Kategori
Bisnis

Tanpa Jakarta Great Sale

Tanpa Jakarta Great Sale

Tanpa Jakarta Great Sale – Juni dari tahun ke tahun, mal-mal DKI biasanya semarak dengan pesta diskon bertajuk Jakarta Great Sale. Tetapi tidak demikian halnya tahun ini.

Maklum, mal baru menginjak pekan kedua setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi virus corona yang memaksa operasionalnya tutup nyaris 3 bulan.

Tidak ada lagi pemandangan sekelompok muda-mudi bercerita penuh gelak tawa di sudut kedai kopi modern. Atau, dua sejoli bergandeng tangan menuju lantai teratas bioskop.

Atau, ibu-ibu yang asik melihat-lihat barang incaran atau berburu diskon sembari menenteng tas belanjaan.

Kenyataannya, seminggu setelah pusat perbelanjaan kembali diizinkan beroperasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, mal belum berhasil menggoda masyarakat Jakarta. Berbagai mal di Jakarta masih tampak sepi pengunjung.

Mereka yang datang pun tak lagi berleha-leha sekadar cuci mata. Indra (25), yang datang ke mal Gandaria City, dengan tujuan mencari akuarium ikan di salah satu toko ritel perabotan di mal tersebut.

Ia mengaku ingin melihat langsung barang yang sebenarnya juga dipasarkan di berbagai lapak daring itu. “Engga mau asal beli, kan mahal jutaan. Kalo enggak sesuai ribet, balikinnya juga kan susah,” terang dia datar dari balik masker kain hitam yang dikenakannya.

Indra ogah berlama-lama di mal meski kunjungannya ini merupakan perdana ke mal dalam beberapa bulan terakhir. Setelah kebutuhannya terpenuhi, Indra akan cepat-cepat pulang, tak mau malah pulang membawa ‘oleh-oleh’ virus corona kepada istri dan putrinya.

“Suasananya juga uda beda sih, pada jauh-jauhan, pakai masker, ga asik lagi ke mal juga,” tutupnya sebelum melenggang ke kasir.

Bahkan, antrean calon penumpang taksi yang biasanya mengular diganti dengan antrean armada taksi kosong yang menanti penumpang. Endra, mengeluhkan sepinya penumpang dari Pondok Indah Mal, pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Wajahnya masam lantaran sudah beberapa jam menunggu di area penjemputan penumpang di lobi utama mal. Apalagi, ia mengaku bersiap sejak pagi buta demi membuka palang rezekinya hari ini.

Meski dongkol, Endra tetap berpikir positif. Batinnya, lebih baik menunggu antrean belasan taksi ketimbang berkeliling kota tanpa penumpang. Buang-buang bensin saja, pikirnya.

“Ini sepi banget, kirain mah rame orang-orang pada nge-mal,” ujarnya sembari memalingkan wajah. Ia pun mengusap cermin spionnya berkali-kali berusaha melampiaskan kegusaran hatinya.

Wajar, ekspektasi Endra tinggi hari ini. Soalnya, hari ini adalah hari jadi Kota DKI Jakarta. Perkiraan Endra bahwa mal akan menjadi destinasi utama masyarakat tanah betawi merayakan HUT ibu kota meleset.

Di sudut lain mal Gandaria City, Amanda duduk melamun. Wanita berusia 20-an tahun itu tampak bosan menjaga toko pakaian yang kosong melompong itu. Saat ditanya kapan diskon yang dipasarkan tempatnya bekerja akan berakhir, Amanda tersenyum lebar di balik faceshield yang dikenakannya.

Pun tempatnya bekerja memberi diskon fantastis hingga 70 persen, namun Amanda menyebut diskon tersebut bukanlah bagian dari Festival Jakarta Great Sale. Tahun ini, ia tak mendapat arahan dari manajernya akan tawaran surga belanja yang biasanya berlangsung selama sebulan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Ini memang diskon dan campaign (kampanye) toko saja, bukan Jakarta Great Sale,” katanya diikuti senyum.

Kategori
Bisnis

IHSG dan Rupiah Melemah, Harga Emas Kinclong

IHSG dan Rupiah Melemah, Harga Emas Kinclong

IHSG dan Rupiah Melemah, Harga Emas Kinclong – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah bersama bursa Asia. Nilai tukar rupiah juga berakhir melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Di tengah rontoknya daya tarik aset-aset berisiko, harga emas berhasil melambung ke kisaran level tertinggi dalam tujuh tahun.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham dan mata uang.

IHSG Berbalik Ditutup Melemah, Ikuti Bursa Asia

IHSG ditutup melemah 0,47 persen atau 23,44 poin menuju 4.918,83, setelah bergerak di rentang 4.904,76 – 4.957,66. Terpantau 145 saham menguat, 257 saham melemah, dan 169 saham stagnan.

