Kategori
Berkebun

Mengenalkan Kepada Anak Bagaimana Asiknya Berkebun

Manfaat Berkebun bagi anak usia dini

Mengenalkan Kepada Anak Bagaimana Asiknya Berkebun – Semua kalangan bisa dan boleh melakukan aktivitas ini lho, Sobat! Termasuk anak-anak. Bahkan, belajar berkebun sejak dini terbukti memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan anak. Juga dapat mengasah kemampuan motorik anak, menumbuhkan rasa tanggung jawab, hingga mengajarkannya untuk lebih menghargai makanan.

Salah satu aktivitas rutin yang dilakukan di Rumah Tumbuh Daycare adalah mengajak anak berkebun dan menyiram tanaman yang ditanamnya setiap hari.

Meski terkesan kotor, riset membuktikan bahwa aktivitas berkebun berdampak baik bagi anak. Selain mengajarkan mencintai alam, aktivitas luar ruangan seperti ini juga bagus untuk perkembangan fisik maupun mental anak.

Seperti termuat dalam jurnal HortTechnology, riset pada 2007 membuktikan bahwa berkebun memacu aktivitas fisik anak sekaligus meningkatkan kesehatan.
Berkebun juga mendorong anak menjadi lebih aktif.

Penelitian yang dilakukan di Korea Selatan tersebut melibatkan 17 anak. Pada prosesnya, mereka diminta menyelesaikan 10 tugas berkebun, mulai dari menggali, menyangkul, menyiangi, menanam, menabur bibit, hingga menyangkok.

Untuk setiap tugas, anak-anak ini diberi waktu lima menit mengerjakan lalu istirarahat dengan waktu yang sama, kemudian diukur denyut nadi dan kondisi fisiknya. Hasil penelitian menunjukkan, kesepuluh tugas berkebun itu merupakan aktivitas fisik laiknya olahraga.

Menggali dinilai sebagai aktivitas paling melelahkan dibandingkan tugas lain dalam riset. Adapun tugas seperti Daftar IDN Poker menyiangi, menabur bibit, mengairi, dan menyangkok, masuk kategori aktivitas berintensitas moderat.

Para peneliti mengatakan, hasil studi ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan pelatihan perkembangan anak berbasis kebun. Berkebun juga bisa diterapkan sebagai terapi bagi anak-anak dengan kemampuan fisik terbatas.

beberapa manfaat positif aktivitas berkebun bagi anak :

1. Membuatnya   bergerak  lebih aktif. Maka, libatkan Anak membantu meletakkan biji dan  menyiram tanaman. Saat bergerak aktif di luar, anak juga akan mendapat asupan vitamin D dari matahari untuk memaksimalkan pertumbuhan fisiknya.

2. Anak juga bisa mengetahui proses menanam, memelihara, memetik dan memasaknya menjadi hidangan lezat di meja makan. Itu semua akan mengasah berbagai keterampilan dan memberinya pengalaman yang menyenangkan. Apalagi jika anak diberi kebebasan untuk memilih tanaman sendiri.

3. Dengan menanam di kebun sendiri, Ayah Bunda juga otomatis bisa belajar untuk berkebun dengan benar agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Selain itu Ayah Bunda pun bisa akan menjamin bahwa tanaman aman dikonsumsi. Karena, tumbuh tanpa pestisida. Sebaiknya, pilih buah-buahan dan sayuran yang mudah ditanam, cepat tumbuh, dan dipanen.

4. Menumbuhkan kecintaan Anak terhadap alam dengan mengenal tanaman dan hewan di sekitar rumah.  Lewat  itu,  akan tumbuh rasa empatinya kepada semua makhluk. Anak bisa belajar pentingnya menyayangi tanaman hingga mengetahui cacing yang kecil pun bisa begitu bermanfaat.

5. Belajar memahami proses pertumbuhan. Anak bisa melihat bukti, jika pohon yang kurang “minum” atau “makan” akan tumbuh layu. Dengan itu, Ayah Bunda bisa mengajarkan anak bahwa tubuh pun memerlukan makanan dan minuman yang cukup untuk tumbuh besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *