Kategori
Berkebun

Cara Menanam Anggrek yang Benar

Cara Menanam Anggrek yang Benar

Cara Menanam Anggrek yang Benar – Anggrek merupakan jenis tanaman yang cukup populer digunakan untuk menghiasi rumah agar tampak lebih menarik. Pasalnya, bunga ini memiliki tampilan memukau yang mampu menghadirkan suasana unik karena warana ungunya yang menonjol.

Sebenarnya, anggrek memiliki media tanam yang bermacam-macam, mulai dari sabut kelapa hingga akar pakis. Namun, dari sekian banyak media tanam, arang kayu merupakan media tanam yang paling mudah diperoleh serta harganya murah. Jika kamu tertarik, coba yuk cara menanam anggrek yang satu ini.

Cara Menanam Anggrek dengan Media Arang Kayu

1. Menyiapkan Bibit

Salah satu jenis anggrek yang diminati oleh para pnecinta bunga ini adalah anggrek bulan atau dendrobium.

Selain itu, untuk meningkatkan tingkat kesuksesan penanaman, gunakanlah bibit kompot.

Berikut adalah kriteria bibit kompot yang harus dipenuhi sebelum membeli:

  • Mengenali asal-usul bibit
  • Kondisinya sehat dan tidak terpapar penyakit dan hama
  • Membeli di tempat tepercaya
  • Daun bibitnya berwarna hijau cerah
  • Daunnya lebar dan panjang
  • Akarnya tidak keluar dalam pot
2. Menyiapkan Bahan dan Alat

Berikut adalah beberapa hal yang wajib disiapkan:

  • Pot genteng
  • Pecahan batu bata
  • Arang kayu
  • Rumah jaring
  • Handsprayer
  • Pupuk growmoreyang kaya akan Nitrogen tinggi
  • Insektisida dan fungisida
  • Bibit anggrek berkualitas
3. Proses Menanam (Aklimatisasi)

Proses pemindahan bibit ke dalam wadah pot disebut dengan istilah aklimitasi. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan anggrek lebih maksimal.

Tahapan aklimitasinya adalah sebagai berikut:

  1. Isi pecahan batu bata steril ke dalam pot (mengisi 1/3 pot).
  2. Masukkan arang kayu yang sudah direbus dan dipecah ke dalam ukuran kecil hingga mengisi 2/3 sisa ruang di dalam pot.
  3. Rendam bibit dengan larutan fungisida 2 g/l selama 15-20 menit dan biarkan hingga kering.
  4. Tanam bit ke dalam pot dan pastikan akar tertanam dengan sempurna, yakni posisi tegak lurus (lakukan di sore hari)
  5. Masukkan pot tersebut ke dalam rumah jaring yang sudah disediakan dan susun dengan rapi.
  6. Biarkan selama 3-5 hari dan jangan disiram.
4. Penyiraman

Setelah tanaman sudah menginjak usia 5 hari, kamu bisa mulai melakukan penyiraman.

Gunakan handsprayer untuk menyiram media tanam dan sesekali daunnya pada pagi dan sore hari.

Saat musim hujan tiba, sebaiknya kurangi frekuensi menyiram agar tanaman tidak busuk, sedangkan ketika musim kemarau tiba, perbanyaklah frekuensi penyiraman.

5. Pemupukan

Semprotkan pupuk cair dengan kandungan nitrogen tinggi yang sudah dilarutkan ke dalam air.
Gunakan pupuk daun jika penyemprotan langsung dilakukan ke daun tanaman.

Jika proses ini sudah dilakukan, maka kamu tidak perlu lagi menyiramnya dengan air.

6. Pencegahan Hama dan Penyakit

Penyakit yang paling sering menyerang adalah akar dan daun yang membusuk yang disebabkan oleh kondisi cuaca yang lembap dan kadar air yang tinggi.

Hal ini bisa dihindari dengan cara menyemprotkan fungisida dan bakterisida untuk mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab kebusukan.

7. Bunga Anggrek Berbunga

Bunga anggrek akan berbunga setelah 1 tahun. Pada tahap pertama, biasanya bunga yang dihasilkan relatif sedikit.

Selain itu, setelah bunga mekar dengan sempurna, makan bunga anggrek akan gugur dan pada musim berikutnya kemudian menghasilkan bunga kembali.

Dengan perawatan yang intensif, tanaman ini bisa bertahan hingga 5 tahun dan sangat produktif dalam menghasilkan bunga.

Inilah cara menanam anggrek dengan media tanam arang kayu yang harus kamu ketahui. Selain bisa dijadikan hobi, kamu juga bisa menjadikan kegiatan ini untuk menghasilkan uang juga, lho.

Kategori
Berkebun

7 Cara Membuat Kebun Tanaman Hidroponik di Rumah, Gampang Banget!

7 Cara Membuat Kebun Tanaman Hidroponik di Rumah, Gampang Banget!

7 Cara Membuat Kebun Tanaman Hidroponik di Rumah, Gampang Banget! – Hidroponik ialah teknik bercocok tanam tanpa media tanah tetapi menggunakan air. Walau demikian, memiliki tanaman hidroponik tidak membutuhkan banyak air seperti saat menanam mamakai media tanah. Tanaman hidroponik cocok bagi kamu yang ingin menghemat air, atau tinggal di daerah yang tidak mempunyai banyak pasokan air.

Bukan hanya membuat taman vertikal, membuat kebun berisi tanaman hidroponik pun tidak sesulit yang dibayangkan. Bahan-bahannya gampang ditemukan di pasaran, contohnya saja pralon dan gelas plastik. Untuk kamu yang tertarik, langsung saja simak cara yang akan Kania jelaskan berikut ini!

