Kategori
Bisnis

William Utomo: Kelanjutan Bisnis Digital Pasca Pandemik

Perilaku digital masyarakat tentukan kelangsungan bisnis

Bisnis Digital Pasca Pandemik – Untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan, menerapkan strategi adaptif adalah salah satu hal yang patut diperhitungkan. Seperti namanya, strategi ini melibatkan penyesuaian berdasarkan situasi lingkungan baru. COVID-19 yang melanda dunia, tak terkecuali Indonesia, juga memaksa bisnis dari berbagai macam sektor untuk melakukan adaptasi ke arah yang lebih digital.

Pada kesempatan kali ini, Founder dan COO IDN Media, William Utomo, akan membagikan pandangannya terkait perubahan tren bisnis pasca pandemik yang kemungkinan besar akan terjadi dikarenakan semakin maraknya akselerasi digital belakangan ini.

1. Perubahan perilaku digital masyarakat tingkatkan digital adoption rate

Keharusan untuk tetap tinggal di rumah agar rantai penyebaran COVID-19 tak semakin meluas menyebabkan konsumsi digital semakin memuncak. Peningkatan digital adoption rate ini terjadi karena bertambahnya kecenderungan masyarakat untuk melakukan banyak hal secara online, mulai dari mengonsumsi berita, berbelanja kebutuhan sehari-hari, mencari hiburan, hingga bekerja pun dilaksanakan secara online.

“Dari apa yang IDN Media lihat sejauh ini, bekerja, berkomunikasi, bahkan meeting dengan klien yang dilakukan secara virtual ternyata malah membuat segala sesuatunya menjadi lebih efektif dan efisien. It saves everyone’s time. Anggapan bahwa bertemu dengan orang akan terasa lebih nyaman bila bertatap muka langsung mungkin masih relevan, tapi hanya dalam beberapa keadaan saja,” terang William.

William juga menegaskan, “Perubahan mendadak seperti ini mengharuskan kita untuk dapat beradaptasi dalam waktu yang cukup singkat. Toh, jika tak bisa melakukan meeting karena situasi jalan yang tak kondusif, misalnya, kita masih tetap bisa melaksanakannya secara virtual, kok. Dengan kemampuan mengadaptasi transformasi digital, banyak hal yang tak mungkin menjadi mungkin. Intinya, focus on our goal dan be resourceful.”

Baca juga: IHSG Selasa Pagi Melemah, Waktunya Investasi

2. Kesadaran akan nilai suatu konten mulai tumbuh

Bidang usaha yang malah naik daun di tengah pandemik ternyata tak selalu berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder, bahkan tersier. Dengan semakin bertambahnya kesadaran digital, industri teknologi berbasis digital pun menjadi salah satu pihak yang diuntungkan oleh fenomena ini.

“Contohnya, masyarakat yang tadinya enggan membayar untuk mendapatkan akses ke layanan media streaming digital, seperti Netflix, kini mau membayar Rp50 ribu per bulan untuk memperoleh quality content. Dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), orang-orang pun semakin mau melihat value dari suatu konten atau layanan,” William memberi contoh.

Kesadaran akan nilai suatu konten atau layanan yang kemudian didukung melalui paid subscription tentu akan membentuk suatu ekosistem konten digital yang lebih baik dan sehat. Dengan demikian, bisnis digital pun dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

3. Platform digital yang mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat

Platform digital yang dapat memberikan kontribusi nyata ke masyarakat, terutama di tengah situasi tak menentu akibat pandemik COVID-19 pasti akan makin diapresiasi oleh masyarakat. YouTube, misalnya, yang tetap konsisten menawarkan pundi-pundi rupiah bagi para kreatornya meski pandemik masih enggan menghilang. Hal ini menginspirasi IDN Media untuk turut melakukan hal yang serupa.

“IDN Media juga ingin menjadi sebuah wadah yang dapat menampung kreasi para pembacanya. Kreasi tersebut tentu saja dituangkan dalam bentuk tulisan karena pada dasarnya, IDN Media adalah platform konten berbasis tulisan. Belum semasif YouTube, memang, namun sudah ada ribuan pembaca kami yang berhasil memperoleh pendapatan tambahan setelah akhirnya bergabung dengan community writer IDN Media. Rata-rata pendapatan ekstra yang mereka peroleh dapat melebihi UMR DKI Jakarta,” terang William mengenai kontribusi nyata yang IDN Media dapat berikan bagi sebagian kecil masyarakat di Indonesia.

Kesimpulannya, kemampuan beradaptasi yang dimiliki oleh suatu perusahaan harus didukung dengan rasa empati terhadap lingkungan di sekitarnya. Dengan adanya dua poin vital tersebut, kelestarian ekosistem bisnis akan terjaga dengan sendirinya, sehingga usaha pun dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sumber: Idntimes.com

Kategori
Bisnis

IHSG Selasa Pagi Melemah, Waktunya Investasi

Analis sebut koreksi wajar manfaatkan untuk aksi beli

IHSG Melemah – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah 2,158 poin atau 0,04 persen ke level 4.916 pada Selasa (23/6). Sebanyak 34 saham menguat, 48 saham melemah dan 70 saham diam di tempat.

Terdapat deposit s128 via pulsa sebanyak 40,118 volume saham yang ditransaksikan dengan nilai transaksi Rp23,218 miliar.

1. Gelombang tekanan COVID-19 masih membayangi laju IHSG

Analis Indo Surya Sekuritas, William Surya Wijaya, menilai pergerakan IHSG masih dibayangi oleh gelombang tekanan COVID-19 yang terlihat belum akan berakhir.

Sedangkan sentimen dari fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas turut mewarnai pergerakan IHSG.

2. Saham-sahan rekomendasi analis

Dia mengatakan, koreksi IHSG masih dalam kondisi wajar apalagi kondisi perekonomian masih stabil, sehingga investor masih dapat melakukan aksi beli dengan target jangka pendek.

Adapun beberapa saham yang menjadi rekomendasi hari ini yakni:

  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk atau
    ICBP
  • PT Semen Indonesia Tbk atau SMGR
  • PT PP London Sumatra Indonesia Tbk atau LSIP
  • PT Mayora Indah Tbk atau MYOR
  • PT Kalbe Farma Tbk atai KLBF

Baca juga: Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi

3. Senin lalu IHSG ditutup melemah

Pada perdagangan kemarin, Selasa (23/6) IHSG melemah 23,44 poin atau minus 0,47 persen ke level 4.918. Sebanyak 145 saham menguat, 257 saham melemah dan 169 saham tidak mengalami perubahan. Dalam penutupan perdagangan hari ini asing melakukan aksi jual sebanyak Rp513,34 miliar.

Sektor pertambangan, infrastruktur, property, perdagangan, keuangan bergerak negatif dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG.

Sumber: Idntimes.com

Kategori
Bisnis

Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi

Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi

Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi – Harga emas yang naik 1 persen pada penutupan perdagangan Senin dan mencetak rekor tertinggi dalam lebih dari 1 bulan.

Pendorong kenaikan harga emas karena investor mencari instrumen untuk melindung nilai setelah kenaikan kasus virus Corona yang menghambat pemulihan ekonomi.

Harga emas di pasar spot naik 1 persen menjadi USD 1.760,55 per ounce. Harga tertinggi dalam perdagangan Senin adalah USD 1.762,84 per ounce, tertinggi sejak Mei.

Sedangkan harga emas berjangka AS juga naik 1,3 persen ke level USD 1.776 per ounce. “Ada beberapa sentimen yang membuat harga emas melambung,” kata Bob Haberkorn, analis senior RJO Futures.

“Kenaikan kasus virus Corona secara global telah menyebabkan harga emas menembus level USD 1.750 per ounce. Jika kita tutup di atas USD 1.765 per ounce hari ini, level USD 1.800 tidak terlalu jauh,” jelas dia.

Emas merupakan instrumen yang aman selama masa ketidak pastian ekonomi. Harga emas mendapat dorongan setelah WHO pada Minggu melaporkan rekor kenaikan tertinggi, dengan peningkatan terbesar di Amerika Utara dan Selatan.

Dua pejabat Bank Sentral AS pada Jumat memperingatkan tingkat pengangguran bisa naik lagi jika virus Corona tidak bisa dikendalikan. Bank sentral di seluruh dunia telah mengambil langkah-langkah stimulus agresif dan mempertahankan suku bunga rendah selama pandemi.

“Tampaknya ada beberapa peningkatan dalam ekspektasi inflasi yang mendorong suku bunga riil lebih rendah dan memberikan dukungan pada harga emas,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Goldman Sachs: Harga Emas Bisa Tembus USD 2.000 per Ounce

Sebelumnya, harga emas terus memguat selama pandemi Corona ini. Bahkan analis Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan terus melanjutkan reli dipicu karena pelemahan dolar AS.

Harga emas diperdagangkan di atas USD 1.736 per ounce pada Jumat lalu di bursa Eropa. Angka tersebut naik sekitar 0,8 persen dalam perdagangan sepanjang hati itu.

Harga emas memang cukup stabil dalam 2 bulan terakhir karena langkah-langkah penanganan virus Corona telah membuahkan hasil. Hal tersebut menghentikan reli yang terjadi pada Maret di saat pertama kali dunia terkejut dengan penyebaran virus yang berasal di China tersebut.

Namun, dalam catatan Goldman Sachs terbaru, analis mereka memperkirakan harga emas dan akan terus merangkak naik dalam tiga, enam dan 12 bulan ke depan.

Tak tanggung-tanggung, perkirakan tersebut terus mendaki menjadi USD 1.800 per ounce, 1.900 per ounce dan 2.000 per ounce. Sedangkan perkiraan sebelumnya tercatat USD 1.600 per ounce, USD 1.700 per ounce dan USD 1.800 per ounce.

Analis Goldman memperkirakan kenaikan tersebut aan didorong oleh permintaan akan instrumen lindung nilai yang tinggi karena keragu-raguan pelaku pasar akan pertumbuhan ekonomi dunia.

Kombinasi peningkatan sentimen resiko di pasar negara-negara maju karena negara-negara besar mengangkat langkah-langkah penguncian, dan pasar negara berkembang yang kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, dapat menyebabkan ekspektasi koreksi harga emas.

“Namun, seperti yang telah kami nyatakan di masa lalu, permintaan investasi emas cenderung tumbuh ke tahap awal pemulihan ekonomi, didorong oleh kekhawatiran penurunan nilai dan tingkat riil yang lebih rendah,” kata catatan itu.

Kategori
Bisnis

Tanpa Jakarta Great Sale

Tanpa Jakarta Great Sale

Tanpa Jakarta Great Sale – Juni dari tahun ke tahun, mal-mal DKI biasanya semarak dengan pesta diskon bertajuk Jakarta Great Sale. Tetapi tidak demikian halnya tahun ini.

Maklum, mal baru menginjak pekan kedua setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi virus corona yang memaksa operasionalnya tutup nyaris 3 bulan.

Tidak ada lagi pemandangan sekelompok muda-mudi bercerita penuh gelak tawa di sudut kedai kopi modern. Atau, dua sejoli bergandeng tangan menuju lantai teratas bioskop.

Atau, ibu-ibu yang asik melihat-lihat barang incaran atau berburu diskon sembari menenteng tas belanjaan.

Kenyataannya, seminggu setelah pusat perbelanjaan kembali diizinkan beroperasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, mal belum berhasil menggoda masyarakat Jakarta. Berbagai mal di Jakarta masih tampak sepi pengunjung.

Mereka yang datang pun tak lagi berleha-leha sekadar cuci mata. Indra (25), yang datang ke mal Gandaria City, dengan tujuan mencari akuarium ikan di salah satu toko ritel perabotan di mal tersebut.

Ia mengaku ingin melihat langsung barang yang sebenarnya juga dipasarkan di berbagai lapak daring itu. “Engga mau asal beli, kan mahal jutaan. Kalo enggak sesuai ribet, balikinnya juga kan susah,” terang dia datar dari balik masker kain hitam yang dikenakannya.

Indra ogah berlama-lama di mal meski kunjungannya ini merupakan perdana ke mal dalam beberapa bulan terakhir. Setelah kebutuhannya terpenuhi, Indra akan cepat-cepat pulang, tak mau malah pulang membawa ‘oleh-oleh’ virus corona kepada istri dan putrinya.

“Suasananya juga uda beda sih, pada jauh-jauhan, pakai masker, ga asik lagi ke mal juga,” tutupnya sebelum melenggang ke kasir.

Bahkan, antrean calon penumpang taksi yang biasanya mengular diganti dengan antrean armada taksi kosong yang menanti penumpang. Endra, mengeluhkan sepinya penumpang dari Pondok Indah Mal, pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Wajahnya masam lantaran sudah beberapa jam menunggu di area penjemputan penumpang di lobi utama mal. Apalagi, ia mengaku bersiap sejak pagi buta demi membuka palang rezekinya hari ini.

Meski dongkol, Endra tetap berpikir positif. Batinnya, lebih baik menunggu antrean belasan taksi ketimbang berkeliling kota tanpa penumpang. Buang-buang bensin saja, pikirnya.

“Ini sepi banget, kirain mah rame orang-orang pada nge-mal,” ujarnya sembari memalingkan wajah. Ia pun mengusap cermin spionnya berkali-kali berusaha melampiaskan kegusaran hatinya.

Wajar, ekspektasi Endra tinggi hari ini. Soalnya, hari ini adalah hari jadi Kota DKI Jakarta. Perkiraan Endra bahwa mal akan menjadi destinasi utama masyarakat tanah betawi merayakan HUT ibu kota meleset.

Di sudut lain mal Gandaria City, Amanda duduk melamun. Wanita berusia 20-an tahun itu tampak bosan menjaga toko pakaian yang kosong melompong itu. Saat ditanya kapan diskon yang dipasarkan tempatnya bekerja akan berakhir, Amanda tersenyum lebar di balik faceshield yang dikenakannya.

Pun tempatnya bekerja memberi diskon fantastis hingga 70 persen, namun Amanda menyebut diskon tersebut bukanlah bagian dari Festival Jakarta Great Sale. Tahun ini, ia tak mendapat arahan dari manajernya akan tawaran surga belanja yang biasanya berlangsung selama sebulan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Ini memang diskon dan campaign (kampanye) toko saja, bukan Jakarta Great Sale,” katanya diikuti senyum.

Kategori
Bisnis

IHSG dan Rupiah Melemah, Harga Emas Kinclong

IHSG dan Rupiah Melemah, Harga Emas Kinclong

IHSG dan Rupiah Melemah, Harga Emas Kinclong – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah bersama bursa Asia. Nilai tukar rupiah juga berakhir melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Di tengah rontoknya daya tarik aset-aset berisiko, harga emas berhasil melambung ke kisaran level tertinggi dalam tujuh tahun.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham dan mata uang.

IHSG Berbalik Ditutup Melemah, Ikuti Bursa Asia

IHSG ditutup melemah 0,47 persen atau 23,44 poin menuju 4.918,83, setelah bergerak di rentang 4.904,76 – 4.957,66. Terpantau 145 saham menguat, 257 saham melemah, dan 169 saham stagnan.

Nilai transaksi mencapai Rp6,63 triliun dengan volume 533.882 kali transaksi. Investor asing mencatatkan net sell Rp282,87 miliar.

Rupiah Ditutup Melemah

Pergerakan nilai tukar rupiah juga berakhir melemah 49 poin atau 0,35 persen ke level Rp14.149 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran level 14.107 – 14.174.

Rupiah tak mampu memanfaatkan indeks dolar AS yang bergerak negatif dan terpantau terkoreksi 0,19 persen atau 0,188 poin ke posisi 97,435.

Jumlah kasus Covid-19 baru yang terus bertambah dan ditambah dengan penurunan suku bunga acuan bank sentral dinilai menjadi pemicu pelemahan rupiah.

Harga Minyak WTI Berpeluang ke US$40

Harga minyak mentah diperkirakan bakal rebound sekalipun virus corona gelombang kedua bakal menyerang di semester II/2020.

Stephen Innes, kepala strategi pasar di AxiCorp Ltd. mengatakan ada dukungan yang baik karena dari sisi pasokan meskipun ambisi untuk bisa bullish kemungkinan akan ditahan oleh virus covid-19.

