Kategori
Bisnis

Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi

Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi

Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi – Harga emas yang naik 1 persen pada penutupan perdagangan Senin dan mencetak rekor tertinggi dalam lebih dari 1 bulan.

Pendorong kenaikan harga emas karena investor mencari instrumen untuk melindung nilai setelah kenaikan kasus virus Corona yang menghambat pemulihan ekonomi.

Harga emas di pasar spot naik 1 persen menjadi USD 1.760,55 per ounce. Harga tertinggi dalam perdagangan Senin adalah USD 1.762,84 per ounce, tertinggi sejak Mei.

Sedangkan harga emas berjangka AS juga naik 1,3 persen ke level USD 1.776 per ounce. “Ada beberapa sentimen yang membuat harga emas melambung,” kata Bob Haberkorn, analis senior RJO Futures.

“Kenaikan kasus virus Corona secara global telah menyebabkan harga emas menembus level USD 1.750 per ounce. Jika kita tutup di atas USD 1.765 per ounce hari ini, level USD 1.800 tidak terlalu jauh,” jelas dia.

Emas merupakan instrumen yang aman selama masa ketidak pastian ekonomi. Harga emas mendapat dorongan setelah WHO pada Minggu melaporkan rekor kenaikan tertinggi, dengan peningkatan terbesar di Amerika Utara dan Selatan.

Dua pejabat Bank Sentral AS pada Jumat memperingatkan tingkat pengangguran bisa naik lagi jika virus Corona tidak bisa dikendalikan. Bank sentral di seluruh dunia telah mengambil langkah-langkah stimulus agresif dan mempertahankan suku bunga rendah selama pandemi.

“Tampaknya ada beberapa peningkatan dalam ekspektasi inflasi yang mendorong suku bunga riil lebih rendah dan memberikan dukungan pada harga emas,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Goldman Sachs: Harga Emas Bisa Tembus USD 2.000 per Ounce

Sebelumnya, harga emas terus memguat selama pandemi Corona ini. Bahkan analis Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan terus melanjutkan reli dipicu karena pelemahan dolar AS.

Harga emas diperdagangkan di atas USD 1.736 per ounce pada Jumat lalu di bursa Eropa. Angka tersebut naik sekitar 0,8 persen dalam perdagangan sepanjang hati itu.

Harga emas memang cukup stabil dalam 2 bulan terakhir karena langkah-langkah penanganan virus Corona telah membuahkan hasil. Hal tersebut menghentikan reli yang terjadi pada Maret di saat pertama kali dunia terkejut dengan penyebaran virus yang berasal di China tersebut.

Namun, dalam catatan Goldman Sachs terbaru, analis mereka memperkirakan harga emas dan akan terus merangkak naik dalam tiga, enam dan 12 bulan ke depan.

Tak tanggung-tanggung, perkirakan tersebut terus mendaki menjadi USD 1.800 per ounce, 1.900 per ounce dan 2.000 per ounce. Sedangkan perkiraan sebelumnya tercatat USD 1.600 per ounce, USD 1.700 per ounce dan USD 1.800 per ounce.

Analis Goldman memperkirakan kenaikan tersebut aan didorong oleh permintaan akan instrumen lindung nilai yang tinggi karena keragu-raguan pelaku pasar akan pertumbuhan ekonomi dunia.

Kombinasi peningkatan sentimen resiko di pasar negara-negara maju karena negara-negara besar mengangkat langkah-langkah penguncian, dan pasar negara berkembang yang kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, dapat menyebabkan ekspektasi koreksi harga emas.

“Namun, seperti yang telah kami nyatakan di masa lalu, permintaan investasi emas cenderung tumbuh ke tahap awal pemulihan ekonomi, didorong oleh kekhawatiran penurunan nilai dan tingkat riil yang lebih rendah,” kata catatan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *