu ini!

Cara Menanam Kangkung untuk Pemula

1. Menyiapkan Benih

Hal pertama yang harus dilakukan ialah memastikan benih yang dipilih mepunyai kualitas yang unggul dan bebas dari hama dan penyakit.

Untuk mendapatkannya, kamu bisa datang ke kios pertanian dan bertanya secara langsung dengan penjaga toko mengenai benih dengan kualitas terbaik.

Kemudian, dalam proses pembibitan, ada 2 cara yang bisa kamu pilih, yaitu dengan biiji (generatif) atau dengan teknik stek (vegetatif).

2. Siapkan Lahan untuk Menanam Kankung

Lahan yang akan dijadikan media tanam harus terbebas dari gulma dan rumput liar.

Setelah tanah digemburkan, buatlah gundukan tanah selebar 1 meter dengan panjang menyesuaikan (beri jarak 40 cm dengan bedengan).

Jika lahannya terbatas, sesuaikan saja media tanam dengan kebutuhan.

Intinya, gemburkan tanah dan atur bentuk lahan agar menyerupai bedengan.

Nah, untuk kamu yang menanam di lahan sederhana, jangan lupa untuk menyesuaikan luas lahan dengan benih yang akan ditanam ya.

3. Cara Memberi Pupuk Kangkung

Beri pupuk kandang di atas tanah yang telah diolah secukupnya, ratakan, dan biarkan selama 3-5 hari.

Jika kandungan asam pada tanah terlalu tinggi, beri kapur dolomit untuk menetralkan pH.

Untuk hasil yang maksimal, takaran yang pas ialah 1 ember kecil untuk setiap 1 karung pupuk.

4. Proses Menanam Kangkung

Berikut cara menanam kangkung:

  • Buat lubang tanam di bedengan dengan kedalaman 5 cm dan jarak antar lubang 15-20 cm
  • Masukkan 3 hingga 5 biji di setiap lubang.
  • Tutup dengan tanah tipis yang telah dicampur dengan pupuk NPK dan kandang.
  • Lakukan penanaman dengan teknik garitan atau zig-zag.
  • Lakukan langkah di atas saat musim penghujan tiba (November-Desember).

Jika dilakukan pada musim kering, pastikan agar pengairan dilakukan setiap hari.

5. Proses Penyulaman Kangkung

Penyulaman merupakan hal yang tidak boleh dilewatkan saat menanam kangkung.

Kamu harus bisa memilih dan mengganti tanaman yang tidak tumbuh dengan sempurna.

Jika hal itu terjadi, segera ganti dengan benih yang baru agal hasil panennya merata atau seragam.

6. Merawat Tanaman Kangkung

Pastikan agar kamu selalu membersihkan gulma serta tanaman lain yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman kangkung.

Selain itu, lakukan juga pemberian pupuk susulan agar unsur hara dalam lahan tetap terjaga.

Untuk melakukannya, beri pupuk urea sejumlah 15 gram per meter lahan dan taburkan di pinggir bedengan.

Proses ini bisa dilakukan 10 hari sejak pembibitan dilakukan.

7. Proses Panen Kangkung

Biasanya, kangkung sudah siap panen saat usia tanaman telah mencapai 30 hari semenjak benih ditanam.

Untuk memanennya, cukup cabut kangkung sampai ke akarnya, atau potong ujung pangkal batang dengan pisau.

Kumpulkan hasil panen itu di tempat yang lembap agar tidak layu.

Selain itu, kamu juga bisa merendam akarnya agar hasil panen bertahan lebih lama.

Nah,Itulah Cara menanam kangkung di rumah, selamat mencoba di rumah masing-masing ya.  idn poker deposit pulsa indosat.

Kategori
Berkebun

Manfaat Mengajak Anak Berkebun

Manfaat Mengajak Anak Berkebun

Manfaat Mengajak Anak Berkebun – Selama ini, berkebun memang masih dipandang sebagai aktivitas orangtua. Padahal semua kalangan bisa dan boleh melakukan aktivitas ini lho, Ma! Termasuk anak-anak.