1. Mempersiapkan alat dan bahan untuk kebun tanaman hidroponik

Untuk membuat kebun tanaman hidroponik, kamu memerlukan pipa paralon dengan diameter 3 inci, gelas plastik, penyambung paralon, penutup paralon, gergaji, selang, pompa aquarium, alat solder, alat bor, air, spons, dan biji tanaman hidroponik.

2. Melubangi pipa paralon untuk tanaman hidroponik

Pakailah bor untuk membuat lubang di sepanjang pipa paralon yang sudah disiapkan untuk tanaman hidroponik. Samakan lubang pipa dengan ukuran gelas plastik yang akan kamu pakai. Sebaiknya, beri jarak antar lubang sekitar 20 cm agar tanaman tidak saling terjepit.

Lakukan hal sama dengan 1 buah pipa paralon lagi. Tutup salah satu ujungnya dengan penutup paralon dan hubungkan lubang lainnya dengan pipa paralon lain memakai penyambung pipa. Setelah itu, kunci ujung pipa dengan penutup paralon.

3. Melubangi gelas plastik untuk tanaman hidroponik

Berikutnya kamu harus melubangi gelas plastik untuk tanaman hidroponik. Alat untuk mempermudah kamu dalam proses ini ialah alat solder. Jika kamu tidak mempunyainya, lubangi saja dengan cutter atau pisau.

Setelah itu, letakkan gelas-gelas plastik itu ke dalam lubang pipa paralon yang sudah dibuat sebelumnya. Sisakan satu lubang untuk jalur pemberian nutrisi tanaman hidroponik yang berbentuk cair.

4. Memasang pompa air untuk kebun tanaman hidroponik

Pakailah selang dan pompa air untuk mengairi tanaman hidroponik yang akan kamu tanam nantinya. Cara kerjanya akan sama dengan sistem irigasi. Ini berlaku bila kamu menerapkan hidroponik dengan teknik drip system. Jika kamu menggunakan teknik sumbu, tidak perlu menggunakan pompa air.

Pompa air ini tidak perlu dinyalakan sepanjang waktu. Cukup pada pagi hari saja untuk menghemat air dan listrik. Selain itu, kamu juga harus mencermati ketinggian air. Jangan sampai memenuhi paralon karena tanaman bisa mati akibat kekurangan oksigen.

5. Meletakkan bibit tanaman hidroponik

Jika tempatnya sudah siap, kini saatnya kamu meletakkan bibit tanaman hidroponik. Siapkan spons yang telah dipotong seukuran gelas plastik, lalu letakkan bibit tanaman di atasnya.

Selanjutnya, kamu hanya perlu meletakkan spons tadi ke dalam masing-masing gelas plastik. Penggunaan spons sangat direkomendasikan sebab mampu menyerap air lebih lama.

6. Memberikan larutan nutrisi pada tanaman hidroponik

Agar tanaman hidroponik bisa tumbuh dengan subur, kamu perlu memberikan larutan nutrisi secara rutin. Larutan nutrisi ini bisa kamu beli di toko atau buat sendiri. Untuk membuat larutan nutrisi tanaman hidroponik sendiri, kamu bisa pakai dedaunan, bekatul, kotoran hewan ternak, gula merah, bioaktivator, dan air.

7. Tanaman yang cocok untuk kebun tanaman hidroponik

Tidak semua tanaman bisa tumbuh subur dengan cara hidroponik. Umumnya yang sering ditanam secara hidroponik ialah sayur dan buah. Tanaman hidroponik yang bisa kamu tanam di kebun dan tumbuh subur ialah sawi hijau, kailan, selada hijau, buncis, pare, pokcoy, bayam, dan stroberi. Sesuaikan ukuran pipa dan jarak antar lubang dengan besarnya tanaman hidroponik yang akan kamu tanam ya.

Kategori
Berkebun

Cara Menanam Cabai Rawit

Cara Menanam Cabai Rawit

Cara Menanam Cabai Rawit – Cabai rawit merupakan salah satu jenis cabai favorit di Indonesia. Bahkan cabai rawit merah sangat digemari karena rasanya yang sangat pedas.

Cabai rawit sangat mudah ditanam di rumah. Cabai rawit juga dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi. Hampir semua jenis tanah cocok ditanami cabai. Namun yang paling baik adalah tanah humus yang kaya akan unsur hara.

Tanaman cabai rawit membutuhkan cahaya matahari yang cukup sepanjang hari. Jika kurang sinar matahari, tanaman akan tumbuh meninggi, daun dan batang lemas, umur panen lebih lama, serta produksi rendah.

Cara menanam cabai rawit tidak begitu sulit diterapkan. Cabai rawit ini memang sangat cocok ditanam di daerah tropis seperti di Indonesia. Apalagi dengan banyaknya orang Indonesia yang gemar menggunakan cabai rawit untuk makanan, tentunya menanam cabai rawit bisa jadi keuntungan sendiri.

Cabai rawit yang dibudidayakan di Indonesia sangat beragam. Budidaya cabai rawit relatif lebih rendah resikonya dibandingkan dengan cabai besar. Tanaman ini lebih tahan serangan hama. Namun hama yang menyerang cabai besar bisa juga menyerang cabai rawit.

Cara menanam cabai rawit yang mudah bisa kamu terapkan di rumah. Untuk hasil yang melimpah, kamu perlu mengikuti beberapa langkah dan perawatan yang tepat agar tanaman berbuah lebat. Persiapkan lahan, benih, dan perawatan dengan baik hingga panen.

Persiapan Lahan dan Penyesuaian Suhu Lingkungan

Cara menanam cabai rawit yang pertama tentunya harus menyiapkan lahan dan menyesuaikan suhu lingkungan terlebih dahulu. Pilih tempat yang cerah dan dikeringkan dengan baik. Tanah harus subur, humus dan kaya akan sumber hara.

Sebelum menanam bibit cabai rawit, kamu harus mengeraskan tanah secara bertahap. Setelah itu paparkan bibit cabai rawit ke luar ruangan agar cabai rawit berbuah lebat. Pemaparan cuaca secara bertahap ini membantu bibit menyesuaikan, sehingga tidak akan stres ketika kamu menanamnya.

Saat suhu siang hari mencapai 25 derajat Celcius, atur bibit di lokasi terlindung seperti di samping rumah. Lakukan setidaknya selama beberapa jam setiap hari selama 3 atau 4 hari.

Bibit Cabai

Cara menanam cabai rawit selanjutnya adalah memilih bibit cabai. Pertama-tama tentu saja kamu harus memiliki bibit cabai yang berkualitas. Cukup mudah memilih bibit cabai. Pilihlah bibit cabai yang masih segar. Kupas cabai lalu ambil bijinya. Setelah itu jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

Cara lain untuk mendapatkan bibit cabai adalah dengan membeli bibit cabai di toko. Namun jika kamu hendak menanam cabai dalam skala kecil, lebih baik membuat bibitnya sendiri. Bibit cabai yang dijual di toko biasanya dalam sekala besar dan tentu saja mahal

Menyemai Cabai

Langkah selanjutnya dalam cara menanam cabai rawit adalah proses penyemaian. Gunakan polybag ukuran kecil sebagai media penyemaian. Masukkan tanah dan juga pupuk. Campur hingga tingginya polybag. Masukkan bibit cabai pada polybag dan siram setiap hari.

Berikut langkah-langkah penyemaian cabai:

– Siapkan tempat penyemaian. Polybag misalnya.

– Masukkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.

– Biarkan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari selama 1 minggu.

– Rendam bibit dalam air hangat selama 3 jam.

– Lalu letakkan benih pada polybag. Tutupi benih dengan tanah kira-kira 1 cm saja kedalamannya.

– Tunggu hingga benih berkecambah.

– Kemudian mulai diperkenalkan dengan sinar matahari langsung.

Proses Penanaman Cabai

Cara menanam cabai rawit selanjutnya adalah proses penanaman. Setelah berumur 4 minggu, pindahkan benih cabai pada lahan yang telah disiapkan. Jangan lupa untuk menggemburkan tanah lahan dan memberikan pupuk. Berhati-hatilah saat melepaskan benih dari polybag agar akar tidak rusak.

Jika kamu tetap menggunakan polybag, gunakanlah polybag dengan diameter minimal 30 cm. Bisa juga menggunakan ember bekas yang sudah dibersihkan. Gunakanlah perbandingan 3:2:1 dengan rincian tanah, pupuk, dan sekam mentah untuk tempat menanam.

Pemupukan Cabai

Cara menanam cabai rawit selanjutnya adalah dengan pemupukan. Selama masa penanaman, rajinlah memberi pupuk. Gunakan pupuk kompos sehingga cabai menjadi lebih organik. Setelah di pupuk yang pertama kali, kamu harus menambahkan pupuk susulan kisaran umur tanaman cabai rawit 1 bulan. Selanjutnya setiap panen secara terus menerus di berikan pupuk susulan.

Pemupukan bisa menggunakan pupuk organik atau kompos atau dengan pupuk cair. Tambahkan pupuk cair yang sudah di larutkan dengan perbandingan 100ml / tanaman. Jika menggunakan pupuk kompos berikan 500-700 gram/tanaman. Atau menggunakan pupuk NPK dan urea.

Kategori
Berkebun

Cara Menanam Bunga Mawar

Cara Menanam Bunga Mawar

Cara Menanam Bunga Mawar – Bunga yang satu ini sudah dikenal setiap orang. Banyak alasan mengapa orang-orang mengenaal bunga ini yang cantik ini, tapi kebanyakan pasti mengenalnya karena sering digunakan untuk melambangkan ekspresi cinta. Kelopak yang bertumpuk satu sama lain dengan warna-warna cerah menjadikan bunga mawar sangat terlihat elegan, mempesona dan tidak bosan untuk dipandang mata.

Walaupun bunga mawar yang sering muncul dalam film atau digunakan sebagai gift berwarna merah, namun bunga ini tidak cuma mempunyai satu jenis warna. Bunga mawar mempunyai variasi warna mulai dari warna putih, kuning, pink, sampai bunga mawar yang mempunyai warna biru.

Bahkan menurut wikipedia, terdapat lebih dari 100 spesies mawar. wow!!.  Pastinya perpaduan bentuk dan warna bunga mawar menghasilkan sebuah kombinasi yang sangat cantik. Walaupun bunga mawar ini mempunyai aroma harum yag tak terlalu tajam, tapi tetap saja keindahannya mempunyai banyak peminat.

Banyak cara yang dapat Moms lakukan untuk mempercantik suasana rumah, salah satunya dengan berkebun guna mendapatkan suasana yang asri.

Tak hanya sekadar asri, bila Moms rajin mengurus tanaman maka rumah Moms juga akan terlihat cantik. Salah satu tanaman yang dapat mempercantik kebun adalah bunga mawar. Nah, berikut beberapa tips cara menanam mawar agar kebun tampak cantik!

Pemilihan Pot

Langkah pertama yang harus Moms perhatikan dalam menanam mawar adalah pemilihan pot yang tepat, umumnya wadah untuk menanam bunga mawar yang baik adalah pot yang terbuat dari tanah liat.

Pot yang terbuat dari tanah liat memiliki banyak celah yang dapat membuat air mengalir keluar sehingga tak menyebabkan akar tanaman menjadi busuk.

Perhatikan Media Tanah

Tanah yang digunakan untuk menanam mawar juga tak bisa sembarangan, Moms harus menggunakan tanah dengan kadar air yang baik.

Memang agak sulit karena mawar tidak dapat tumbuh pada tanah yang terlalu gembur maupun terlalu kering. Selain itu, yang mengambil peran penting dari pertumbuhan tanaman ini adalah sinar matahari.

Pupuk

Bunga mawar juga tentu memerlukan pupuk agar dapat tumbuh dengan subur. Pilihlah pupuk kandang yang dihasilkan dari kotoran hewan untuk membuat tanaman yang satu ini tumbuh subur dan cantik.

Cara Menyiram

Setelah memilih pot yang tepat, Moms juga harus tahu bagaimana cara menyiram mawar yang benar.

Jangan menyiram mawar dengan terlalu banyak air karena dikhawatirkan akan menggenang di dalam pot.

Bila air menggenang di dalamnya, tentu akan membuat tanaman malahan menjadi busuk. Cukup siram bunga mawar melalui tanah, karena bunga mawar sangat rentan terhadap kering.

Pada musim hujan, cukup siram sehari sekali saja, sedangkan dua kali sehari pada musim panas yaitu pagi dan sore.

Jika hujan terus mengguyur maka Moms tak perlu menyiramnya lagi, cukup bilas bagian daunnya saja dengan menggunakan semprotan kecil. Jangan siram bagian daunnya dengan kasar karena akan merusak tekstur.

Pangkas Secara Rutin

Secara berkala, bunga mawar juga butuh dipangkas. Apa yang harus dipangkas? Yaitu bagian daun dan ranting yang busuk agar tak menempel dan mengganggu bagian lainnya.

Tak hanya yang busuk saja, bagian yang kering juga harus dipangkas. Cara memotongnya juga harus hati-hati ya, Moms usahakan memotong dengan lurus.

Lindungi dari Serangan Hama

Hama memang ancaman besar bagi semua tanaman, guna menghindarinya maka sebaiknya semprotkan pestisida dalam waktu 1-2 kali dalam sebulan. Perawatan seperti ini harus hati-hati dan dilakukan secara konsisten, ya.

Kategori
Berkebun Pertanian

Cara Menanam Pohon Pisang

Cara Menanam Pohon Pisang

Cara Menanam Pohon Pisang – Buah pisang tentu sudah tidak asing lagi dengan jenis buah yang satu ini. Dimana pisang merupakan salah satu jenis buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya dikonsumsi pada kalangan lansia saja bahkan dikonsumsi unutk balita sebagai makanan tambahan.

Buah pisang adalah salah satu buah yang memiliki banyak akan manfaat. Kandungan nutrisi yang terdapat pada buah ini sangat banyak dibutuhkan oleh tubuh. Tanaman pisang ini sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat kita terlebih karena tanaman ini sudah sangat sering ditanam pada rumah.

Terlebih, peluang bisnis yang bisa didapatkan dari pisang ini juga masih sangat luas karena banyaknya manfaat yang bisa diapatkan. Secara umum, saat ini pisang tidak banyak yang melakukan budidaya secara intensif. Hanya sebagian kalangan saja yang melakukan budidaya secara masif. Oleh karena itu, budidaya buah pisang sangat diminati oleh semua kalangan. Berikut adalah teknik yang dibutuhkan untuk cara menanam pohon pisang agar cepat berbuah.

Tanaman pisang sangat mudah dijumpai terutama didaerah wilayah Indonesia yang mana salah satu jenis buah yang menjadi makanan umum masyarakat. Anda juga dapat menemukan buah pisang diberbagai pasar tradisional, lokal bahkan di supermarket terdekat. Karena di Indonesia termasuk cocok dalam pertumbuhan buah pisang yang mana menyukai iklim tropis.

Pembibitan dari Tunas Pisang

Biasanya, pada pemilihan bibit pisang ini digunakan dengan menggunakan tunas. Tinggi tunas yang biasanya digunakan untuk menjadi bibit adalah yang memiliki tinggi sekitar 1 – 1.5 m yang memiliki kelebaran umbi sekitar 15 – 20 cm. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, sebaiknya anakan yang digunakan adalah yang diambil dari tanaman pisang yang termasuk dalam kategori yang sehat serta baik. Selain itu, ketinggian dari bibit tanaman ini juga akan berpengaruh terhadap produksi dari tanaman pisang itu sendiri.

Pada bibit anakan tanaman pisang ini sendiri juga dibagi menjadi dua jenis: anakan tua serta muda. Dalam hal ini, anakan dewasa akan memiliki potensi untuk lebih baik dijadikan bibit karena kesiapannya lebih matang, yaitu telah memiliki calon bunga dan persediaan makanan yang tersedia didalam batang. Selain itu, penggunaan tunas bibit yang masih berbentuk tombak dan daun yang masih seperti pedang juga lebih dibaik daripada daun dari tunas sudah melebar.

Untuk mendapatkan bibit, hal yang dapat kita lakukan adalah dengan cara membeli atau ambil dari kebun sendiri. Pada penanamannya itu sendiri, bibit akan di tanam pada jarak yang tidak terlalu rapat antar pohonnya yaitu dengan jarak 2 x 2 m. Pada pohon induk akan dibiarkan terdapat beberapa tunas sekitar 7 hingga 9 buah tunas. Apabila lebih dari itu, sebaiknya dilakukan pula pemangkasan agar dapat mengurangi jumlah tunas yang ada.

Media Tanam

Untuk perkembangannya, tanaman pisang dapat tumbuh dengan menggunakan tanah yang memiliki banyak humus, memiliki kandungan kapur maupun tanah yang berat. Karena pada dasarnya tanaman ini menyerap banyak nutrisi yang terdapat pada tanah maka sebaiknya pembudidayaan tanaman pisang menggunakan media tanam atau tanah berhumus yang telah dilakukan pemupukan.

