Kategori
Berkebun

5 Kesalahan Umum Dalam Berkebun Yang Wajib Dihindari

Kesalahan Berkebun – Berkebun ternyata bukanlah kegiatan asal tanam di tanah. Karena ada banyak sekali hal yang harus kamu pahami ketika berkebun. Bagi untuk kamu yang pemula maka kamu harus mempelajari kesalahan umum dalam berkebun agar bisa sukses nanti kedepannya.

Baca Juga: 4 Cara Berkebun Di Halaman Rumah Sempit

Seperti halnya mahluk hidup, tanaman juga punya kebutuhan yang spesifik soal faktor-faktor yang diperlukan untuk menunjang kehidupnnya. Mulai dari tanah, matahari, air dan lain-lain berbeda juga kebutuhannya. Hal ini lah yang sering kurang diperhatikan oleh pemula saat download idn poker.

Untuk itu kamu bisa hindari beberapa kesalahan umum berkebun berikut ini.

1. Mengabaikan Kondisi Lingkungan

Salah satu hal paling penting dalam mulai berkebun adalah mengamati kondisi lingkungan. Ketahui arah datangnya cahaya matahari dan bagaimana letak kebun atau lokasi untuk menanam.

Cari tahu juga berapa lama paparan sinar matahari di bagian barat, timur, selatan, atau utara rumah. Di sisi mana saja pot bisa ditaruh. Selain itu, perhatikan akses untuk sumber air, pastikan tidak jauh dari lokasi menanam.

2. Tidak Siapkan Tanah Yang Subur

Tanah yang gembur dan subur adalah kunci perkembangan tanaman. Jangan asal pakai media tanam atau tanah liat. Pastikan tanah bisa menyimpan air, mengandung nutrisi, sekaligus gembur. Caranya, campur tanah, pupuk, sekam basah, dan sekam bakar dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 1.

3. Terlalu Banyak / Sedikit Menyiram

Seperti juga halnya kebutuhan akan sinar matahari, kebutuhan air tanaman pun berbeda-beda. Kebanyakan kita sekadar menyiramnya, tanpa dengan pasti tahu kebutuhan tanaman.

Untuk tanaman yang ditanam di tanah, sirami sampai tanah benar-benar basah. Untuk yang ditanam di pot, siram secukupnya sampai tanah terlihat menetes dari lubang di bawah. Air tidak boleh menggenang di pot karena terlalu banyak air dapat membuat akar busuk.

Idealnya tanaman disiram 1 sampai 2 kali per hari, pada pagi hari sebelum pukul 9 dan sore setelah pukul 16. Jangan lupa juga, ketika kita bepergian dan di rumah tidak ada orang, kecukupan air tanaman juga harus tetap terjamin. Misalnya, dengan membuat sistem penyiraman otomatis.

4. Tidak Mengantisipasi Hama / Serangga

Serangga, ulat, atau hama mungkin akan mendatangi daun-daun sayuran yang kita tanam. Tidak terlalu perlu menggunakan pestisida, apalagi yang tidak alami. Kita bisa memberi tanaman pengalih, misalnya tanaman bunga di samping sayuran kita. Dengan begitu, serangga bisa makan dari tanaman bunga itu.

5. Menanam Tanaman Yang Jarang Dikonsumsi

Kesalahan umum dalam berkebun selanjutnya adalah asal menanam tanaman. Memang, ketika ide untuk berkebun terasa menggoda, kamu pasti cenderung untuk tidak memedulikan jenis tanamannya.

Sebaiknya, jangan asal membeli atau menanam banyak bibit atau benih. Tanamlah yang gemar kamu sekeluarga konsumsi. Dengan begitu, kita pun bersemangat merawatnya dan kebun pun membawa manfaat yang optimal.

Baca Juga: Tips Menanam Hidroponik Pakai Botol Bekas

Itulah tadi beberapa kesalahan umum dalam berkebun. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi terbaru buat kamu.

Kategori
Berkebun

Mudah untuk Pemula Berkebun

Mudah untuk Pemula Berkebun

Mudah untuk Pemula Berkebun – Macam-macam Hidroponik merupakan solusi bagi Anda yang ingin berkebun. Hidroponik adalah metode menanam tanaman dalam larutan kaya nutrisi berbasis air. Kata hidroponik berasal dari “hidro”, yang berarti air, dan “ponos”, yang berarti kerja.

Macam-macam hidroponik tidak menggunakan tanah melainkan sistem nutrisi berbasis air. Tujuan utama hidroponik adalah menghilangkan sebanyak mungkin hambatan antara akar tanaman, air, oksigen, dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh.

Berikut macam-macam hidroponik:

Hidroponik Ebb And Flow

Hidroponik pasang surut atau Ebb And Flow bekerja sangat baik untuk hampir semua jenis tanaman termasuk beberapa sayuran akar. Jenis sistem ini berfungsi dengan membanjiri area yang tumbuh dengan larutan nutrisi pada interval tertentu.

Solusi nutrisi kemudian perlahan-lahan mengalir kembali ke reservoir. Pompa terhubung ke pengatur waktu, sehingga proses berulang dengan sendirinya pada interval tertentu sehingga tanaman mendapatkan jumlah nutrisi yang diinginkan.

Hidroponik Drip

Hidroponik Drip atau hidroponik tetes merupakan salah satu macam-macam hidroponik yang mudah digunakan, diatur, dan dapat disesuaikan dengan beberapa teknik. Sistem hidroponik tetes sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman. Daftar IDN Poker Pulsa

Sistem hidroponik tetes dapat berupa sistem yang tidak bersirkulasi. Sistem yang tidak bersirkulasi menetes perlahan untuk memberi tanaman nutrisi yang cukup pada tingkat yang konsisten. Sistem sirkulasi menetes lebih sering, dengan nutrisi berlebih mengalir kembali ke reservoir.

Hidroponik NFT

Hidroponik NFT atau Nutrient Film Technique merupakan salah satu dari macam-macam hidroponik yang cukup sederhana. Dengan sistem hidroponik NFT, larutan nutrisi dipompa ke saluran yang dapat menampung beragam tanaman. Saluran sedikit miring, sehingga larutan nutrisi mengalir melalui saluran, melewati akar tanaman, menggantung akar, dan kembali ke reservoir hidroponik.

Hidroponik DFT

Hidroponik DFT atau Deep Flow Technique merupakan variasi dari hidroponik NFT. Alih-alih lapisan tipis nutrisi, tanaman dikelilingi oleh larutan nutrisi setinggi sekitar 4 cm. Teknik deep flow membuat sistem hidroponik jenis ini lebih aman, karena akar masih disuplai jika terjadi kegagalan pompa.

Hidroponik Kultur Air

Hidroponik Kultur Air atau Water Culture System merupakan teknik yang cukup sederhana dari macam-macam hidroponik. Platform yang menampung tanaman biasanya terbuat dari Styrofoam dan mengapung langsung pada larutan nutrisi.

Kultur Air adalah sistem pilihan untuk menanam selada yang merupakan tanaman yang sangat menyukai air. Sangat sedikit tanaman selain selada yang dapat bekerja dengan baik dalam sistem jenis ini.

Hidroponik sumbu

Hidroponik Sumbu adalah jenis sistem hidroponik yang paling sederhana yang tidak memerlukan listrik, pompa, atau aerator. Di antara berbagai jenis sistem hidroponik, ini adalah satu-satunya yang dapat menjadi sistem yang sepenuhnya pasif, yang berarti tidak diperlukan listrik. Sistem sumbu baik untuk tanaman kecil yang tidak menggunakan banyak air atau nutrisi.

Aeroponik

Aeroponik bukanlah metode termudah untuk berkebun hidroponik, tetapi ini adalah konsep yang sederhana. Dengan teknik ini, tanaman ditangguhkan di udara dan larutan nutrisi disemprotkan ke sistem akar tanaman.

Kategori
Berkebun

Tips Menanam Hidroponik Pakai Botol Bekas

Hidroponik Botol Bekas – Saat ini sistem hidroponik menjadi salah satu alternatif cara untuk menanam yang sangat praktis. Dimana teknik Hidroponik ini sendiri tidak memerlukan tanah dan lahan yang luas sehingga bisa kamu terapkan dengan mudah untuk berkebun di rumah.

Baca Juga: Beberapa Metode Berkebun Hidroponik Dengan Mudah Untuk Pemula

Cara mudah untuk menanam hidroponik dapat dilakukan dengan memanfaatkan barang-barang yang ada seperti contohnya botol bekas ataupun kain yang sudah tidak terpakai. Bila biasanya hidroponik dilakukan di rumah kaca dengan medium air berisi zat hara. Hidroponik juga ternyata bisa dimodifikasi menggunakan botol bekas.

Hidroponik dengan menggunakan botol bekas dapat dilakukan untuk menanam aneka tumbuhan dan sayur-sayuran seperti kangkung, selada, dan sawi.

Berikut cara mudah menanam hidroponik dengan botol bekas.

1. Siapkan Botol Bekas

Siapkan botol bekas. Lalu, potong botol menjadi dua. Tempatkan bagian tutup botol ke dalam bagian bawah botol. Posisi tutup botol akan tampak terbalik.

Botol bagian atas akan menjadi tempat media tanam sedangkan botol di bagian bawah menjadi tempat air yang bernutrisi atau berisi zat hara.

2. Hubungkan Kedua Bagian Botol

Hubungkan kedua bagian botol tersebut dengan menggunakan kain. Kain yang digunakan dapat berupa sumbu kompor. Jika tidak memiliki sumbu kompor dapat menggunakan kaus kaki yang tidak terpakai atau kain flanel yang dipotong seukuran sumbu kompor.

Bolongi bagian tutup botol yang cukup untuk dilewati kain sehingga kain dapat menjuntai kebagian bawah botol. Dikutip dari Home Guides, kain berfungsi untuk menghubungkan nutrisi air dengan media tanam.

3. Mengisi Air Zat hara

Setelah semua sistem dapat beroperasi, tuangkan air berzat hara pada bagian bawah botol sebelum batas menyentuh tutup botol yang terbalik. Air berzat hara adalah air bernutrisi tinggi yang mengandung mineral yang dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis.

4. Siapkan Media Tanam

Siapkan media tanam pada botol yang terbalik. Isi dengan bibit tanaman atau sayuran. Media tanam hidroponik dapat berupa sekam bakar, rockwool, atau cocopeat.

5. Ganti Air Ber Zat Hara Secara Rutin

Air berzat hara akan menyusut perlahan karena digunakan oleh tumbuhan. Setelah air menipis ganti dengan air yang baru.

Tempatkan pula media tanam dengan lokasi yang sesuai tergantung kebutuhan akan matahari. Beberapa tanaman membutuhkan lebih banyak sinar matahari, sedangkan yang lainnya hanya perlu sedikit sinar matahari.

Baca Juga: 4 Cara Berkebun Di Halaman Rumah Sempit

Itulah tadi beberapa cara mudah menanam tanaman hidroponik dengan botol bekas. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah informasi dan wawasan untuk kamu.

Kategori
Berkebun

4 Cara Berkebun Di Halaman Rumah Sempit

Berkebun mungkin sulit untuk dilakukan terlebih lagi buat kamu yang tinggal di kota besar dan halaman rumah yang sempit. Bahkan bagi kamu yang tinggal di apartemen, sepertinya berkebun adalah hal mimpi di siang bolong.

Baca Juga: Beberapa Metode Berkebun Hidroponik Dengan Mudah Untuk Pemula

Namun untuk bisa berkebun sebenarnya kamu tidak perlu lahan yang luas, karena lahan sempit di pekarangan rumah juga bisa dijadikan tempat untuk berkebun. Jadi gimana caranya? Berikut trik memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah untuk berkebun.

1. Rencanakan Dengan Matang

Langkah pertama untuk menanam tanaman di ruangan sempit adalah mempersiapkan rencana dengan baik. Jika Anda tinggal di apartemen dan hanya memiliki balkon atau teras, jangan sampai menghabiskan semua ruang untuk tanaman.

Apabila kesusahan untuk mendapatkan inspirasi, Anda bisa mencari melalui sosial media atau internet. Di sana, Anda bisa mendapatkan konsep atau ide-ide memanfaatkan halaman yang sempit tampak asri dan hijau.

Selain itu, Anda juga dapat mencari tanaman favorit yang sesuai dengan kantong.

2. Mencari Tanaman Yang Sesuai

Jika sudah memiliki wadah untuk menanam, langkah selanjutnya adalah mencari tanaman yang sesuai dengan kebutuhan dan kantong.

Benih tanaman biasanya cukup murah untuk dibeli, di situs belanja online dijual dengan kisaran 6ribu hingga 30 ribu tergantung jenis benih tanamannya.