Bahkan, belajar berkebun sejak dini terbukti memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan anak. Ia dapat mengasah kemampuan motorik anak, menumbuhkan rasa tanggung jawab, hingga mengajarkannya untuk lebih menghargai makanan.

Kegiatan menanam atau berkebun cukup ramai dibicarakan di media sosial semenjak pandemi Covid-19. Rupanya berkebun bisa membantu ‘membunuh’ rasa bosan baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Selain menanam tanaman, aktivitas berkebun bisa menanamkan nilai-nilai penting dalam hidup termasuk kerja keras, kesabaran, dan tanggung jawab.

Menurut Lucy Jones, penulis ‘Losing Eden: Why Our Minds Need the Wild’. alam memainkan peran dalam perkembangan kesejahteraan (well-being) anak.

“Jika kita berkebun, mikroba penting di tanah bisa meningkatkan serotonin (zat kimia di otak yang berkontribusi pada rasa bahagia) dan bau tanah setelah hujan (petrikor) mempengaruhi otak dengan cara meningkatkan suasana hati,” jelas Jones mengutip dari Good House Keeping.

Melihat berbagai manfaat tersebut, melibatkan anak dalam aktivitas berkebun adalah sebuah hal yang baik.

Manfaat-manfaat Mengajak Anak Berkebun:

Mengajarkan anak untuk lebih menghargai makanan

Dengan berkebun, anak melihat langsung proses tumbuhnya tanaman hingga siap dipanen menjadi bahan makanan. Anak akan belajar bahwa keberadaan makanan di piringnya membutuhkan proses yang panjang dan tenaga yang tidak sedikit.

Otomatis, anak akan lebih menghargai makanan. Ia pun lebih terdorong untuk selalu menghabiskan makanan yang dihidangkan untuknya.

Menumbuhkan rasa cinta terhadap alam

Dibandingkan dengan teori, metode belajar dengan praktek umumnya lebih efektif. Oleh karena itu, Mama tidak perlu membuang tenaga untuk menceramahi anak tentang pentingnya mencintai alam, cukup ajak ia berkebun.

Berkebun mengajak anak untuk merawat tanaman dan menyayanginya sebagai makhluk hidup. Otomatis dengan berkebun, anak akan belajar untuk lebih mencintai dan merawat alam.

Rasa cinta terhadap alam itu penting lho, Ma. Pasalnya sepanjang hidup, manusia akan selalu membutuhkan alam untuk bertahan.

Menumbuhkan rasa tanggung jawab

Sama seperti merawat makhluk hidup lainnya, berkebun juga menuntut tanggung jawab. Anak harus telaten merawat tanaman jika ingin tanamannya tumbuh dengan baik, termasuk menyiraminya dengan rutin, memberi pupuk, hingga menyingkirkan gulma atau hama yang menyerang.

Oleh karena itu, berkebun akan menjadi latihan yang baik untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab anak. Mama bisa memintanya untuk rutin menyiram tanaman untuk awalnya. Jika anak sudah terbiasa, Mama bisa memberinya tanggung jawab lebih untuk memberi pupuk dan lain-lain.

Mengajarkan anak untuk hidup sehat

Tidak hanya mengajarkan anak untuk lebih menghargai makanan, Mama juga bisa mengajarkan anak untuk hidup sehat selama berkebun lho, Ma.

Mama bisa mengenalkannya pada berbagai jenis buah dan sayuran serta nutrisi-nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Bahkan, beberapa penelitian menemukan anak-anak yang berkebun cenderung lebih memilih buah dan sayuran sebagai camilan mereka.

Mengasah kemampuan motorik anak

Hampir sebagian besar aktivitas saat berkebun membutuhkan pergerakan fisik, seperti menggali tanah, menanam bibit, menyiram tanaman, ataupun memindahkan pot. Aktivitas-aktivitas ini membutuhkan koordinasi otot yang baik. Otomatis, kemampuan motorik anak akan lebih terasah.

Dengan motorik yang terasah, anak pun akan menjadi lebih aktif. Pada akhirnya kemampuan ini juga akan berpengaruh pada kreativitas dan kemampuan berpikirnya.