“Namun yang penting adalah apakah pemerintah memperlakukan kembali pembatasan skala besar. Dengan jumlah kasus keseluruhan yang rendah secara global, itu tidak mungkin sedangkan pembatasan yang lunak seperti di Beijing mungkin dilakukan,” katanya

Saham Telkom (TLKM) Paling Dibuang Investor Asing di Antara Big Caps

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Menjadi yang paling dibuang investor asing. Net sell saham TLKM mencapai Rp176,8 miliar. Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. juga net sell Rp56,2 miliar, dan PT Astra International Tbk. net sell Rp38,6 miliar.

Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. net sell Rp29,3 miliar, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk. net sell Rp25,6 miliar.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2020 terpantau menguat 13,30 poin atau 0,76 persen ke level US$1.766,30 per troy ounce.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta naik Rp2.000 menjadi Rp907.000 per gram.

Adapun, harga pembelian kembali atau buyback emas bertambah Rp3.000 menjadi Rp797.000 per gram dari harga sebelumnya.

Business Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan penguatan harga emas didukung oleh eskalasi ketagangan hubungan China dan India sebagai buntut tuduhan atas pelanggaran perbatasan de facto di Pegunungan Himalaya.

Kategori
Bisnis

Kisah Eric Yuan yang Mendirikan Zoom

Kisah Eric Yuan yang Mendirikan Zoom

Kisah Eric Yuan yang Mendirikan Zoom – Selama pandemi Covid-19, Zoom menjadi aplikasi yang jamak digunakan. Aplikasi video conference ini menjadi andalan untuk memfasilitasi pekerjaan atau kegiatan belajar mengajar.

Adalah Eric Yuan, CEO sekaligus otak di balik hadirnya Zoom. Pria yang kini berusia 50 tahun ini memegang sekitar 22 persen saham Zoom, perusahaan yang ia dirikan.

Yuan lahir dan dibesarkan di wilayah Provinsi Shandong, China. Ia merupakan lulusan dari Universitas Shandong. Di sana, ia banyak mempelajari matematika dan ilmu komputer. Sejak muda, Yuan selalu terkendala dengan jarak. Semasa muda, ia harus naik kereta selama 10 jam untuk menemui kekasihnya.

Kendala jarak ini tak hanya dialami saat menjalin percintaan. Kendala ini justru membuat Yuan semakin tekun dan berbuah manis seperti sekarang. Yuan punya ambisi, ia ingin bekerja di Silicon Valley.

Namun, ia terkendala permohonan visa untuk dapat bekerja di sana. Butuh waktu hampir dua tahun dan sembilan kali permohonan agar ia bisa masuk ke Amerika Serikat. IDN Poker Deposit Pulsa

Ia kemudian diterima dan bekerja di Webex. Teknologi semakin berkembang pesat dan teknologi video conference yang awalnya hanya ada di cerita fiksi sains, semakin menjadi kenyataan.

Webex adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Yuan menjadi salah satu dari 10 insinyur yang bergabung dengan Webex pada tahun 1997.

Webex Diakuisi Cisco dan Eric Yuan menjadi salah satu wakil presiden di sana dan mengelola lebih dari 800 pegawai. Di sinilah Yuan menemukan jalannya untuk membangun Zoom sampai sekarang.

Pengaruh iPhone Pada 2007 silam, saat Cisco mengakuisisi Webex, Apple untuk pertama kalinya memperkenalkan iPhone. Yuan, dengan jeli melihat bahwa lahirnya iPhone akan menjadi sebuah peluang besar.

Ia meyakini bahwa perusahaan, akan membutuhkan sebuah produk atau aplikasi yang dapat berfungsi di dalam sebuah ponsel, bukan hanya PC.

Ditolak para petinggi Cisco Ia kemudian memaparkan pendapatnya kepada para pimpinan Cisco. Untuk alih-alih dukungan, idenya malah ditolak oleh para petinggi Cisco.

Para pemimpin tidak setuju dan pada tahun 2011, Yuan memutuskan untuk pergi dan mulai membangun Zoom.

Ia tidak sendiri, Yuan membawa satu gerbong ahli dari perusahaan sebelumnya untuk mulai mendirikan Zoom. Yuan memilih wilayah San Jose, California, Amerika Serikat, sebagai lokasi kantor pusat. Meski demikian, ia juga memiliki team peneliti dan pengembang di China.

Belakangan, nilai jual ini justru menjadi bumerang bagi Zoom. Banyak orang yang tak dikenal dapat masuk dengan leluasa dan mengganggu jalannya rapat. Gangguan tersebut kemudian dikenal dengan istilah “Zoombombing”.

Usahanya mengembangkan Zoom tidak mudah. Setelah Zoom lahir, ia harus mencari klien yang mau menggunakan aplikasi tersebut. Dengan cara persuasif, ia menghubungi setiap perusahaan yang mulai mempertimbangkan untuk menggunakan Zoom. Namun tak jarang usahanya sia-sia.

Sebenarnya, nilai jual utama Zoom adalah sifatnya yang “netral”. Dia tidak terikat dengan platform tertentu, seperti FaceTime milik Apple, Hangouts milik Google, atau Skype milik Microsoft.

Bahkan, siapa pun bisa menggunakan Zoom meski ia tak memiliki akun. Cukup dengan mengklik tautan yang diberikan oleh “host”, semua orang dapat bergabung dalam sebuah video conference

Kategori
Bisnis

Omzet Pedagang Seragam Sekolah Anjlok

Omzet Pedagang Seragam Sekolah Anjlok

Omzet Pedagang Seragam Sekolah Anjlok – Omzet pedagang seragam sekolah jelang tahun ajaran baru anjlok hingga 95 persen dibandingkan dengan musim yang sama tahun lalu terpukul pandemi virus corona.

Biasanya, penjualan mencapai Rp10 juta per hari, kali ini pedagang hanya bisa mengantongi Rp500 ribu.
Siswadi (49), salah seorang pedagang seragam di kawasan Kosambi, Bandung mengatakan penurunan omzet menjelang tahun ajaran baru bahkan sudah terasa sejak awal pandemi.

“Dari Maret sampai hari ini sangat terasa penurunannya, lebih dari 95 persen. Biasa Juni per hari bisa dapat Rp10 juta, sekarang rata-rata di bawah Rp500 ribu,” ucap Siswadi saat ditemui hari Senin.

Nasib serupa juga dirasakan pedagang lain, Siti Aisyah (46). Menurut pengelola toko seragam sekolah Resko itu, pihaknya mengalami penurunan omzet hingga 50 persen.

“Terasa sekali (dampak pandemi). Dalam sehari paling yang beli ke toko hanya 10 stel kadang ada lebih,” katanya.
Padahal, kata dia, momen seperti sekarang ini adalah kesempatan pedagang untuk menjual barang dagangannya.

“Kalau konveksi masih berjalan. Tapi yang biasanya kami produksi seminggu tiga kali sekarang hanya sekali seminggu,” ucapnya. Tak hanya di Bandung, kondisi serupa pun terjadi di Jakarta sebagai pusat bisnis Tanah Air. Kasnawati, pemilik toko Berkah Saudara yang menjual perlengkapan sekolah di Lantai 2 Blok C Pasar Minggu mengaku penjualannya turun drastis.

Siswadi mengakui lesunya pembeli seragam tahun ajaran baru kali ini dampak dari pandemi virus corona. Terlebih, hingga saat ini belum ada kepastian soal kapan kebijakan belajar di rumah akan berakhir dan sekolah akan kembali dibuka. “

Kalau normal, Juni yang pertama masuk kan SD lalu awal Juli sampai Agustus itu SMP dan SMA. Sekarang, untuk yang beli seragam lima pasang saja sudah bagus,” ujar Siswadi.

Siswadi mengakui pemberlakuan belajar di rumah imbas dari pandemi covid-19 cukup mempengaruhi keberlangsungan usahanya. Salah satunya tenaga kerja jahit yang terpaksa dirumahkan.

“Kasihan kan tenaga kerja saya yang ngejahit sekarang jadi menganggur, mereka dirumahkan dulu sampai waktunya memang dibutuhkan untuk produksi lagi. Karena kami saat ini pun belum bisa beli kain bahan,” ujarnya.

Padahal, Juni seperti sekarang ini atau jelang pergantian tahun ajaran baru, bisnis perlengkapan sekolah seperti yang ia kelola biasanya banyak diburu.