Selain itu, air juga harus tersedia untuk menumbuhkan tanaman pisang. Meskipun sangat dibutuhkan, tetapi kita tidak boleh membuat tanaman tersebut tergenang oleh air. Tetapi, penanaman dari tanaman pisang itu sendiri harus diairi secara intensif. Apabila tanaman pisang ditanam pada tanah yang basah, ketinggian air yang dibutuhkan untuk menanam adalah 5 hingga 200 cm.

Pengolahan Media Tanam Pisang

Cara menanam pohon pisang sangat mudah yaitu dengan penglolahan media tanam yang baik. Ketika membuka lahan yang akan digunakan untuk menanam. Sebaiknya lahan yang akan digunakan telah dipertimbangkan sematang mungkin, khususnya dibagian iklim, ekonomi, serta letak pasar tempat dimana pisang kemudian akan diolah kembali. Selain itu perlu diperhatikan pula dari keamanan dari tempat menanam tanamannya.

Lahan yang digunakan juga sebaiknya telah bersih dari hama-hama penggangu yang apabila dikemudian hari dikhawatirkan akan menggangu proses pertumbuhan dari tanaman pisang itu sendiri. Dan perlu dilakukannya penggeburan tanah agar terjadinya proses pertukaran udara serta racun-racun yang terdapat di tanah dan membuat saluran irigasi agar saluran air dapat dikontrol dan tidak membuat tanaman pisang mendapatkan terlalu banyak air dalam proses pertumbuhannya.

Selain itu, tanah sebaiknya dibuat teras apabila posisi tanah berada di kondisi tanah yang miring, sebaiknya dibuat teras agar keadaan tanah dapat digunakan untuk menanam. Tanamlah tanaman seperti lamtoro guna ntuk menjaga tanah agar tidak terjadinya erosi.

Kategori
Berkebun

Cara Berkebun yang Efektif

Cara Berkebun yang Efektif

Cara Berkebun yang Efektif – Pada umumnya berkebun dilakukan di lahan yang luas di sekitar daratan karena memiliki iklim yang dingin dan cocok untuk menjadi tempat tinggal beberapa jenis sayuran. Namun bagi Anda yang tinggal di perkotaan dan memiliki lahan yang tidak perlu khawatir untuk tetap bertahan berkebun. Melalui beragam inovasi dan kreativitas, kini hobi berkebun Anda dapat disalurkan dengan baik tanpa perlu lahan yang luas.

Mulai mencoba untuk berkebun di tengah wabah Covid-19 bisa menjadi kegiatan positif selama berada di rumah. Selain mengusir kebosanan, hal tersebut juga bisa membantu memperkuat pertahanan pangan keluarga. Tentu saja, tanaman yang ditanam adalah jenis sayur-sayuran yang lazim dikonsumsi.

Bagi mereka yang memiliki lahan terbatas karena tinggal di daerah perkotaan, kegiatan berkebun tetap bisa dilakukan dengan beberapa cara, yakni menggunakan sistem hidroponik. Agar kegiatan berkebun semakin efektif, simak beberapa kiat-kiatnya di bawah ini.

Gunakan teknik berkebun hidroponik bagi yang memiliki lahan sempit

Memiliki lahan sempit bukan menjadi alasan untuk tidak berkebun. Solusinya, bercocok tanam bisa dilakukan dengan sistem hidroponik. Sesuai dengan penamaannya yaitu hydro yang mempunyai arti air dan juga ponos berarti daya, teknik ini merupakan cara bercocok tanam dengan memanfaatkan media air sebagai media tanam utama.

Selain efektif diterapkan pada lahan yang sempit, kelebihan berkebun dengan teknik hidroponik sangat mudah dilakukan dan tanaman tidak mudah terserang hama maupun penyakit. Jika dilakukan dengan jumlah instalasi berupa pipa yang banyak, hasil panen pun akan melimpah.

Alternatif lain yang bisa dicoba selain hidroponik

Selain sistem hidroponik, ada beberapa teknik bercocok lainnya yang bisa dicoba, yakni tabulampot (tanaman buah dalam pot), vertikultur, dan aeroponik. Untuk tabulampot, teknik menanam ini menggunakan media tanam seperti pot berbahan tanah liat dan kayu dengan menggunakan campuran antara tanah, kompos dan sekam dengan komposisi 1:1:1.

Vertikultur juga bisa dipilih dan cocok untuk lahan sempit karena memiliki banyak model penanaman, seperti ditempel di tembok dengan media tanam berupa pot plastik kecil secara vertikal maupun menggunakan rak. Sedangkan aeroponik, merupakan bercocok tanam dengan memanfaatkan udara sebagai media tanam utama.

Inovasi menanam sekaligus beternak lele dengan teknik budikdamber

Pernahkah berpikir jika bercocok tanam ternyata bisa digabung sekaligus dengan budidaya ikan? Jika belum pernah, ada baiknya mengenal teknik budikdamber yang dikembangkan Yuli Nursandi. Budikdamber sendiri merupakan singkatan dari Budidaya Ikan dalam Ember, di mana metode tersebut juga bisa dikombinasikan dengan menanam sayuran.

Untuk memulai budikdamber, alat dan bahan yang harus dipersiapkan adalah ember ukuran 100 liter, bibit lele, kangkung, gelas plastik, arang, dan kawat. Khusus untuk kangkung, cukup ditanam sekali dan bisa dipanen berkali-kali dengan cara memotong kangkung agar tunasnya tumbuh kembali.

Pilih tanaman berupa sayuran yang bisa dikonsumsi

Sesuai tujuan awal bercocok tanam untuk membantu ketahanan pangan keluarga, jenis tanaman yang dipilih adalah sayuran yang bisa dikonsumsi, mudah dalam hal perawatan dan memiliki nutrisi yang bagus, seperti sawi hijau, bayam, seledri, buncis, pare, brokoli, dan kangkung.

Khusus untuk kangkung, sayuran yang satu ini tergolong jenis tanaman yang mudah dibudidayakan dengan berbagai teknik media tanam. Kandungan mineral yang dimiliki seperti kalium, fosfor, kalsium dan vitamin B kompleks, sangat baik untuk tubuh. Kangkung juga bisa dikombinasikan dengan teknik bercocok tanam dengan budikdamber.

Kategori
Berkebun

Manfaat Mengajak Anak Berkebun

Manfaat Mengajak Anak Berkebun

Manfaat Mengajak Anak Berkebun – Selama ini, berkebun memang masih dipandang sebagai aktivitas orangtua. Padahal semua kalangan bisa dan boleh melakukan aktivitas ini lho, Ma! Termasuk anak-anak.

Bahkan, belajar berkebun sejak dini terbukti memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan anak. Ia dapat mengasah kemampuan motorik anak, menumbuhkan rasa tanggung jawab, hingga mengajarkannya untuk lebih menghargai makanan.

Kegiatan menanam atau berkebun cukup ramai dibicarakan di media sosial semenjak pandemi Covid-19. Rupanya berkebun bisa membantu ‘membunuh’ rasa bosan baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Selain menanam tanaman, aktivitas berkebun bisa menanamkan nilai-nilai penting dalam hidup termasuk kerja keras, kesabaran, dan tanggung jawab.

Menurut Lucy Jones, penulis ‘Losing Eden: Why Our Minds Need the Wild’. alam memainkan peran dalam perkembangan kesejahteraan (well-being) anak.

“Jika kita berkebun, mikroba penting di tanah bisa meningkatkan serotonin (zat kimia di otak yang berkontribusi pada rasa bahagia) dan bau tanah setelah hujan (petrikor) mempengaruhi otak dengan cara meningkatkan suasana hati,” jelas Jones mengutip dari Good House Keeping.

Melihat berbagai manfaat tersebut, melibatkan anak dalam aktivitas berkebun adalah sebuah hal yang baik.

Manfaat-manfaat Mengajak Anak Berkebun:

Mengajarkan anak untuk lebih menghargai makanan

Dengan berkebun, anak melihat langsung proses tumbuhnya tanaman hingga siap dipanen menjadi bahan makanan. Anak akan belajar bahwa keberadaan makanan di piringnya membutuhkan proses yang panjang dan tenaga yang tidak sedikit.

Otomatis, anak akan lebih menghargai makanan. Ia pun lebih terdorong untuk selalu menghabiskan makanan yang dihidangkan untuknya.

Menumbuhkan rasa cinta terhadap alam

Dibandingkan dengan teori, metode belajar dengan praktek umumnya lebih efektif. Oleh karena itu, Mama tidak perlu membuang tenaga untuk menceramahi anak tentang pentingnya mencintai alam, cukup ajak ia berkebun.

Berkebun mengajak anak untuk merawat tanaman dan menyayanginya sebagai makhluk hidup. Otomatis dengan berkebun, anak akan belajar untuk lebih mencintai dan merawat alam.

Rasa cinta terhadap alam itu penting lho, Ma. Pasalnya sepanjang hidup, manusia akan selalu membutuhkan alam untuk bertahan.

Menumbuhkan rasa tanggung jawab

Sama seperti merawat makhluk hidup lainnya, berkebun juga menuntut tanggung jawab. Anak harus telaten merawat tanaman jika ingin tanamannya tumbuh dengan baik, termasuk menyiraminya dengan rutin, memberi pupuk, hingga menyingkirkan gulma atau hama yang menyerang.

Oleh karena itu, berkebun akan menjadi latihan yang baik untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab anak. Mama bisa memintanya untuk rutin menyiram tanaman untuk awalnya. Jika anak sudah terbiasa, Mama bisa memberinya tanggung jawab lebih untuk memberi pupuk dan lain-lain.

Mengajarkan anak untuk hidup sehat

Tidak hanya mengajarkan anak untuk lebih menghargai makanan, Mama juga bisa mengajarkan anak untuk hidup sehat selama berkebun lho, Ma.

Mama bisa mengenalkannya pada berbagai jenis buah dan sayuran serta nutrisi-nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Bahkan, beberapa penelitian menemukan anak-anak yang berkebun cenderung lebih memilih buah dan sayuran sebagai camilan mereka.

Mengasah kemampuan motorik anak

Hampir sebagian besar aktivitas saat berkebun membutuhkan pergerakan fisik, seperti menggali tanah, menanam bibit, menyiram tanaman, ataupun memindahkan pot. Aktivitas-aktivitas ini membutuhkan koordinasi otot yang baik. Otomatis, kemampuan motorik anak akan lebih terasah.

Dengan motorik yang terasah, anak pun akan menjadi lebih aktif. Pada akhirnya kemampuan ini juga akan berpengaruh pada kreativitas dan kemampuan berpikirnya.

 

Kategori
Berkebun

Perhatikan Hal Berikut Ini Saat Berkebun Strawberry

Perhatikan Hal Berikut Ini Saat Berkebun Strawberry

GettyImages 679037623 5be21a65c9e77c0051262dc0 - Perhatikan Hal Berikut Ini Saat Berkebun StrawberryPerhatikan Hal Berikut Ini Saat Berkebun Strawberry – Berdasarkan penelitian dari Universitas Essex dan Westminster, berkebun dua kali seminggu bisa meningkatkan mood orang-orang yang tengah dilanda stres. Rasa lelah pun hilang ketika mata melihat segarnya pemandangan hijau. Jika Anda tak memiliki pekarangan yang cukup luas untuk berkebun, Anda bisa menyiasatinya dengan menanam tumbuhan dalam pot.

Salah satu tanaman buah yang akan tampak cantik saat tiba masa panen adalah strawberry. Buah berwarna merah ini juga memiliki banyak manfaat kesehatan, salah satunya mencegah penyakit jantung. Kandungan flavanoid dalam strawberry bisa melebarkan pembuluh darah dengan melawan penumpukan lemak yang biasanya menyumbat arteri koroner di jantung.

Bagaimana cara berkebun strawberry yang baik? Daftar Sbobet88 Simak ulasannya berikut ini?

1. Tanam strawberry di cuaca yang tepat

Diperlukan hingga 30 hari sebelum Anda bisa memanen strawberry. Suhu ideal untuk menanam buah ini adalah 70-80 derajat Fahrenheit di siang hari dan sekitar 60-65 derajat Fahrenheit di malam hari. Strawberry membutuhkan enam hingga 10 jam cahaya matahari langsung. Jadi letakkan pot-pot strawberry Anda di lokasi yang strategis.

2. Jangan menanamnya bersama tomat, paprika, atau terong

Hindari menanam strawberry dengan tomat, paprika, terong, brokoli, kale, dan kubis. Menanam buah di samping buah atau sayuran lainnya sama saja dengan mengubahnya mejadi pengontrol hama secara alami dan meningkatkan kemungkinan gagal panen.

3. Buat komposit

Pastikan Anda membuat komposit di tanah sebelum mulai menanam strawberry. Buah satu ini menyukai tanah yang sedikit asam.

4. Tanam di pot besar

Strawberry memerlukan ruang untuk bertumbuh, jadi pastikan ada ruang cukup untuknya berkembang.

5. Jangan kubur bagian akar strawberry

Sebaiknya jangan timbun bagian akar dengan tanah karena akan membuat tumbuhan itu membusuk.

6. Pastikan membuang daun yang cokelat

Sangat penting membuang bagian daun yang kering, kecokelatan, terutama yang tumbuh di dekat dasar tumbuhan yang menjuntai ke tanah. Juga pastikan untuk menjaga tanaman ini dari rumput liar yang tumbuh di sekitarnya jika Anda berkebun strawberry di lahan pekarangan.

7. Penyiraman 

Tanaman strawberry harus disiram dengan embrat (cerek khusus tanaman) secara rutin mulai dari masa tanam hingga memasuki fase generatif.

Penyiraman ini harus dilakukan secara intensif, bahkan jika perlu buatlah jadwal.

8. Pengendalian Hama dan Penyakit 

Keberadaan hama adalah salah satu masalah yang perlu diperhatikan penanganannya. Pastikan tidak ada hama yang menempel pada tanaman.

Untuk mencegahnya, kamu bisa menyemprotkan pestisida yang direkomendasikan untuk tanaman strawberry.

9. Tips Agar strawberry Cepat Berbuah 

Pendangiran dan penyiangan adalah 2 proses tambahan yang dibutuhkan untuk membuat tanaman strawberry cepat berbuah.

Kedua kegiatan ini bersifat koheren dan kohesif dalam dunia pertanian.

Bahkan, keduanya dinilai oleh banyak pegiat bisnis pertanian sebagai faktor besar kesuksesan kegiatan pertanian di seluruh dunia.

Pendangiran dilakukan untuk menggemburkan lahan dengan cara dicangkul kecil-kecil secara hati-hati agar tidak melukai akar tanaman.

Penyinangan sendiri adalah proses mencabut rumput-rumput liar pada tanah untuk mencegah pertumbuhan jamur, penyakit, dan hama parasit.

10. Proses Panen 

Ciri-ciri strawberry yang sudah bisa dipanen adalah sebagai berikut:

  • Daging buah yang terasa kenyal dan empuk saat dipegang
  • Rasanya sedikit asam jika digigit
  • Kulit buahnya berwarna merah muda atau tua dengan tangkai berwarna agak cokelat kekuningan

Untuk proses panennya, kamu harus menggunakan gunting khusus untuk pemetikan buah atau bisa juga dengan pisau tajam.

Kategori
Berkebun

Tanaman Berkhasiat di Kebun Bunda

Tanaman Berkhasiat di Kebun Bunda

Tanaman Berkhasiat di Kebun Bunda, – Sudah banyak penelitian menunjukkan manfaat berkebun untuk kesehatan. Mulai dari mengurangi stres, tekanan darah, kecemasan, hingga memperpanjang umur seseorang.

Tubuh kita senantiasa memperbaiki pertarungan untuk melawan berbagai penyakit yang terus meneror, baik dari lingkungan maupun dari makanan tidak sehat yang kita konsumsi. Tubuh kita sebenarnya memiliki sistem penyaringan yang mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Meskipun sulit melepaskan diri dari bahaya, penting bagi kita yang membutuhkan tubuh, melepaskan stres dan melepaskan fungsi tubuh dengan baik. Kita juga bisa membantu sistem penyaringan tubuh melalui makanan yang kita asup, salah satunya melalui detoks herbal.

Detoks adalah istilah yang digunakan untuk proses mengeluarkan toksin (racun) dalam tubuh dengan menggunakan empat organ utama yaitu hati, ginjal, saluran pernapasan dan kulit. Berikut ini merupakan detoks herbal yang bisa membantu tubuh kita untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh kita.

Ada empat jenis tanaman obat yang beredar di sekitar kita berdasarkan hasil kajian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Kesehatan.

Kemangi

Kemangi sangat bersahabat dengan ginjal kita. Dalam tubuh, memainkan peran penting dalam menghilangkan produk limbah dan memutar yang ada dalam aliran darah kita. Makanan yang membutuhkan proses yang tinggi akan otomatis juga memberatkan kerja ginjal kita.

Nah, dengan mengonsumsi kemangi kita telah memberikan nutrisi pada tubuh. Kemangi adalah tanaman herbal yang mampu menyelamatkan racun yang tersangkut dalam ginjal. Kemangi adalah tanaman yang sangat mudah tumbuh di rumah. Untuk menikmatinya, kamu dapat membuat kemangi sebagai campuran masakan dari sayuran dan juga campuran smoothies sayuran.

Jeruk nipis

Khasiat buah yang satu ini memang sudah sering dibahas ya, Bun. Jeruk nipis seperti Bunda tahu berkhasiat sebagai obat penurun panas, pegal linu, hingga batuk.

Apa saja kandungan dalam jeruk nipis? Buah tersebut mengandung asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonene, felandren, lemon kamfer, kadinen, gerani-lasetat, linali lasetat, aktilaldehid, annildehid), dammar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang, vitamin B1 dan C. Wah, banyak ya Bun.

daun mint

Saat proses pencernaan tidak berjalan sempurna, pemutaran dapat dilakukan pada lambung dan usus. Nah, disaat seperti ini daun mint bisa menjadi penolong untuk lambung dan usus kamu. Mint dikenal sebagai mentha yang mengandung antioksidan. Mint memiliki sifat anti-inflamasi

Daun mint telah digunakan selama bertahun-tahun untuk membantu gangguan pencernaan. Mint dapat meningkatkan aliran empedu melalui perut, yang membantu memberikan dan melancarkan pencernaan. Nah, fungsi itu pula yang membuat daun mint bisa menyeret keluar ikatan dalam tubuh pada waktu yang tepat. Bukan hanya bekerja dari dalam, daun mint juga bisa melakukan detoksifikasi melalui kulit.

Daun sereh wangi

Khasiat tanaman yang satu ini sudah dikenal sejak lama. Daun dan akar sereh wangi berkhasiat sebagai penghangat badan, peluruh keringat, dan obat kumur.

Daun sereh wangi mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Selain itu, daunnya juga mengandung minyak atsiri dengan sitral, sitronelol, geraniol, metilheptenon, eugenol-metilete, dipentel, eugenol, kadinen, kadinol, dan limonene.

Minyak atsiri dari daun dan akar sereh wangi dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, Streptococcus hemolitic, pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, bacilus subtilis, Salmonella typhimurium, Apergillus niger dan Candida albicans.

Ternyata, tanaman yang kita temui sehari-hari punya banyak khasiat ya, Bun. Yuk mulai berkebun tanaman obat. Ajak juga si kecil ya, Bun. Sebab, kegiatan berkebun juga punya banyak manfaat buat anak.

Kategori
Berkebun

Langkah Mudah Untuk Menanam Cabe

Langkah Mudah Untuk Menanam Cabe

Langkah Mudah Untuk Menanam Cabe – Cabe merupakan bumbu dapur yang wajib ada sebagai persyaratan dapur. Apalagi masyarakat Indonesia tidak bisa melepaskan dari makanan pedas.

Masyarakat kita sudah terbiasa dengan makanan pedas. Oleh karena itu cabe bukan lagi pelengkap namun menjadi makanan utama.

Selain sambal, makanan wajib, dibuat dari cabe. Cabe yang termasuk dalam kelompok sayuran dan bumbuni, dan ini adalah berbagai jenis macam cabe:

  1. Cabe Kathur
  2. Cabe Rawit
  3. Cabe Merah Besar
  4. Cabe Keriting
  5. Cabe Jalapeno (Capsicum Annuum)
  6. Cabe Gendot
  7. Paprika / Bell Pepper

Jika Anda adalah penggemar cabe, maka harus membeli alangkah pembelian jika Anda hanya tinggal memetik saja di halaman Anda. Tidak usah khawatir. Cara menanam cabe mudah kok. Anda juga tidak perlu lahan yang luas.

Cara menanam cabe

1. Bibit cabe

Cara menanam cabe tentu saja berawal dari bibit. Pertama-tama Tentu saja Anda harus memiliki bibit cabe yang berkualitas. Cukup mudah memilih bibit cabe. Pilihlah bibit cabe yang masih segar. Kupas cabe lalu ambil bijinya. Setelah itu jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

2. Menyemai cabe

Langkah selanjutnya adalah dengan menyemai cabe. Gunakan polybag ukuran kecil sebagai media penyemaian. Masukkan tanah dan juga pupuk. Campur hingga tinggi polybag. Masukkan bibit cabe pada polybag dan siram setiap hari. Lebih rinci lagi, begini cara menyemai bibit cabe agar cepat tumbuh.

3. Penanaman cabe

Setelah diterima 4 minggu, pindahkan benih cabe di lahan yang telah disiapkan. Jangan lupa menggemburkan tanah dan memberikan pupuk. Dan berhati-hatilah saat melepaskan benih dari polybag agar akar tidak rusak.

Jika Anda tetap menggunakan polybag, gunakanlah polybag dengan diameter minimal 30 cm. Bisa juga menggunakan ember bekas yang sudah dikemas.

4. Pemupukan cabe

Selama masa penanaman, rajinlah memberi pupuk. Gunakan pupuk kompos agar cabe ditanam secara organik.

5. Perawatan cabe

Jangan lupa untuk menyirami cabe setiap hari. Dan juga seringlah melihat apakah ada tanaman lain yang tumbuh yang akan mengalami pertumbuhan cabe. Jika ada cabut secara rutin agar cabe bisa tumbuh dengan baik.

6. Panen

Setelah cabe tumbuh dengan sempurna, Anda bisa melakukan panen dengan panen dengan bebas.

Bagaimana? Mudah bukan? Begitulah cara menanam cabe baik di tanah maupun di polybag. Kini Anda tidak perlu bingung lagi apakah harga cabe naik atau terjadi kelangkaan cabe. Semoga bermanfaat.