 

Kategori
Berkebun

Tips Menanam Hidroponik Pakai Botol Bekas

Hidroponik Botol Bekas – Saat ini sistem hidroponik menjadi salah satu alternatif cara untuk menanam yang sangat praktis. Dimana teknik Hidroponik ini sendiri tidak memerlukan tanah dan lahan yang luas sehingga bisa kamu terapkan dengan mudah untuk berkebun di rumah.

Baca Juga: Beberapa Metode Berkebun Hidroponik Dengan Mudah Untuk Pemula

Cara mudah untuk menanam hidroponik dapat dilakukan dengan memanfaatkan barang-barang yang ada seperti contohnya botol bekas ataupun kain yang sudah tidak terpakai. Bila biasanya hidroponik dilakukan di rumah kaca dengan medium air berisi zat hara. Hidroponik juga ternyata bisa dimodifikasi menggunakan botol bekas.

Hidroponik dengan menggunakan botol bekas dapat dilakukan untuk menanam aneka tumbuhan dan sayur-sayuran seperti kangkung, selada, dan sawi.

Berikut cara mudah menanam hidroponik dengan botol bekas.

1. Siapkan Botol Bekas

Siapkan botol bekas. Lalu, potong botol menjadi dua. Tempatkan bagian tutup botol ke dalam bagian bawah botol. Posisi tutup botol akan tampak terbalik.

Botol bagian atas akan menjadi tempat media tanam sedangkan botol di bagian bawah menjadi tempat air yang bernutrisi atau berisi zat hara.

2. Hubungkan Kedua Bagian Botol

Hubungkan kedua bagian botol tersebut dengan menggunakan kain. Kain yang digunakan dapat berupa sumbu kompor. Jika tidak memiliki sumbu kompor dapat menggunakan kaus kaki yang tidak terpakai atau kain flanel yang dipotong seukuran sumbu kompor.

Bolongi bagian tutup botol yang cukup untuk dilewati kain sehingga kain dapat menjuntai kebagian bawah botol. Dikutip dari Home Guides, kain berfungsi untuk menghubungkan nutrisi air dengan media tanam.

3. Mengisi Air Zat hara

Setelah semua sistem dapat beroperasi, tuangkan air berzat hara pada bagian bawah botol sebelum batas menyentuh tutup botol yang terbalik. Air berzat hara adalah air bernutrisi tinggi yang mengandung mineral yang dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis.

4. Siapkan Media Tanam

Siapkan media tanam pada botol yang terbalik. Isi dengan bibit tanaman atau sayuran. Media tanam hidroponik dapat berupa sekam bakar, rockwool, atau cocopeat.

5. Ganti Air Ber Zat Hara Secara Rutin

Air berzat hara akan menyusut perlahan karena digunakan oleh tumbuhan. Setelah air menipis ganti dengan air yang baru.

Tempatkan pula media tanam dengan lokasi yang sesuai tergantung kebutuhan akan matahari. Beberapa tanaman membutuhkan lebih banyak sinar matahari, sedangkan yang lainnya hanya perlu sedikit sinar matahari.

Baca Juga: 4 Cara Berkebun Di Halaman Rumah Sempit

Itulah tadi beberapa cara mudah menanam tanaman hidroponik dengan botol bekas. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah informasi dan wawasan untuk kamu.

Kategori
Berkebun

4 Cara Berkebun Di Halaman Rumah Sempit

Berkebun mungkin sulit untuk dilakukan terlebih lagi buat kamu yang tinggal di kota besar dan halaman rumah yang sempit. Bahkan bagi kamu yang tinggal di apartemen, sepertinya berkebun adalah hal mimpi di siang bolong.

Baca Juga: Beberapa Metode Berkebun Hidroponik Dengan Mudah Untuk Pemula

Namun untuk bisa berkebun sebenarnya kamu tidak perlu lahan yang luas, karena lahan sempit di pekarangan rumah juga bisa dijadikan tempat untuk berkebun. Jadi gimana caranya? Berikut trik memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah untuk berkebun.

