Kategori
Bisnis

Para Pengusaha Tak Tahu Kapan Bisnisnya Dapat Pulih Akibat Pandemik

Para Pengusaha Tak Tahu Kapan Bisnisnya Dapat Pulih Akibat Pandemik

Para Pengusaha Tak Tahu Kapan Bisnisnya Dapat Pulih Akibat Pandemik – Pandemik COVID-19 atau virus corona telah memukul perekonomian di Indonesia. Hal ini juga dirasakan para pengusaha. Bahkan, Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira belum dapat memproyeksikan kapan bisnis hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menangah (UMKM) dapat kembali pulih.

Menurut Anggawira hingga saat ini kurva kasus COVID-19 masih terus meningkat, hal itu membuat pemerintah terpaksa mengambil beberapa kebijakan Deposit Poker Pakai Pulsa yang berdampak pada pertumbuhan bisnis dan ekonomi.

“Kalau ditanya kapan ekonomi ini bisa stabil? Menurut saya kalau sudah ada kurva yang melandai dari pada coronavirus. Kalau misalnya masih tinggi terus, ya ini gak akan pulih, gitu loh. Misalnya, ada kebijakan pemerintah yang disampaikan oleh beberapa orang.”

1. PSBB bikin ruang gerak pengusaha terbatas 

Anggawira mengatakan, sebenarnya para pengusaha sudah mempersiapkan dengan matang strategi untuk membangkitkan kembali bisnisnya. Awalnya, dia optimistis dengan proyeksi yang dia simpulkan, mengutip pernyataan ahli dan pemerintah.

Namun sayang, semua rencana yang telah disusunnya untuk membuka kembali bisnis dalam waktu dekat, terpaksa harus dibatalkan. Sebab pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua.

“Planning yang sudah kita akselerasi dengan mengambil kesimpulan dari pada statement dari pemerintah, ahli dan sebagainya. Terpaksa kita review ulang gitu,” ujar dia.

2. Pengusaha harus jeli membaca tantangan 

Untuk itu, menurut Anggawira, pengusaha harus jeli membaca peluang dan tantangan yang ada. Dengan begitu, setidaknya pengusaha bisa mempertahankan karyawan atau tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Dia berharap pada 2021 pandemik COVID-19 melandai, sesuai dengan informasi yang ia dapatkan, sehingga ekonomi, bisnis, hingga UMKM bisa kembali pulih.

3. Pemerintah dan pengusaha diminta melakukan preventive action. 

Anggawira menyarankan agar pemerintah dan para pengusaha lainnya, terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan preventive action, seperti mengingatkan untuk menggunakan masker dan disiplin menjalankan protokol kesehatan lainnya.

“Yang harus kita lakukan dan itu harus dari diri kita sendiri, baru kita bisa boleh dibilang ya mengajak orang lain bersama-sama,” ujar dia.