Hal yang harus dipertimbangkan untuk membeli benih tanaman adalah mencoba menemukan barang yang bisa digunakan kembali. Artinya, benih dapat disimpan hingga tahun depan atau menanam kembali dengan mendaur ulang tanaman (seperti bawang hijau, seledri, nanas dan sebagainya)

3. Menggunakan Metode Vertikal

Anda dapat menempatkan tanaman kesayangan ke dinding atau pagar atau menggunakan teralis. Dinding yang dipilih harus memiliki sinar matahari yang cukup untuk tanaman.

Dilansir dari growveg, rekomendasi tanaman yang dapat menggunakan metode ini adalah buah kiwi, anggur, kacang polong dan tomat anggur. Pastikan penyangga cukup kuat untuk menahan tanaman.

4. Gunakan Wadah Daur Ulang

Setelah memiliki rencana, langkah yang penting selanjutnya adalah mengumpulkan alat dan barang yang dibutuhkan untuk berkebun.

Cara termudah untuk memulai berkebun di ruangan kecil adalah wadah yang dipilih untuk menanam tanaman. Wadah yang digunakan tak harus berbahan dasar tanah liat atau terracotta atau pot plastik dengan bentuk yang sempurna.

Dengan sedikit imajinasi, Anda bisa menggunakan mendaur ulang barang yang sudah ada di rumah. Pastikan barang yang digunakan dapat menampung cukup tanah untuk tanaman dan memungkinkan drainase yang memadai.

Sebelum itu, pastikan barang yang digunakan tidak berbahan kimia beracun jadi aman digunakan untuk tanaman yang bisa dikonsumsi. Bersihkan wadah terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menanam.

Berikut beberapa ide barang yang bisa didaur ulang sebagai sarana menanam tanaman yang dilansir dari gardenerspath:

  • kaleng
  • botol
  • guci
  • gulungan kertas toilet
  • lentera
  • tangki ikan
  • mangkuk ikan
  • ban
  • kotak surat atau keranjang
  • barang pecah belah
  • talang
  • pipa
  • beton
  • gerobak atau gerobak beroda
  • cangkir kopi
  • palet
  • kandang burung
  • keranjang baju
  • panci rusak
  • tabung logam
  • barel kayu

Itulah tadi beberapa cara berkeben di halaman rumah yang sempit. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi terbaru buat kamu seputar dunia berkebun.

Kategori
Berkebun Pertanian

Beberapa Metode Berkebun Hidroponik Dengan Mudah Untuk Pemula

Belakangan ini telah ada macam-macam jenis metode hidroponik yang merupakan salah satu solusi bagi kamu yang ingin berkebun. Hidroponik sendiri adalah salah satu metode menananam tanaman dalam larutan kaya nutrisi berbasis air, dimana kata hidro adalah air dan ponos yang berarti kerja.

Ada juga macam-macam hidroponik yang tidak menggunakan tanah melainkan sistem nutrisi berbasis air. Dimana tujuan utama dari hidroponik adalah untuk menghilangkan sebanyak mungkin hambatan antara akar tanaman dan air, oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh.

Baca Juga: Cara Ajak Anak Berkebun

Teknik Hidroponik juga bisa dilakukan dengan beragam metode, karena ada banyak macam hidroponik yang terdiri dari mulai dari teknik sederhana hingga teknik tercanggih semua bisa digunakan.

Macam-macam hidroponik bisa Anda coba untuk memulai bertanam hidroponik. Dengan mengetahui macam-macam hidroponik Anda akan bisa menentukan teknik mana yang sesuai dengan kebutuhan.

1. Hidroponik DFT

Hidroponik DFT atau Deep Flow Technique merupakan variasi dari hidroponik NFT. lih-alih lapisan tipis nutrisi, tanaman dikelilingi oleh larutan nutrisi setinggi sekitar 4 cm. Teknik deep flow membuat sistem hidroponik jenis ini lebih aman, karena akar masih disuplai jika terjadi kegagalan pompa.

Namun, metode ini tidak terlalu sering diterapkan, karena terutama dalam sistem yang lebih panjang atau lebih besar, pasokan oksigen ke tanaman bervariasi sehingga menghasilkan pertumbuhan tanaman yang tidak merata.

