Kategori
Berkebun

Manfaat Mengajak Anak Berkebun

Manfaat Mengajak Anak Berkebun

Manfaat Mengajak Anak Berkebun – Selama ini, berkebun memang masih dipandang sebagai aktivitas orangtua. Padahal semua kalangan bisa dan boleh melakukan aktivitas ini lho, Ma! Termasuk anak-anak.

Bahkan, belajar berkebun sejak dini terbukti memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan anak. Ia dapat mengasah kemampuan motorik anak, menumbuhkan rasa tanggung jawab, hingga mengajarkannya untuk lebih menghargai makanan.

Kegiatan menanam atau berkebun cukup ramai dibicarakan di media sosial semenjak pandemi Covid-19. Rupanya berkebun bisa membantu ‘membunuh’ rasa bosan baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Selain menanam tanaman, aktivitas berkebun bisa menanamkan nilai-nilai penting dalam hidup termasuk kerja keras, kesabaran, dan tanggung jawab.

Menurut Lucy Jones, penulis ‘Losing Eden: Why Our Minds Need the Wild’. alam memainkan peran dalam perkembangan kesejahteraan (well-being) anak.

“Jika kita berkebun, mikroba penting di tanah bisa meningkatkan serotonin (zat kimia di otak yang berkontribusi pada rasa bahagia) dan bau tanah setelah hujan (petrikor) mempengaruhi otak dengan cara meningkatkan suasana hati,” jelas Jones mengutip dari Good House Keeping.

Melihat berbagai manfaat tersebut, melibatkan anak dalam aktivitas berkebun adalah sebuah hal yang baik.

Manfaat-manfaat Mengajak Anak Berkebun:

Mengajarkan anak untuk lebih menghargai makanan

Dengan berkebun, anak melihat langsung proses tumbuhnya tanaman hingga siap dipanen menjadi bahan makanan. Anak akan belajar bahwa keberadaan makanan di piringnya membutuhkan proses yang panjang dan tenaga yang tidak sedikit.

Otomatis, anak akan lebih menghargai makanan. Ia pun lebih terdorong untuk selalu menghabiskan makanan yang dihidangkan untuknya.

Menumbuhkan rasa cinta terhadap alam

Dibandingkan dengan teori, metode belajar dengan praktek umumnya lebih efektif. Oleh karena itu, Mama tidak perlu membuang tenaga untuk menceramahi anak tentang pentingnya mencintai alam, cukup ajak ia berkebun.

Berkebun mengajak anak untuk merawat tanaman dan menyayanginya sebagai makhluk hidup. Otomatis dengan berkebun, anak akan belajar untuk lebih mencintai dan merawat alam.

Rasa cinta terhadap alam itu penting lho, Ma. Pasalnya sepanjang hidup, manusia akan selalu membutuhkan alam untuk bertahan.

Menumbuhkan rasa tanggung jawab

Sama seperti merawat makhluk hidup lainnya, berkebun juga menuntut tanggung jawab. Anak harus telaten merawat tanaman jika ingin tanamannya tumbuh dengan baik, termasuk menyiraminya dengan rutin, memberi pupuk, hingga menyingkirkan gulma atau hama yang menyerang.

Oleh karena itu, berkebun akan menjadi latihan yang baik untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab anak. Mama bisa memintanya untuk rutin menyiram tanaman untuk awalnya. Jika anak sudah terbiasa, Mama bisa memberinya tanggung jawab lebih untuk memberi pupuk dan lain-lain.

Mengajarkan anak untuk hidup sehat

Tidak hanya mengajarkan anak untuk lebih menghargai makanan, Mama juga bisa mengajarkan anak untuk hidup sehat selama berkebun lho, Ma.

Mama bisa mengenalkannya pada berbagai jenis buah dan sayuran serta nutrisi-nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Bahkan, beberapa penelitian menemukan anak-anak yang berkebun cenderung lebih memilih buah dan sayuran sebagai camilan mereka.

Mengasah kemampuan motorik anak

Hampir sebagian besar aktivitas saat berkebun membutuhkan pergerakan fisik, seperti menggali tanah, menanam bibit, menyiram tanaman, ataupun memindahkan pot. Aktivitas-aktivitas ini membutuhkan koordinasi otot yang baik. Otomatis, kemampuan motorik anak akan lebih terasah.

Dengan motorik yang terasah, anak pun akan menjadi lebih aktif. Pada akhirnya kemampuan ini juga akan berpengaruh pada kreativitas dan kemampuan berpikirnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *