Kategori
Agriculture and Forestry

Hutan Tertua di Dunia

Hutan Tertua di Dunia

Hutan Tertua di Dunia – Pada perkembangan manusia dan dunia, hutan makin tergerus. Pembangunan makin marak dilakukan dan menyisakan segelintir kawasan hutan si paru-paru dunia. Meskipun begitu nampaknya manusia masih berbaik hati menyisakan beberapa hutan.

Salah satu yang masih tersisa adalah hutan milik Indonesia di kawasan Kalimantan di mana berbatasan langsung dengan negara tetangga, Brunei. Merekalah hutan tertua di dunia yang masih ada hingga kini.

Adapula hutan di Australia, Malaysia, Kenya, Madagaskar, Amerika Selatan, hingga Amerika Serikat. Berikut ini adalah daftar hutan tertua di dunia yang masih ada hingga kini, masih asli dan tak terlalu dijamah oleh manusia:

Hutan Nasional Réunion, Madagaskar

R%C3%A9union National Forest Madagascar - Hutan Tertua di Dunia

  • Usia: 2 hingga 2,5 Juta tahun
  • Negara: Dekat Madagascar (Diatur oleh Prancis)

Hutan ini dibagun di sebuah pulau yang kini dikelola oleh Prancis di lepas pantai Afrika, dekat Madagaskar. Hutan ini konsisten untuk tidak disentuh manusia dengan luas 2,12 juta mil persegi dengan ativitas gunung berapi.

Taman Negara, Malaysia

malaysia - Hutan Tertua di Dunia

  • Umur: 130 juta tahun
  • Negara: Malaysia

Ini merupakan hutan yang akan membawa Anda kembali ke periode Jurassic Cretaceous. Hutan ini masih sama sejak dulu karena tidak ada bencana alam yang membawa bencana.

Daintree Rainforest, Australia

Daintree Rainforest - Hutan Tertua di Dunia

  • Umur: 100 – 180 juta tahun
  • Negara: Australia

The Daintree adalah salah satu hutan tertua di dunia, di mana telah ada sejak zaman prasejarah. Di luar sejarah dengan penduduk asli Aborigin, Australia bahkan tidak secara resmi ditemukan oleh dunia Eropa hingga tahun 1600-an.

Karena iklim wilayah ini dan apa yang kita ketahui tentang sejarah Bumi, maka, hutan ini berawal sejak sekitar 100 – 180 juta tahun.

The Daintree Rainforest adalah hutan hujan terbesar di benua Australia dan berisi lebih dari 12.000 spesies serangga saja. Termasuk  3.000 spesies tanaman yang diklasifikasikan langka atau terancam.

Hutan Hujan Dataran Rendah Kalimantan, Indonesia

Hutan Hujan Kalimantan Indonesia - Hutan Tertua di Dunia

  • Umur: 130 – 140 juta tahun
  • Negara: Indonesia, Brunei

Ini merupakan rumah bagi 600 spesies burung yang berbeda dan 10 spesies primata. Hutan hujan Kalimantan ini menjadi semakin kecil dari waktu ke waktu karena faktor deforestasi, perubahan iklim, penambangan, dan spesies invasif.

Hutan Hujan Amazon, Amerika Selatan

Hutan Hujan Amazon - Hutan Tertua di Dunia

  • Umur: 55 juta tahun

Lokasi: Peru, Brasil, Kolombia, Ekuador, Venezuela, Bolivia, Suriname, Guyana, Prancis.

Hutan yang hits karena tak pernah terjamah manusia ini memang fantastis. Ini merupakan hutan yang tak pernah disentuh oleh industrialisme.

Di hutan ini terdapat obat alami dari tumbuh-tumbuhan seperti ayahuasca, kambo, dan tanaman lain yang dianggap sebagai obat penyembuhan oleh penduduk asli di wilayah ini.

Pribumi di Amazon saat ini hidup persis seperti yang terjadi 1000 tahun lalu. Semua tak mengenal peradaban modern.

Kakamega Forest

Kakamega Forest 1024x682 - Hutan Tertua di Dunia

  • Umur: 2+ juta tahun
  • Negara: Kenya

Hutan berukuran 17 mil persegi ini merupakan hutan hujan terbesar yang pernah membentang di seluruh khatulistiwa Afrika. Dulu dikenal sebagai hutan Guineo-Kongo. Meski jadi yang terbesar, namun saat ini kawasan hutan sangat kecil jika dibandingkan dengan masa lalu.

Hutan ini merupakan rumah bagi kerbau, gajah, primata, dan banyak lagi. Total ada 400 spesies organisme berbeda.

Pando Aspen Grove, Utah

Pando Aspen Grove Utah  1024x576 - Hutan Tertua di Dunia

  • Umur: 80.000 hingga 1 juta tahun
  • Negara: Utah, Amerika Serikat

Hutan satu ini adalah salah satu hutan paling misterius di dunia. Memiliki sekitar 47 ribu batang pohon aspen yang memiliki warna kuning cantik selama 100 tahun ini. Para peneliti mengungkapkan bahwa sistem akar pepohonan ini semuanya terhubung.

Fakta menariknya, hutan Pando Aspen ini adalah salah satu organisme hidup terpanjang dan salah satu organisme hidup terbesar yang saat ini dianggap sekarat.

Kategori
Agriculture and Forestry

Teknik Budidaya Semangka Hidroponik

Teknik Budidaya Semangka Hidroponik

Teknik Budidaya Semangka Hidroponik – Jauh sebelum teknik Hidroponik diperkenalkan, tanaman semangka merupakan jenis tanaman yang dikembangkan menggunakan media tanah.

Kini setelah cara tanam Hidroponik semakin populer para petani Semangka atau yang hobi berkebun lebih memilih membudidayakan Semangka menggunakan media tanam air nutrisi.

Apapun jenis tanamannya, tanaman Hidroponik lebih mudah dirawat. Disamping itu pemeliharaan dan pengendalian hama juga lebih mudah dilakukan.

Demikian juga dengan teknik budidaya menyemai Semangka Hidroponik sangat mudah dipelajari dan dipraktekkan, bahkan untuk pemula sekalipun.

Memilih Bibit dan Pengolahan Media Tanam Semangka Hidroponik

Untuk teknik budidaya menyemai Semangka Hidroponik langka pertama yang harus dilakukan yaitu memilih bibit Semangka. Bibit Semangka yang bagus lebih mengkilap, warnanya kehitaman dengan permukaan terlihat licin.

Supaya dapat tumbuh dengan baik bibit Semangka harus direndam dalam larutan fungisida. Perendaman dilakukan selama minimal 24 jam atau lebih.

Untuk media tanam kita siapkan bahan dan peralatannya berupa pipa paralon, timer, tong penampungan air, mesin pompa aquarium, talang air dan busa (gabus).

Langkah-langkah Penyemaian Semangka Hidroponik:

  • Siapkan media penyemaian berupa kertas karton, kapas atau gabus yang sudah dibasahi dan bahan-bahan lainnya.
  • Lakukan perendaman kembali bibit Semangka selama 2-4 jam menggunakan fungisida atau larutan antonik.
  • Lakukan penyemaian dalam pot atau polibag yang diberi tanah. Pelihara selama beberapa hari hingga muncul kecambah atau akar kecil.
  • Setelah tumbuh kecambah dan akar lakukan pemindahan dengan media tanam abu sekam agar pertumbuhan dan perkembangannya lebih cepat. Lakukan pemeliharaan sampai tanaman membesar dan akarnya semakin banyak.
  • Beri pupuk dan nutrisi pada tanaman Semangka, setelah 1-2 minggu bisa dilakukan ke media tanam secara hidroponik.
Penanaman Tanaman Semangka Hidroponik

Teknik budidaya menyemai Semangka Hidroponik terutama cara penanaman tanaman harus dilakukan hati-hati. Jangan sampai ada bagian tanaman yang rusak sebab tanaman Semangka sangat sensitif.

Untuk proses penanaman Semangka Hidroponik, berikut langkah-langkahnya:

  • Jika tanaman Semangka sudah memiliki setidaknya 4 daun dan akar yang banyak sebaiknya dipindah langsung ke media tanam Hidroponik.
  • Saat proses penanaman sebaiknya aliran air dan pemberian nutrisi diatur otomatis dan tersusun menggunakan timer. Dengan menggunakan timer maka pemberian nutrisi dan aliran air lebih teratur.
  • Untuk tanaman Hidroponik ini bisa menggunakan pipa paralon yang dilubangi dengan diameter 5 cm. Tutup ujung kanan atau kiri menggunakan plastik. Gunakan media air serta nutrisi yang sudah dicampur menjadi satu.
  • Gunakan pompa air supaya pasokan air dan nutrisi berjalan lebih teratur.
Pemeliharaan dan Pemanenan Tanaman Semangka Hidroponik

Teknik budidaya menyemai Semangka Hidroponik memang mudah, begitu juga dengan pemeliharaannya. Untuk memelihara tanaman ini harus dipastikan media air benar-benar terbebas dari penyakit atau hama.

Lakukan penyiangan gulma dan berikan pupuk susulan agar pertumbuhan tanaman berjalan optimal. Gunakan beberapa jenis pupuk cair seperti urea cair atau kompos cair sesuai takaran yang dianjurkan. Pupuk cair bisa didapatkan di toko-toko pertanian terdekat.

Jika teknik budidaya menyemai Semangka Hidroponik diterapkan dengan baik maka hasil panen juga akan melimpah. Pemanenan Semangka Hidroponik tak jauh beda dengan tanaman Semangka pada umumnya yaitu sekitar 2-3 bulan pasca masa tanam.

Teknik pemanenan dilakukan dengan memetik atau bisa juga dengan memotong tangkai buahnya. Buah Semangka yang sudah layak panen biasanya ditandai dengan bagian tangkai yang menguning dan kembung jika diketuk-ketuk.

Kategori
Agriculture and Forestry

Menanam Kangkung Di Sawah

Menanam Kangkung Di Sawah

Menanam Kangkung Di Sawah – Memasuki musim penghujan, bebrapa petani di Desa Karang Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora menjajal peruntungan dengan menanam kangkung di lahan persawahan.

Dengan masa tanam yang singkat, petani bisa mendapat untung berlipat.

Salah seorang petani kangkung, Siswanto (45), warga Desa Karang RT 04 RW 01 Kecamatan Bogorejo mengaku, menanam kangkung terbilang menguntungkan dibanding menanam jagung.

Pasalnya, cara penanaman kangkung sangat mudah dan murah, serta permintaan pasar yang stabil.

“Mulai dari tanam hingga panen pertama, dibutuhkan waktu selapan (36) hari.

Setelah dipanen, kangkung akan kembali tumbuh dan siap dipanen lagi dalam jangka waktu 20 hari,” ucap Siswanto di sela panen kangkung di sawahnya, Jumat (22/11).

Sebagai informasi, kangkung adalah sayuran bernama latin Ipomoea aquatika Forsk.

Jenisnya, terdiri atas kangkung darat dan kangkung air. Siswanto memilih bertani kangkung darat dengan pertimbangan ketersediaan air di kawasan itu.

Lebih lanjut, Siswanto mengatakan, menanam kangkung sawah diawali dengan mempersiapkan lahan yang sesuai dengan kebutuhan, yaitu mempunyai ketersediaan air dan cahaya matahari yang cukup.

Untuk memenuhi kebutuhan air di lahan kangkung miliknya, Siswanto menyedot air dari sumur yang ada di lokasi tersebut dengan memakai pompa air. Setelah persiapan lahan selesai, kangkung sawah siap ditanam.

Ada dua cara menanam kangkung, pertama dengan memakai benih (bibit) kangkung, dan dengan cara stek vegetatif.

Siswanto memilih cara pertama dengan memakai benih untuk musim tanam tahun ini.

“Dibuat lubang-lubang, tiap lubang diisi 5-7 biji kangkung. Setelah tanaman berusia sekitar 10 hari, siap diberi pupuk. Kita pakai urea,” jelasnya.

Setelah 36 hari, kangkung dipanen dengan menyisakan batang bagian bawah sekitar 2 cm agar bisa tumbuh lagi.

Tiap kali panen, Siswanto yang bertanam di lahan seluas sekitar setengah hektar ini bisa mengantongi keuntungan bersih antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

Untuk tiap ikatnya, Siswanto menjual kepada tengkulak kangkung dengan harga Rp 400 hingga Rp 600.

Lalu, tengkulak ini menjualnya kepada para pedagang di pasar. Konsumen kemudian membeli setiap ikat kangkung dengan harga Rp 1000.

“Keuntungannya, mudah ditanam dan mudah dijual,” katanya.

Kategori
Agriculture and Forestry

Tips Menanam Kemangi dalam Pot, Persiapan Benih hingga Panen

Tips Menanam Kemangi dalam Pot, Persiapan Benih hingga Panen

Tips Menanam Kemangi dalam Pot, Persiapan Benih hingga Panen – Kemangi adalah salah satu jenis daun yang biasa dipakai sebagai pelengkap rempah-rempah pada sejumlah jenis masakan. Wanginya yang khas diyakini bisa menambah cita rasa pada makanan.

Nah, ternyata menanam kemangi sangat mudah dilakukan lho, Bunda. Tidak butuh lahan yang luas untuk membudidayakan kemangi, karena kemangi bisa ditanam di pot maupun polibag.

Jika Bunda tertarik dan ingin mencoba menanam kemangi, berikut ini caranya,

1. Persiapan benih

Agar mendapatkan tanaman kemangi dengan kualitas unggul maka pilihlah benih yang berkualitas unggul. Benih atau biji kemangi bisa diperoleh dari bunga kemangi yang telah matang dari pohonnya dan dari tanaman yang telah tua.

Biji kemangi yang siap untuk digunakan mempunyai ciri yaitu berwarna hitam, kering, dan benihnya berasal dari tanaman yang sudah tua.

2. Persemaian

Sebelum ditanam, benih kemangi perlu disemai terlebih dahulu, berikut ini tahapannya,

  • Persiapkan media semai, yakni komposisi tanah humus dan arang sekam dengan perbandingan 1:1, campurkan keduanya sampai merata.
  • Masukkan media semai tersebut ke dalam wadah persemaian berupa pot atau polibag, rapikan permukaannya.
  • Taburkan benih pada media semai tersebut secara merata, tutup tipis memakai tanah halus, kemudian siram persemaian tersebut.
  • Simpan persemaian di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  • Setelah 3 minggu dari persemaian, benih kemangi tumbuh menjadi bibit kemangi yang siap untuk dipindah tanam pada polibag yang lebih besar.

3. Tahap Penanaman

  • Siapkan media tanam dengan komposisi tanah, pupuk kandang dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1, campurkan semua bahan sampai merata.
  • Masukkan media tanam tersebut ke dalam polibag sampai hampir penuh.
  • Buat lubang tanam pada media di polibag, cabut bibit dari persemaian dengan hati-hati, masukkan ke lubang tanam itu, tutup lubang dengan sedikit dipadatkan sampai bibit tertanam erat pada media, kemudian siram dengan air.
  • Letakkan polibag di tempat teduh selama kurang lebih satu minggu, agar tanaman tidak terlalu stres terkena sinar matahari secara langsung.
Catatan:

Penanaman bibit kemangi sebaiknya dilakukan pada sore hari. Serta sebelum bibit hasil persemaian dipindah tanam pada polibag sebaiknya disiram terlebih dulu supaya memudahkan dalam pencabutan.

4. Perawatan

Perawatan tanaman kemangi selama penanaman hanya memakai pupuk organik cair (POC) dengan interval 2 sampai 3 minggu sekali bersamaan dengan penyiraman. Serta tanpa memakai bahan kimia, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi.

5. Pemanenan

Pemanenan bisa dilakukan kapan saja asalkan daun telah mulai tumbuh subur, sehingga tanaman bisa memunculkan percabangan baru dan kembali rimbun.

Kategori
Agriculture and Forestry

Jika Tidak Ada Hutan di Bumi

Jika Tidak Ada Hutan di Bumi

Jika Tidak Ada Hutan di Bumi – Hutan adalah sebuah kumpulan pepohonan yang tumbuh rapat dan menutupi suatu area luas sehingga bisa menciptakan iklim mikro (kecil) dengan keadaan ekologi khas dan tentunya sangat berbeda dengan bagian luar.

Dalam UU No. 5 (1967) telah disebutkan bahwa hutan merupakan sebuah lapangan bagi tumbuhnya pohon-pohon yang adalah persekutuan hidup keragaman hayati dengan lingkungannya.

Akhir-akhir ini negara Indonesia dihadapi oleh kebakaran hutan yang cukup berada dalam keadaan yang mengenaskan.

Satwa-satwa liar penghuni hutan menjadi dampaknya, bahkan manusia pun ikut merasakan dampaknya berupa kabut asap dan iklim yang panas.

Jika keadaan ini terus berlanjut, maka memungkinkan bahwa Indonesia akan kehilangan hutan-hutan yang berfungsi menjadi paru-paru bagi dunia dan rumah bagi satwa liar.

Oleh karena itu, timbul pertanyaan di benak kita, apa yang terjadi jika tidak ada hutan?

1. Bumi akan kehilangan fungsi estetika hutan

Hutan merupakan karya seni alam yang sangat indah. Tidak heran jika hutan dijadikan sebagai tempat destinasi wisata alam, atau tempat destinasi untuk menenangkan diri dari kehidupan kota yang ramai.

Jika tidak ada hutan di bumi ini, maka manusia tidak akan menemukan tempat untuk menenangkan diri dan menikmati keindahan alam.

2. Bumi akan kehilangan fungsi klimatologis hutan

Hutan memiliki fungsi klimatologis atau mengatur iklim. Jika hutan tidak ada maka kelembapan dan suhu udara tidak stabil dan tidak terjaga. Selain itu akan terjadi tingkat penguapan air yang besar di dalam tanah

3. Bumi akan kehilangan fungsi strategis hutan

Hutan juga sangat berguna sebagai tempat pertahanan juga sebagai tempat perlindungan dan benteng ketika terjadi sebuah peperangan.

Jika tidak ada hutan maka manusia tidak akan punya tempat berlindung lagi apabila terjadi perang seketika.

4. Bumi akan kehilangan fungsi orologis hutan

Salah satu fungsi hutan yang paling penting adalah orologis atau untuk mencegah erosi.

Jika hutan tidak ada maka ketika hujan deras dan banjir terjadi, tidak akan ada yang menahan lapisan tanah agar tidak hanyut.

5. Bumi akan kehilangan fungsi hidrologis hutan

Hutan memiliki fungsi hidrologis, yaitu berperan sebagai penyimpan air dan mengatur peredaran dalam bentuk mata air.

Jika tidak ada hutan maka bisa saja bumi kehilangan sumber mata air dan mengalami kekeringan yang parah.

Kategori
Agriculture and Forestry

Pentingnya Pertanian Modern untuk Keberhasilan Pembangunan Desa Terpencil

Pentingnya Pertanian Modern

Pentingnya Pertanian ModernPerkembangan teknologi saai ini sudah mengubah hampir keseluruhan aspek kehidupan masyarakat untuk saat ini. Termasuk juga dalam hal pertanian. Bila sebelumnya banyak petani di desa menggunakan cara manual, maka dengan perkembangan teknologi cara yang digunakan pun beralih ke mesin-mesin pertanian. Inilah yang dikenal dengan istilah pertanian modern. Namun, seperti apakah pertanian modern tersebut, jenis-jenisnya serta manfaatnya bagi masyarakat? Berikut ulasannya yang bisa Anda simak.

maxresdefault - Pentingnya Pertanian Modern untuk Keberhasilan Pembangunan Desa Terpencil

Baca juga : Metode Peningkatan Produksi Pertanian di Indonesia

Apa Itu Pertanian Modern?

Pertanian modern memiliki pengertian yakni sistem pertanian yang menggunakan peralatan canggih dalam pelaksanaannya. Contohnya saja dalam hal membajak sawah, petani menggunakan peralatan dan mesin-mesin canggih seperti traktor. Adanya pertanian modern ini dikarenakan dampak positif dari perkembangan teknologi.

Petani Rasakan Manfaat Transformasi Pertanian Modern Berkat Alsintan - Pentingnya Pertanian Modern untuk Keberhasilan Pembangunan Desa Terpencil

Hal lainnya yang membedakan antara pertanian tradisional dengan pertanian modern adalah dari segi cara penanaman, perawatan tanaman hingga pemanenan. Penanaman dalam pertanian modern tidak dilakukan secara manual, tetapi menggunakan mesin transplanter. Keuntungannya adalah menanam padi akan lebih cepat, begitu juga dengan masa pemanenan yang akan semakin singkat dengan inovasi pupuk modern.

Konsep pertanian modern sudah banyak diterapkan di berbagai negara di dunia. Salah satu contoh kesuksesan dari pertanian modern seperti yang diterapkan di Jepang. Adanya pola pikir modern masyarakat disana juga mempengaruhi pada kesuksesan pertanian ini. Namun, pertanian modern juga tetap harus memperhatikan aspek-aspek tradisional, seperti dalam menjaga kelestarian lingkungan agar terhindar dari kerusakan alam.

Beberapa Contoh Penerapan Pertanian Modern

Pertanian Hridoponik

7e4a3bbd7472af87153aae07abe4d485 - Pentingnya Pertanian Modern untuk Keberhasilan Pembangunan Desa Terpencil

Sebenarnya, konsep hidroponik sudah ada sejak lama, namun baru beberapa tahun terakhir mulai dikenal luas di Indonesia. Pada awalnya, model pertanian modern hidroponik digunakan oleh para ilmuwan dalam meneliti tanaman berdasarkan kandungan air. Pertanian hidroponik tidak menggunakan unsur tanah dan kebutuhan airnya lebih sedikit dibandingkan dengan pertanian menggunakan tanah.

Keuntungan yang bisa Anda peroleh bila menerapkan pertanian hidroponik adalah air akan terus mengalami sirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk hal lainnya. Semisalnya saja untuk budidaya ikan. Selain itu tanaman hidroponik cenderung steril, bersih dan tidak menghasilkan polusi terhadap lingkungan serta tanaman akan tumbuh semakin cepat.

Pertanian Organik Terintegrasi

58VUM6y8p PZzMwvlAId9Jd55xc cV7N4Jdag5ITo7AEw14pnhLKfmp4ksaZz6SXOGiGyu MtzyKVyhVAufRdCO1YrYDu9pldwRj4sPL9lkYORJUsZHixNMbCgkcK5zwdTjwGg - Pentingnya Pertanian Modern untuk Keberhasilan Pembangunan Desa Terpencil

Penerapan pertanian modern selanjutnya adalah pertanian organik yang terintegrasi. Artinya pertanian ini menggunakan sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami serta tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Contohnya saja pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang berasal dari limbah peternakan. Limbah tersebut akan diolah menggunakan teknologi pertanian modern dan mudah digunakan.

Manfaat Pertanian Modern

Manfaat Penggunaan Mesin Padi Modern untuk Pertanian - Pentingnya Pertanian Modern untuk Keberhasilan Pembangunan Desa Terpencil

Dalam perjalanannya, penerapan pertanian modern jelas akan membawa manfaat yang tidak sedikit bagi masyarakat. Terutama masyarakat di wilayah pedesaan yang masih mengandalkan faktor pertanian sebagai tumpuan hidup. Beberapa manfaat dari pertanian modern tersebut pertama dapat meningkatkan hasil pertanian secara optimal. Hal ini dikarenakan masa panen yang lebih singkat dibandingkan dengan cara manual, termasuk pula cara penanamannya karena menggunakan mesin canggih.

images - Pentingnya Pertanian Modern untuk Keberhasilan Pembangunan Desa Terpencil

Kedua, pertanian modern sebagai pelengkap dari pola pertanian yang sudah ada sebelumnya. Pertanian modern ini bukanlah untuk menghilangkan cara lama, tetapi saling melengkapi. Sehingga pertanian di sebuah desa dapat berjalan secara efektif dan efisien. Manfaat ketiga yakni untuk menciptakan sebuah sistem terpadu antara pertanian dengan industri.

Hasil dari pertanian modern tidak hanya dari segi kuantitas saja melainkan juga dari segi kualitas. Apabila kualitas pertanian baik, maka nilai ekspornya akan semakin tinggi. Dengan demikian, dapat memberikan pengaruh yang cukup besar bagi pembangunan sebuah desa agraris berkonsep pertanian modern serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

jual drone agriculture murah - Pentingnya Pertanian Modern untuk Keberhasilan Pembangunan Desa Terpencil

Itulah beberapa poin mengenai pentingnya pertanian modern bagi pembangunan desa. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Kategori
Agriculture and Forestry

Metode Peningkatan Produksi Pertanian di Indonesia

Produksi Pertanian di Indonesia

Produksi Pertanian di Indonesia – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara agraris terbesar di Dunia dan pertanian masih menjadi salah satu mata pencaharian yang banyak ditemukan.

Baca juga : Teknologi Pertanian yang Telah di Terapkan di Indonesia

Melihat besarnya potensi pertanian yang ada, sudah selayaknya Indonesia mejadi lumbung pertanian di Asia Tenggara atau bahkan dunia. Sayangnya, produksi pertanian tidak selalu berjalan mulus dari waktu ke waktu. Menghadapi hal tersebut, pemerintah pun menyiapkan beberapa program dan metode untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. Apa saja? Cari tahu selengkapnya pada artikel berikut ini.

Intensitas Pertanian

Metode peningkatan produksi pertanian yang pertama dan sering dilakukan adalah melalui intensifikasi pertanian. Dilakukan dengan cara mengelola lahan pertanian sebaik mungkin yang bertujuan meningkatkan hasil produksi. Intensifikasi sangat cocok diterapkan untuk daerah dengan potensi pertanian yang sempit. Misalnya, di wilayah Jawa dan Bali.
Adapun cara yang dapat dilakukan untuk menyukseskan program intensifikasi pertanian adalah dengan sapta usaha tani. Sapta usaha tani tersebut meliputi kegiatan seperti pemilihan bibit unggul, pengolahan tanah yang baik, dan melakukan pemupukan yang tepat. Selain itu juga dilakukan penyuluhan mengenai pengendalian hama penyakit, irigasi, pengelolaan pasca-panen serta pemasaran hasil pertanian.

Versifikasi Produk Pertanian

Cara kedua yang bisa dilakukan adalah lewat program divesifikasi pertanian. Diversifikasi pertanian merupakan usaha meningkatkan produksi pertanian dengan beberapa jenis produksi. Tujuannya untuk menghindari ketergantungan hanya dari satu jenis tanaman pertanian saja. Dengan begitu, tanaman lain yang berpotensi menguntungkan juga semakin dikenal oleh masyarakat.

Cara diversifikasi pertanian adalah dengan penanaman beragam jenis tanaman dalam satu lahan pertanian. Keuntungannya akan berlipat ganda pada saat yang panen dalam lahan yang sama. Seperti ketika Anda menanam cabai rawit dan tomat sekaligus. Jadi, ketika dalam satu musim panen terdapat tanaman yang gagal panen masih ada tanaman lainnya yang dapat dijadikan cadangan sebagai sumber pendapatan bagi para petani.

Pemanfaatan Lahan Rawa

Dalam meningkatkan produksi pertanian, pemerintah juga melakukan terobosan yang inovatif dengan optimalisasi lahan rawa. Selama ini, lahan rawa dianggap kurang memiliki nilai yang produktif, maka dari itulah Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki program Selamatkan Rawa, Selamatkan Petani atau SERASI. Program ini pun cukup berhasil meningkatkan produktivitas pertanian.

Di Indonesia sendiri luas lahan rawa yang memiliki nilai potensial seluas 33.4 juta hektare. Dari luas tersebut, ada sekitar 14.2 juta hektare sudah diberdayakan untuk pemanfaatan sawah, 3.1 juta hektare lainnya sebagai lahan hortikultura dan 1.9 juta hektare digunakan untuk tanaman tahunan. Metode SERASI ini dilakukan dengan cara menormalisasi irigasi. Teutama pada saluran air, pintu air, tanggul hingga pompa. Tidak hanya itu saja, pengolahan tanah, pemupukan dan pengendalian hama penyakit juga menjadi perhatian.

Pemberian Alat dan Mesin Pertanian dari Pemerintah

Terakhir, peningaktan produksi pertanian harus dilakukan secara berkala dengan dukungan para stakeholder terkait seperti Kementerian Pertanian (Kementan). Dukungan ini bisa dilakukan dengan pemberian alat dan mesin pertanian atau Alsintan untuk petani. Alat dan mesin tersebut digunakan ketika petani mulai melakukan pengolahan, panen, hingga pasca panen.

Contoh dari pemberian alat dan mesin pertanian ini adalah pengadaan mesin tanam pindah bibit padi. Tujuannya tidak lain adalah agar petani dapat meningkatkan kerja tanam dan menurunkan biaya produksi. Selain itu, mesin juga bermanfaat untuk menghemat tenaga para petani.

Hingga saat ini, keempat metode tersebut menjadi fokus utama pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian. Dukungan dari petani dan masyarakat memang dibutuhkan demi tercapainya kesuksesan kedaulatan hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Kategori
Agriculture and Forestry

Teknologi Pertanian yang Telah di Terapkan di Indonesia

Teknologi Pertanian

Teknologi Pertanian – Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi pertanian juga kian canggih hal ini tentu memiliki dampak yang positif bagi para petani. Dengan bantuan teknologi pertanian, efektifitas penanaman, perawatan, hingga panen bisa lebih meningkat. Selain itu, biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh petani semakin menurun dengan hasil produksi yang meningkat.

Baca juga : Rekomendasi Alat Pertanian Modern, Pekerjaan Lebih Efisien!

Transplanter

Teknologi pertanian transplanter direkomendasikan oleh Litbang (Penelitian dan pengembangan) Kementerian Pertanian untuk toto 4D deposit pulsa memberikan jarak yang pas antar padi yang ditanam. Konsep teknologi pertanian ini menganut sistem jajar legowo dari Jawa Timur dalam proses penanaman padi. Transplater dipercaya bisa meningkatkan produksi padi hingga 30%. Jarak yang tepat antar padi lebih memudahkan petani dalam hal perawatan.
Harga satu unit mesin transplanter ini sekitar Rp 75 juta. Tapi, Anda tak perlu khawatir karena pemerintah akan memberikan bantuan mesin ini kepada para petani. Ketika digunakan untuk menanam padi, mesin ini tidak akan tenggelam di lumpur sawah karena sudah dilengkapi dengan pengapung. Meski begitu, transplanter dirancang dengan berat seringan mungkin agar tidak menyulitkan petani.

Indo Combine Harvester

Dengan menggunakan teknologi pertanian indo combine harvester petani akan dimudahkan dalam urusan panen padi mulai dari pemotongan, pengangkutan, perontokan, pembersihan, sortasi, hingga pengantongan. Dengan indo combine harvester, Anda tidak lagi membutuhkan banyak orang untuk memanen padi, karena satu mesin ini hanya butuh tiga orang saja, dengan kapasitas kerja empat sampai enam jam per hektar.
Teknologi ini akan semakin baik performanya jika digunakan pada lahan yang basah. Indo combine transplanter memiliki gaya tekan ke permukaan tanah 0.13kg/cm2, memperkecil kemungkinan bagi mesin untuk terperosok dalam tanah. Hebatnya lagi, teknologi pertanian ini mampu menghasilkan gabah dengan tingkat kebersihan 99.5%.

Mesin Pemilah Bibit Unggul

Bibit unggul akan menghasilkan tanaman dengan kualitas yang baik pula. Jika dulunya petani tidak bisa menentukan bibit mana yang akan menghasilkan tumbuhan terbaik, kini dengan teknologi pertanian, hal tersebut bisa diketahui. Penggunaan mesin pemilah bibit unggul ini banyak digunakan oleh perusahaa penyedia bibit.

Alat Pengering Kedelai

Teknologi pertanian ini sangat membantu Anda untuk mencegah penurunan kualitas kedelai akibat proses pengeringan yang terlambat. Dengan alat pengering ini, proses pengeringan kedelai yang biasanya berlangsung selama delapan hari, bisa dipersingkat menjadi satu hari saja. Tak hanya itu saja, mesin ini juga akan meningkatkan daya tumbuh benih kedelai hingga 90.3%.

Instalasi pengolah limbah

Limbah ternak seringnya tidak terkelola dengan baik oleh para petani. Padahal, limbah ternak ini bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih baik. Daripada mencemari lingkungan, lebih baik limbah ini digunakan untuk pupuk organik. Jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk mengolah sendiri limbah menjadi pupuk, ada instalasi pengolah limbah. Dengan mengggunakan instalasi pengolah limbah, barang yang awalnya tidak bermanfaat bisa diubah menjadi pupuk organik dan biogas.

Semua teknologi pertanian di atas sengaja dirancang dan dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi kerja petani. Di samping itu, penggunaan teknologi pertanian tersebut membuktikan bahwa petani zaman sekarang bisa go digital seiring dengan perkembangan teknologi.

Kategori
Agriculture and Forestry

Rekomendasi Alat Pertanian Modern, Pekerjaan Lebih Efisien!

Alat Pertanian Modern

Alat Pertanian ModernKecanggihan teknologi membuat segala pekerjaan kita jadi lebih mudah. Di sektor pertanian, beragam alat canggih diperkenalkan untuk mempercepat proses cocok tanam. Kenali yuk apa saja alat pertanian modern masa kini!

Baca juga : Hutan primer mempertahankan kadar karbon

Saat ini pemeliharaan lahan lebih mudah untuk dilakukan dengan bantuan berbagai alat modern. Baik saat penanaman, menunggu masa panen, hingga saat panen. Lahan akan lebih mudah dirawat, tanaman juga lebih subur, dan hasilnya lebih melimpah.

Traktor

Pemakaian alat dan mesin modern tentunya bisa mempercepat proses pengolahan produksi pertanian. Traktor menjadi salah satu alat yang paling menunjang kegiatan petani dalam hal pengolahan tanah.

Traktor Kubota KRT-140 ini bisa menjadi salah satu alat yang digunakan untuk mengolah tanah lebih mudah. Dengan memakai mesin diesel Kubota sebagai penggeraknya, traktor ini memiliki sistem Direct Injection yang menghasilkan tenaga responsif serta irit bahan bakar. Anda bisa membelinya dengan harga Rp 95 juta.

Garu Piring

Sebelum melakukan proses penanaman bibit, maka para petani perlu melakuan pengolahan tanah. Hal ini harus dilakuan dengan baik dan benar supaya nantinya proses penanaman bisa lebih baik dan benih yang ditanam bisa tumbuh lebih subur. Untuk itu para petani membutuhkan garu piring.

Alat ini gunanya adalah untuk membersihkan rumput. Selain itu bisa digunakan untuk menutupi tanah yang baru saja disebar benih. Dengan piringan-piringan kecil, alat ini akan membalikkan tanah dangkal pada lahan pertanian. Satu piringan garu bisa membalikkan tanah dalam jumlah banyak.

Bajak Singkal

Para petani yang memakai alat pertanian yang baik akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Lahan harus diolah secara benar dengan alat yang tepat supaya proses penanaman jadi lebih baik. Salah satu alat yang digunakan sebelum penanaman adalah bajak singkal.

Alat yang satu ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan rotavator. Bajak singkal hadir dalam 2 jenis yakni yang memiliki satu arah dan bajak singkal yang memiliki dua arah. Alat ini digunakan untuk membalikkan lapisan tanah supaya lebih gembur.

Pemanen Tebu

Saat memanen tebu akan lebih cepat dan mudah jika Anda memakai alat pemanen tebu. Mesin pemanen tebu telah dikembangkan sejak tahun 1920-an.

Mesin ini mampu memotong dedaunan tebu dan memotong tebu menjadi batang-batang yang lebih kecil. Setelahnya tebu dimasukan ke penampung atau ditumpahkan ke kotak pengejar yang ditarik oleh traktor dan bergerak beriringan dengan mesin.

Mesin Panen Tebu Mini ini bisa digunakan untuk membantu melakukan pemanenan batang tebu. Hasil lebih banyak dalam waktu singkat, pekerjaan memanen jadi lebih cepat dilakukan. Alat ini memerlukan bahan bakar sebanyak 20 liter per hektar dengan kapasitas kerja kurang dari 0, 13 hektar per jam.

Kategori
Agriculture and Forestry

Hutan primer mempertahankan kadar karbon

Hutan primer mempertahankan kadar karbon. Upaya agar dapat mengurangi emisi untuk mencegah lebih banyak hutan yang keluar dari zona aman.

Namun, temuan positif ini hanya dapat terjadi apabila ekosistem hutan mempunyai waktu cukup untuk beradaptasi, kondisi vegetasinya tetap utuh, dan emisi gas rumah kaca secara global dapat dibatasi untuk menghindari peningkatan suhu global di atas ambang batas.

“Setiap kenaikan suhu yang terjadi akan menyebabkan hilangnya karbon hutan dengan cepat,” katanya.

Para peneliti melakukan penelitian dengan membuat plot-plot pengamatan di hutan tropis seluruh dunia, mengukur diameter dan tinggi setiap pohon, dan mendapatkan nilai simpanan karbon. Kemudian, para peniliti mengunjungi kembali plot pengamatan yang telah dibuat setiap beberapa tahun sekali untuk menentukan tingkat pertumbuhan dan daya hidupnya.

“Bagi kami, kejutan terbesarnya adalah betapa tahannya hutan tropis terhadap kenaikan suhu meskipun hanya sampai pada titik tertentu,” kata Terry Sunderland, penulis jurnal dan peneliti asosiasi senior CIFOR dan profesor di Universitas British Columbia Kanada.

“Untuk mencegah terjadinya bencana akibat perubahan iklim, sangat diperlukan perlindungan jangka panjang dan pengelolaan hutan berkelanjutan, namun juga harus diikuti dengan pengurangan emisi dan fokus pada sektor ekonomi yang tidak terlalu bergantung pada bahan bakar fosil tersebut.”

Menurut sebuah studi terbaru, para ilmuwan telah merinci reaksi hutan tropis yang utuh dapat menyimpan 40 persen karbon dalam berbagai vegetasi terhadap variabilitas iklim dan mencoba  memahami secara tepat seberapa sensitif tipe ekosistem ini terhadap perubahan suhu dari waktu ke waktu.

Panduan internasional di bawah Perjanjian Paris tahun 2015 tentang perubahan iklim menyatakan untuk membatasi suhu rata-rata dan menghentikannya dari kenaikan lebih dari 1,5 hingga 2 derajat celcius setelah masa pra-industri.

“Jika kita mampu membatasi perubahan iklim, ekosistem hutan tropis masih dapat terus menyimpan karbon dalam jumlah banyak. Nilai ambang batas 32 derajat celcius yang ada telah menyoroti betapa pentingnya pengurangan emisi untuk menghindari terlalu banyak hutan yang keluar dari zona aman.”

Membuat proyeksi bagaimana bumi bereaksi terhadap perubahan lingkungan dan menghangatnya lapisan atmosfer bukan perkara yang sangat mudah.

Riset ini sudah melibatkan tim yang terdiri dari 225 ilmuwan di seluruh dunia dan telah melakukan pengukuran serta pemantauan pada lebih dari setengah juta pohon dari 800 hutan tropis.

Menurut laporan ini, ekosistem hutan akan melepaskan karbon dioksida ke atmosfer apabila jumlah karbon yang diperoleh dari pertumbuhan pohon kurang dari jumlah karbon yang hilang akibat kematian dan dekomposisi pohon.

Dalam jangka panjang, suhu memiliki pengaruh terbesar terkait cadangan karbon hutan yang menyebabkan pertumbuhannya kurang optimal, diikuti oleh kekeringan yang merupakan faktor kedua terbesar penyebab menurunnya daya hidup pohon.

Para peneliti melakukan penelitian dengan membuat plot-plot pengamatan di hutan tropis seluruh dunia, mengukur diameter dan tinggi setiap pohon, dan mendapatkan nilai simpanan karbon. Kemudian, para peniliti mengunjungi kembali plot pengamatan yang telah dibuat setiap beberapa tahun sekali untuk menentukan tingkat pertumbuhan dan daya hidupnya.

“Analisis kami menunjukkan bahwa sampai pada titik tertentu, hutan tropis secara mengejutkan mampu bertahan terhadap perbedaan suhu,” kata Martin Sullivan, pemimpin riset dan penulis utama dari Universitas Leeds dan Universitas Metropolitan Manchester Inggris.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal ini menunjukkan bahwa hutan tropis dapat mempertahankan kapasitas simpanan karbon dalam jumlah banyak meskipun terpapar suhu tinggi 32 derajat celcius di siang hari.