2. Hidroponik NFT

Hidroponik NFT atau Nutrient Film Technique merupakan salah satu dari macam-macam hidroponik yang cukup sederhana. Dengan sistem hidroponik NFT, larutan nutrisi dipompa ke saluran yang dapat menampung beragam tanaman. Saluran sedikit miring, sehingga larutan nutrisi mengalir melalui saluran, melewati akar tanaman, menggantung akar, dan kembali ke reservoir hidroponik.

Jenis sistem ini bekerja sangat baik karena akar tanaman menyerap lebih banyak oksigen dari udara. Karena hanya ujung akar yang bersentuhan dengan larutan nutrisi, tanaman dapat memperoleh lebih banyak oksigen yang memudahkan laju pertumbuhan yang lebih cepat. Karena ukuran saluran, sistem hidroponik NFT paling cocok untuk tanaman yang memiliki sistem akar kecil, seperti sayuran berdaun hijau.

3. Hidroponik Pasang Surut

Hidroponik pasang surut atau ebb and flow bekerja sangat baik untuk hampir semua jenis tanaman termasuk beberapa sayuran akar. Jenis sistem ini berfungsi dengan membanjiri area yang tumbuh dengan larutan nutrisi pada interval tertentu.

Solusi nutrisi kemudian perlahan-lahan mengalir kembali ke reservoir. Pompa terhubung ke pengatur waktu, sehingga proses berulang dengan sendirinya pada interval tertentu sehingga tanaman mendapatkan jumlah nutrisi yang diinginkan.

Sistem hidroponik pasang surut sangat ideal untuk tanaman yang terbiasa dengan periode kekeringan. Tanaman tertentu tumbuh subur ketika mereka melewati periode kering sedikit karena menyebabkan sistem akar tumbuh lebih besar untuk mencari kelembaban. Ketika sistem akar tumbuh lebih besar, tanaman tumbuh lebih cepat karena dapat menyerap lebih banyak nutrisi.

4. Hidroponik Kultur Air

Hidroponik kultur air atau water culture system merupakan teknik yang cukup sederhana dari macam-macam hidroponik. Platform yang menampung tanaman biasanya terbuat dari Styrofoam dan mengapung langsung pada larutan nutrisi.

Kultur air adalah sistem pilihan untuk menanam selada yang merupakan tanaman yang sangat menyukai air. Sangat sedikit tanaman selain selada yang dapat bekerja dengan baik dalam sistem jenis ini.

5. Hidroponik Sumbu

Sistem sumbu adalah jenis sistem hidroponik yang paling sederhana yang tidak memerlukan listrik, pompa, atau aerator. Di antara berbagai jenis sistem hidroponik, ini adalah satu-satunya yang dapat menjadi sistem yang sepenuhnya pasif, yang berarti tidak diperlukan listrik. Sistem sumbu baik untuk tanaman kecil yang tidak menggunakan banyak air atau nutrisi.

Nutrisi dan air dipindahkan ke zona akar tanaman melalui sumbu, yang seringkali merupakan sesuatu yang sederhana seperti tali atau sepotong kain. Salah satu kunci sukses dengan sistem sumbu adalah menggunakan media tumbuh yang mengangkut air dan nutrisi dengan baik. Pilihan yang baik termasuk sabut kelapa, perlite, atau vermiculite.

6. Aeroponik

Aeroponik bukanlah metode termudah untuk berkebun hidroponik, tetapi ini adalah konsep yang sederhana. Dengan teknik ini, tanaman ditangguhkan di udara dan larutan nutrisi disemprotkan ke sistem akar tanaman.

Solusi nutrisi dipompa ke pipa yang dilengkapi dengan nozel kabut. Saat tekanan terbentuk, semprotan akan menyemprot akar tanaman dan solusinya kembali ke reservoir.

Itulah tadi beberapa macam cara hidroponik untuk berkebun dengan mudah untuk pemula. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi terbaru buat kamu seputar dunia berkebun.

Kategori
Berkebun

Cara Ajak Anak Berkebun

Cara Ajak Anak Berkebun

Cara Ajak Anak Berkebun – Kegiatan menanam atau berkebun cukup ramai dibicarakan di media sosial semenjak pandemi Covid-19. Rupanya berkebun bisa membantu ‘membunuh’ rasa bosan baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.

Selain menanam tanaman, aktivitas berkebun juga bisa menanamkan nilai-nilai penting dalam hidup termasuk kerja keras, kesabaran, pengetahuan dan tanggung jawab.

Alam memainkan peran dalam perkembangan kesejahteraan (well-being) anak. “Jika kita berkebun, mikroba penting di tanah yang bisa meningkatkan serotonin (zat kimia di otak) dan bau tanah setelah hujan (petrikor) mempengaruhi otak dengan cara meningkatkan suasana hati,” jelas Jones dari Good House Keeping.


Melihat berbagai manfaat tersebut, melibatkan anak dalam aktivitas berkebun adalah sebuah hal yang baik. Lalu bagaimana caranya agar mereka tertarik dan bersemangat? idn poker deposit pulsa indosat


1. Mulai dari yang kecil

Sebaiknya mulai dengan sesuatu yang kecil dulu. Anda tak perlu menyediakan lahan luas untuk mulai mengajak anak berkebun. Mulai saja dengan menanam tomat di pot atau bunga matahari di pot dan diletakkan di depan jendela rumah. Kalau mau di tanah boleh juga tanam cabe

Proyek-proyek kecil seperti ini bisa Anda gunakan untuk mengajarkan anak tentang dasar berkebun seperti media tanah yang baik, pentingnya sinar matahari dan menyiram tanaman.

2. Biarkan anak memilih jenis tanaman

Untuk menumbuhkan ketertarikan anak terhadap berkebun, biarkan anak sendiri memilih jenis tanaman yang ingin mereka tanam. Sebagai contoh, tomat ceri untuk bahan masakan dan bisa memproduksi buah lebih cepat daripada tomat besar. Sayuran berdaun hijau semisal, sawi, bayam atau kangkung yang bisa tumbuh cepat dan bisa dipanen lebih dari sekali. Atau tanaman hias yang saat berbunga memiliki warna-warni.


3. Buat perlengkapan sendiri

Kegiatan berkebun bisa Anda gabungkan dengan aktivitas kerajinan tangan. Namun dalam hal ini, Anda harus ajak anak membuat sendiri perlengkapan berkebun mereka. Alana Cama, Schools and Groups Programme Manager di Royal Horticultural Society menyarankan untuk membuat penyiram tanaman (watering can) cukup dari botol bekas.

Sediakan botol dan lubangi pada bagian tutupnya. “Ajak anak untuk mendekorasi bagian luar botol, buat beberapa lubang pada tutupnya dan Anda mendapatkan sebuah penyiram tanaman, yang bisa digunakan untuk menyiram tanaman atau menebar biji,” kata Cama.  

4. Konsisten

Kunci keberhasilan berkebun adalah konsistensi. Konsisten ini mulai dari perawatan hingga tanggung jawab akan penggunaan alat. Ajarkan anak cara menggunakan penyiram tanaman, cara mengisi ulang sekaligus penyimpanan saat tidak digunakan, Dan tunjukkan juga bagaimana cara menghilangkan tanaman liar di sekitar tanaman utama.

5. Buat penanda tanaman

Anda bisa menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab lewat penanda tanaman. Anak bisa membubuhkan papan kertas bertuliskan namanya plus gambar yang menarik agar dia bersemangat merawat.

Ajak pula dia memanfaatkan batu-batu sekitar tanaman untuk ditata mengitari tanaman sehingga tampilan taman lebih menarik sekaligus memberikan anak aktivitas lain.

6. Ajak anak olah hasil panen

Saat panen tiba, biarkan anak merasakan sendiri memanen tanaman jika Anda menanam tanaman sayur. Ajak anak untuk turut mengolah hasil panennya.

Jika menanam sawi, ajak anak untuk memotong sawi. Untuk tanaman tomat ceri bisa dijadikan topping juga seledri bisa digunakan untuk campuran sup.


7. Belajar membuat pupuk kompos

“Anda bisa berkeliling dapur dan melihat apa yang bisa dijadikan kompos. Ada beberapa benda aneh yang tidak Anda bayangkan seperti rambut atau stik es krim,” kata Ben Raskin.

Bantu anak untuk memahami pentingnya kompos bagi tanah dan buat tanaman. Ben berkata menjelaskan pada anak bahwa sesendok tanah mengandung banyak organisme seperti hutan kecil dan bisa membuat mereka bersemangat.