Ditemui pada pertengahan Juni lalu, ia mengaku belum kedatangan pembeli barang satu pun. Padahal kalau dilihat, lokasi tokonya cukup strategis dibanding yang lainnya.

“Anjloknya parah, sampai 90 persen. Mau masuk sekolah enggak ada yang ke sini. Mungkin takut (Covid-19) kali, ya” ujar Kasnawati di tokonya pekan lalu.

Virus yang makin menyebar luas di dalam negeri telah memaksa yang berdampak pada penutupan pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Kategori
Bisnis

Jadi Komisaris Telkom

Jadi Komisaris Telkom, Karena Rizal Disebut Paham

Jadi Komisaris Telkom – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengangkat Rizal Mallarangeng sebagai Komisaris PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan Rizal dinilai pantas untuk mendapatkan jabatan itu sebab memiliki beragam pengalaman di bidang teknologi dan konten.

“Beliau (Rizal) sangat paham mengenai konten yang saat ini memang menjadi fokusnya Telkom, bagaimana me-monetized infrastruktur Telkom untuk menjadi lebih kuat ke depan. Rizal punya pengalaman di sana juga,” ungkap Arya.

Rizal sendiri juga memiliki rekam jejak panjang di bidang politik. Lulusan ilmu politik ini pernah menjadi penulis pidato Megawati Soekarno Putri sebelum bergabung dengan Partai Golkar. Rizal saat ini telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis di DPP Partai Golkar.

“Bisa kami sampaikan bahwa sejak surat pengunduran diri beliau (Rizal) itu kami terima, maka Rizal kami anggap sudah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar dalam posisi Wakil Ketua Umum. Jadi sekarang ini Rizal benar-benar sebagai profesional,” kata Arya.

Arya bilang pihak Kementerian BUMN juga sudah menerima surat dari DPP Partai Golkar yang menyatakan secara resmi bahwa Rizal sudah tak lagi menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis di DPP Partai Golkar. Surat itu tercantum dalam Keputusan DPP Partai Golkar Nomor SKEP-35/GOLKAR/VI/2020 tentang Pemberhentian Personalia dari Struktur Kepengurusan DPP Partai Golkar.

 Selain Rizal, Kementerian BUMN juga menunjuk Co-Founder sekaligus Presiden Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid menjadi Direktur Digital Telkom. Dengan pengangkatan itu, Fajrin kan menyerahkan tugas dan tanggung jawab fungsional harian sebagai Presiden Bukalapak kepada para Dewan Direksi dan Manajemen Bukalapak.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan Fajrin memiliki rekam jejak yang cukup mumpuni untuk duduk di kursi direksi Telkom. Meski usianya masih terbilang cukup muda, ia menganggap Fajrin adalah orang yang tepat untuk memimpin pengembangan bisnis digital di Telkom.

“Fajrin merupakan figur anak muda yang sudah teruji kiprah dan karyanya di bisnis digital,” ucap Erick. Menurut dia, seluruh jajaran direksi Telkom memiliki indikator kinerja atau key performance index (KPI) yang terukur.

Ia mengaku tak segan-segan mendepak direksi Telkom jika tak bisa memenuhi terget. “Saya sudah sampaikan kepada mereka bahwa harus siap dicopot bila tidak memenuhi target-targetnya,” kata Erick.

Berikut jajaran direksi dan komisaris Telkom:


Komisaris

Komisaris Utama: Rhenald Kasali
Komisaris Independen: Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen: Ahmad Fikri Assegaf
Komisaris Independen: Wawan Irawan
Komisaris Independen: Chandra Arie Setiawan
Komisaris: Marcelino Pandin
Komisaris: Ismail
Komisaris: Alex Denni
Komisaris: Rizal Mallarangeng

Direksi

Direktur Utama: Ririek Adriansyah
Direktur Wholesale & International Service: Dian Rachmawan
Direktur Human Capital Management: Afriwandi
Direktur Keuangan: Heri Supriadi
Direktur Consumer Service: FM Venusiana R.
Direktur Enterprise & Business Service: Edi Witjara
Direktur Network & IT Solution: Herlan Wijanarko
Direktur Digital Business: Muhammad Fajrin Rasyid
Direktur Strategic Portfolio:Budi Setiawan Wijaya