Nilai transaksi mencapai Rp6,63 triliun dengan volume 533.882 kali transaksi. Investor asing mencatatkan net sell Rp282,87 miliar.

Rupiah Ditutup Melemah

Pergerakan nilai tukar rupiah juga berakhir melemah 49 poin atau 0,35 persen ke level Rp14.149 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran level 14.107 – 14.174.

Rupiah tak mampu memanfaatkan indeks dolar AS yang bergerak negatif dan terpantau terkoreksi 0,19 persen atau 0,188 poin ke posisi 97,435.

Jumlah kasus Covid-19 baru yang terus bertambah dan ditambah dengan penurunan suku bunga acuan bank sentral dinilai menjadi pemicu pelemahan rupiah.

Harga Minyak WTI Berpeluang ke US$40

Harga minyak mentah diperkirakan bakal rebound sekalipun virus corona gelombang kedua bakal menyerang di semester II/2020.

Stephen Innes, kepala strategi pasar di AxiCorp Ltd. mengatakan ada dukungan yang baik karena dari sisi pasokan meskipun ambisi untuk bisa bullish kemungkinan akan ditahan oleh virus covid-19.

“Namun yang penting adalah apakah pemerintah memperlakukan kembali pembatasan skala besar. Dengan jumlah kasus keseluruhan yang rendah secara global, itu tidak mungkin sedangkan pembatasan yang lunak seperti di Beijing mungkin dilakukan,” katanya

Saham Telkom (TLKM) Paling Dibuang Investor Asing di Antara Big Caps

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Menjadi yang paling dibuang investor asing. Net sell saham TLKM mencapai Rp176,8 miliar. Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. juga net sell Rp56,2 miliar, dan PT Astra International Tbk. net sell Rp38,6 miliar.

Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. net sell Rp29,3 miliar, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk. net sell Rp25,6 miliar.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2020 terpantau menguat 13,30 poin atau 0,76 persen ke level US$1.766,30 per troy ounce.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta naik Rp2.000 menjadi Rp907.000 per gram.

Adapun, harga pembelian kembali atau buyback emas bertambah Rp3.000 menjadi Rp797.000 per gram dari harga sebelumnya.

Business Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan penguatan harga emas didukung oleh eskalasi ketagangan hubungan China dan India sebagai buntut tuduhan atas pelanggaran perbatasan de facto di Pegunungan Himalaya.

Kategori
Bisnis

Kisah Eric Yuan yang Mendirikan Zoom

Kisah Eric Yuan yang Mendirikan Zoom

Kisah Eric Yuan yang Mendirikan Zoom – Selama pandemi Covid-19, Zoom menjadi aplikasi yang jamak digunakan. Aplikasi video conference ini menjadi andalan untuk memfasilitasi pekerjaan atau kegiatan belajar mengajar.

Adalah Eric Yuan, CEO sekaligus otak di balik hadirnya Zoom. Pria yang kini berusia 50 tahun ini memegang sekitar 22 persen saham Zoom, perusahaan yang ia dirikan.

Yuan lahir dan dibesarkan di wilayah Provinsi Shandong, China. Ia merupakan lulusan dari Universitas Shandong. Di sana, ia banyak mempelajari matematika dan ilmu komputer. Sejak muda, Yuan selalu terkendala dengan jarak. Semasa muda, ia harus naik kereta selama 10 jam untuk menemui kekasihnya.

Kendala jarak ini tak hanya dialami saat menjalin percintaan. Kendala ini justru membuat Yuan semakin tekun dan berbuah manis seperti sekarang. Yuan punya ambisi, ia ingin bekerja di Silicon Valley.

Namun, ia terkendala permohonan visa untuk dapat bekerja di sana. Butuh waktu hampir dua tahun dan sembilan kali permohonan agar ia bisa masuk ke Amerika Serikat. IDN Poker Deposit Pulsa

Ia kemudian diterima dan bekerja di Webex. Teknologi semakin berkembang pesat dan teknologi video conference yang awalnya hanya ada di cerita fiksi sains, semakin menjadi kenyataan.

Webex adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Yuan menjadi salah satu dari 10 insinyur yang bergabung dengan Webex pada tahun 1997.

Webex Diakuisi Cisco dan Eric Yuan menjadi salah satu wakil presiden di sana dan mengelola lebih dari 800 pegawai. Di sinilah Yuan menemukan jalannya untuk membangun Zoom sampai sekarang.

Pengaruh iPhone Pada 2007 silam, saat Cisco mengakuisisi Webex, Apple untuk pertama kalinya memperkenalkan iPhone. Yuan, dengan jeli melihat bahwa lahirnya iPhone akan menjadi sebuah peluang besar.

Ia meyakini bahwa perusahaan, akan membutuhkan sebuah produk atau aplikasi yang dapat berfungsi di dalam sebuah ponsel, bukan hanya PC.

Ditolak para petinggi Cisco Ia kemudian memaparkan pendapatnya kepada para pimpinan Cisco. Untuk alih-alih dukungan, idenya malah ditolak oleh para petinggi Cisco.

Para pemimpin tidak setuju dan pada tahun 2011, Yuan memutuskan untuk pergi dan mulai membangun Zoom.

Ia tidak sendiri, Yuan membawa satu gerbong ahli dari perusahaan sebelumnya untuk mulai mendirikan Zoom. Yuan memilih wilayah San Jose, California, Amerika Serikat, sebagai lokasi kantor pusat. Meski demikian, ia juga memiliki team peneliti dan pengembang di China.

Belakangan, nilai jual ini justru menjadi bumerang bagi Zoom. Banyak orang yang tak dikenal dapat masuk dengan leluasa dan mengganggu jalannya rapat. Gangguan tersebut kemudian dikenal dengan istilah “Zoombombing”.

Usahanya mengembangkan Zoom tidak mudah. Setelah Zoom lahir, ia harus mencari klien yang mau menggunakan aplikasi tersebut. Dengan cara persuasif, ia menghubungi setiap perusahaan yang mulai mempertimbangkan untuk menggunakan Zoom. Namun tak jarang usahanya sia-sia.

Sebenarnya, nilai jual utama Zoom adalah sifatnya yang “netral”. Dia tidak terikat dengan platform tertentu, seperti FaceTime milik Apple, Hangouts milik Google, atau Skype milik Microsoft.

Bahkan, siapa pun bisa menggunakan Zoom meski ia tak memiliki akun. Cukup dengan mengklik tautan yang diberikan oleh “host”, semua orang dapat bergabung dalam sebuah video conference

Kategori
Bisnis

Omzet Pedagang Seragam Sekolah Anjlok

Omzet Pedagang Seragam Sekolah Anjlok

Omzet Pedagang Seragam Sekolah Anjlok – Omzet pedagang seragam sekolah jelang tahun ajaran baru anjlok hingga 95 persen dibandingkan dengan musim yang sama tahun lalu terpukul pandemi virus corona.

Biasanya, penjualan mencapai Rp10 juta per hari, kali ini pedagang hanya bisa mengantongi Rp500 ribu.
Siswadi (49), salah seorang pedagang seragam di kawasan Kosambi, Bandung mengatakan penurunan omzet menjelang tahun ajaran baru bahkan sudah terasa sejak awal pandemi.

“Dari Maret sampai hari ini sangat terasa penurunannya, lebih dari 95 persen. Biasa Juni per hari bisa dapat Rp10 juta, sekarang rata-rata di bawah Rp500 ribu,” ucap Siswadi saat ditemui hari Senin.

Nasib serupa juga dirasakan pedagang lain, Siti Aisyah (46). Menurut pengelola toko seragam sekolah Resko itu, pihaknya mengalami penurunan omzet hingga 50 persen.

“Terasa sekali (dampak pandemi). Dalam sehari paling yang beli ke toko hanya 10 stel kadang ada lebih,” katanya.
Padahal, kata dia, momen seperti sekarang ini adalah kesempatan pedagang untuk menjual barang dagangannya.

“Kalau konveksi masih berjalan. Tapi yang biasanya kami produksi seminggu tiga kali sekarang hanya sekali seminggu,” ucapnya. Tak hanya di Bandung, kondisi serupa pun terjadi di Jakarta sebagai pusat bisnis Tanah Air. Kasnawati, pemilik toko Berkah Saudara yang menjual perlengkapan sekolah di Lantai 2 Blok C Pasar Minggu mengaku penjualannya turun drastis.

Siswadi mengakui lesunya pembeli seragam tahun ajaran baru kali ini dampak dari pandemi virus corona. Terlebih, hingga saat ini belum ada kepastian soal kapan kebijakan belajar di rumah akan berakhir dan sekolah akan kembali dibuka. “

Kalau normal, Juni yang pertama masuk kan SD lalu awal Juli sampai Agustus itu SMP dan SMA. Sekarang, untuk yang beli seragam lima pasang saja sudah bagus,” ujar Siswadi.

Siswadi mengakui pemberlakuan belajar di rumah imbas dari pandemi covid-19 cukup mempengaruhi keberlangsungan usahanya. Salah satunya tenaga kerja jahit yang terpaksa dirumahkan.