1. Rencanakan Dengan Matang

Langkah pertama untuk menanam tanaman di ruangan sempit adalah mempersiapkan rencana dengan baik. Jika Anda tinggal di apartemen dan hanya memiliki balkon atau teras, jangan sampai menghabiskan semua ruang untuk tanaman.

Apabila kesusahan untuk mendapatkan inspirasi, Anda bisa mencari melalui sosial media atau internet. Di sana, Anda bisa mendapatkan konsep atau ide-ide memanfaatkan halaman yang sempit tampak asri dan hijau.

Selain itu, Anda juga dapat mencari tanaman favorit yang sesuai dengan kantong.

2. Mencari Tanaman Yang Sesuai

Jika sudah memiliki wadah untuk menanam, langkah selanjutnya adalah mencari tanaman yang sesuai dengan kebutuhan dan kantong.

Benih tanaman biasanya cukup murah untuk dibeli, di situs belanja online dijual dengan kisaran 6ribu hingga 30 ribu tergantung jenis benih tanamannya.

Hal yang harus dipertimbangkan untuk membeli benih tanaman adalah mencoba menemukan barang yang bisa digunakan kembali. Artinya, benih dapat disimpan hingga tahun depan atau menanam kembali dengan mendaur ulang tanaman (seperti bawang hijau, seledri, nanas dan sebagainya)

3. Menggunakan Metode Vertikal

Anda dapat menempatkan tanaman kesayangan ke dinding atau pagar atau menggunakan teralis. Dinding yang dipilih harus memiliki sinar matahari yang cukup untuk tanaman.

Dilansir dari growveg, rekomendasi tanaman yang dapat menggunakan metode ini adalah buah kiwi, anggur, kacang polong dan tomat anggur. Pastikan penyangga cukup kuat untuk menahan tanaman.

4. Gunakan Wadah Daur Ulang

Setelah memiliki rencana, langkah yang penting selanjutnya adalah mengumpulkan alat dan barang yang dibutuhkan untuk berkebun.

Cara termudah untuk memulai berkebun di ruangan kecil adalah wadah yang dipilih untuk menanam tanaman. Wadah yang digunakan tak harus berbahan dasar tanah liat atau terracotta atau pot plastik dengan bentuk yang sempurna.

Dengan sedikit imajinasi, Anda bisa menggunakan mendaur ulang barang yang sudah ada di rumah. Pastikan barang yang digunakan dapat menampung cukup tanah untuk tanaman dan memungkinkan drainase yang memadai.

Sebelum itu, pastikan barang yang digunakan tidak berbahan kimia beracun jadi aman digunakan untuk tanaman yang bisa dikonsumsi. Bersihkan wadah terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menanam.

Berikut beberapa ide barang yang bisa didaur ulang sebagai sarana menanam tanaman yang dilansir dari gardenerspath:

  • kaleng
  • botol
  • guci
  • gulungan kertas toilet
  • lentera
  • tangki ikan
  • mangkuk ikan
  • ban
  • kotak surat atau keranjang
  • barang pecah belah
  • talang
  • pipa
  • beton
  • gerobak atau gerobak beroda
  • cangkir kopi
  • palet
  • kandang burung
  • keranjang baju
  • panci rusak
  • tabung logam
  • barel kayu

Itulah tadi beberapa cara berkeben di halaman rumah yang sempit. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi terbaru buat kamu seputar dunia berkebun.

Kategori
Berkebun

Cara Ajak Anak Berkebun

Cara Ajak Anak Berkebun

Cara Ajak Anak Berkebun – Kegiatan menanam atau berkebun cukup ramai dibicarakan di media sosial semenjak pandemi Covid-19. Rupanya berkebun bisa membantu ‘membunuh’ rasa bosan baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.

Selain menanam tanaman, aktivitas berkebun juga bisa menanamkan nilai-nilai penting dalam hidup termasuk kerja keras, kesabaran, pengetahuan dan tanggung jawab.

Alam memainkan peran dalam perkembangan kesejahteraan (well-being) anak. “Jika kita berkebun, mikroba penting di tanah yang bisa meningkatkan serotonin (zat kimia di otak) dan bau tanah setelah hujan (petrikor) mempengaruhi otak dengan cara meningkatkan suasana hati,” jelas Jones dari Good House Keeping.


Melihat berbagai manfaat tersebut, melibatkan anak dalam aktivitas berkebun adalah sebuah hal yang baik. Lalu bagaimana caranya agar mereka tertarik dan bersemangat? idn poker deposit pulsa indosat


1. Mulai dari yang kecil

Sebaiknya mulai dengan sesuatu yang kecil dulu. Anda tak perlu menyediakan lahan luas untuk mulai mengajak anak berkebun. Mulai saja dengan menanam tomat di pot atau bunga matahari di pot dan diletakkan di depan jendela rumah. Kalau mau di tanah boleh juga tanam cabe

Proyek-proyek kecil seperti ini bisa Anda gunakan untuk mengajarkan anak tentang dasar berkebun seperti media tanah yang baik, pentingnya sinar matahari dan menyiram tanaman.

2. Biarkan anak memilih jenis tanaman

Untuk menumbuhkan ketertarikan anak terhadap berkebun, biarkan anak sendiri memilih jenis tanaman yang ingin mereka tanam. Sebagai contoh, tomat ceri untuk bahan masakan dan bisa memproduksi buah lebih cepat daripada tomat besar. Sayuran berdaun hijau semisal, sawi, bayam atau kangkung yang bisa tumbuh cepat dan bisa dipanen lebih dari sekali. Atau tanaman hias yang saat berbunga memiliki warna-warni.


3. Buat perlengkapan sendiri

Kegiatan berkebun bisa Anda gabungkan dengan aktivitas kerajinan tangan. Namun dalam hal ini, Anda harus ajak anak membuat sendiri perlengkapan berkebun mereka. Alana Cama, Schools and Groups Programme Manager di Royal Horticultural Society menyarankan untuk membuat penyiram tanaman (watering can) cukup dari botol bekas.

Sediakan botol dan lubangi pada bagian tutupnya. “Ajak anak untuk mendekorasi bagian luar botol, buat beberapa lubang pada tutupnya dan Anda mendapatkan sebuah penyiram tanaman, yang bisa digunakan untuk menyiram tanaman atau menebar biji,” kata Cama.  

4. Konsisten

Kunci keberhasilan berkebun adalah konsistensi. Konsisten ini mulai dari perawatan hingga tanggung jawab akan penggunaan alat. Ajarkan anak cara menggunakan penyiram tanaman, cara mengisi ulang sekaligus penyimpanan saat tidak digunakan, Dan tunjukkan juga bagaimana cara menghilangkan tanaman liar di sekitar tanaman utama.

5. Buat penanda tanaman

Anda bisa menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab lewat penanda tanaman. Anak bisa membubuhkan papan kertas bertuliskan namanya plus gambar yang menarik agar dia bersemangat merawat.

Ajak pula dia memanfaatkan batu-batu sekitar tanaman untuk ditata mengitari tanaman sehingga tampilan taman lebih menarik sekaligus memberikan anak aktivitas lain.

6. Ajak anak olah hasil panen

Saat panen tiba, biarkan anak merasakan sendiri memanen tanaman jika Anda menanam tanaman sayur. Ajak anak untuk turut mengolah hasil panennya.

Jika menanam sawi, ajak anak untuk memotong sawi. Untuk tanaman tomat ceri bisa dijadikan topping juga seledri bisa digunakan untuk campuran sup.


7. Belajar membuat pupuk kompos

“Anda bisa berkeliling dapur dan melihat apa yang bisa dijadikan kompos. Ada beberapa benda aneh yang tidak Anda bayangkan seperti rambut atau stik es krim,” kata Ben Raskin.

Bantu anak untuk memahami pentingnya kompos bagi tanah dan buat tanaman. Ben berkata menjelaskan pada anak bahwa sesendok tanah mengandung banyak organisme seperti hutan kecil dan bisa membuat mereka bersemangat.