“Kasihan kan tenaga kerja saya yang ngejahit sekarang jadi menganggur, mereka dirumahkan dulu sampai waktunya memang dibutuhkan untuk produksi lagi. Karena kami saat ini pun belum bisa beli kain bahan,” ujarnya.

Padahal, Juni seperti sekarang ini atau jelang pergantian tahun ajaran baru, bisnis perlengkapan sekolah seperti yang ia kelola biasanya banyak diburu.

Ditemui pada pertengahan Juni lalu, ia mengaku belum kedatangan pembeli barang satu pun. Padahal kalau dilihat, lokasi tokonya cukup strategis dibanding yang lainnya.

“Anjloknya parah, sampai 90 persen. Mau masuk sekolah enggak ada yang ke sini. Mungkin takut (Covid-19) kali, ya” ujar Kasnawati di tokonya pekan lalu.

Virus yang makin menyebar luas di dalam negeri telah memaksa yang berdampak pada penutupan pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Kategori
Bisnis

Jadi Komisaris Telkom

Jadi Komisaris Telkom, Karena Rizal Disebut Paham

Jadi Komisaris Telkom – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengangkat Rizal Mallarangeng sebagai Komisaris PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan Rizal dinilai pantas untuk mendapatkan jabatan itu sebab memiliki beragam pengalaman di bidang teknologi dan konten.

“Beliau (Rizal) sangat paham mengenai konten yang saat ini memang menjadi fokusnya Telkom, bagaimana me-monetized infrastruktur Telkom untuk menjadi lebih kuat ke depan. Rizal punya pengalaman di sana juga,” ungkap Arya.

Rizal sendiri juga memiliki rekam jejak panjang di bidang politik. Lulusan ilmu politik ini pernah menjadi penulis pidato Megawati Soekarno Putri sebelum bergabung dengan Partai Golkar. Rizal saat ini telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis di DPP Partai Golkar.

“Bisa kami sampaikan bahwa sejak surat pengunduran diri beliau (Rizal) itu kami terima, maka Rizal kami anggap sudah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar dalam posisi Wakil Ketua Umum. Jadi sekarang ini Rizal benar-benar sebagai profesional,” kata Arya.

Arya bilang pihak Kementerian BUMN juga sudah menerima surat dari DPP Partai Golkar yang menyatakan secara resmi bahwa Rizal sudah tak lagi menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis di DPP Partai Golkar. Surat itu tercantum dalam Keputusan DPP Partai Golkar Nomor SKEP-35/GOLKAR/VI/2020 tentang Pemberhentian Personalia dari Struktur Kepengurusan DPP Partai Golkar.

 Selain Rizal, Kementerian BUMN juga menunjuk Co-Founder sekaligus Presiden Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid menjadi Direktur Digital Telkom. Dengan pengangkatan itu, Fajrin kan menyerahkan tugas dan tanggung jawab fungsional harian sebagai Presiden Bukalapak kepada para Dewan Direksi dan Manajemen Bukalapak.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan Fajrin memiliki rekam jejak yang cukup mumpuni untuk duduk di kursi direksi Telkom. Meski usianya masih terbilang cukup muda, ia menganggap Fajrin adalah orang yang tepat untuk memimpin pengembangan bisnis digital di Telkom.

“Fajrin merupakan figur anak muda yang sudah teruji kiprah dan karyanya di bisnis digital,” ucap Erick. Menurut dia, seluruh jajaran direksi Telkom memiliki indikator kinerja atau key performance index (KPI) yang terukur.

Ia mengaku tak segan-segan mendepak direksi Telkom jika tak bisa memenuhi terget. “Saya sudah sampaikan kepada mereka bahwa harus siap dicopot bila tidak memenuhi target-targetnya,” kata Erick.

Berikut jajaran direksi dan komisaris Telkom:


Komisaris

Komisaris Utama: Rhenald Kasali
Komisaris Independen: Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen: Ahmad Fikri Assegaf
Komisaris Independen: Wawan Irawan
Komisaris Independen: Chandra Arie Setiawan
Komisaris: Marcelino Pandin
Komisaris: Ismail
Komisaris: Alex Denni
Komisaris: Rizal Mallarangeng

Direksi

Direktur Utama: Ririek Adriansyah
Direktur Wholesale & International Service: Dian Rachmawan
Direktur Human Capital Management: Afriwandi
Direktur Keuangan: Heri Supriadi
Direktur Consumer Service: FM Venusiana R.
Direktur Enterprise & Business Service: Edi Witjara
Direktur Network & IT Solution: Herlan Wijanarko
Direktur Digital Business: Muhammad Fajrin Rasyid
Direktur Strategic Portfolio:Budi Setiawan Wijaya