Kategori
Berkebun

Cara Menanam Jahe Merah

Cara Menanam Jahe Merah

Cara Menanam Jahe Merah – Jahe merah adalah salah satu jenis tanaman obat yang memiliki banyak manfaat. Jadi jangan heran jika jahe ini diminati oleh banyak kalangan. Permintaan pasar pun meningkat dari tahun ke tahun.

Selain banyak manfaatnya, jahe merah juga memiliki harga jual yang cukup tinggi. Begitu banyak petani mulai membudidayakan jahe merah. Tumbuhnya jahe merah tidak membutuhkan sumber dana yang besar. Namun, hasil jahe merah bisa menjadi sangat besar.

Budidaya jahe merah belakangan ini banyak diminati oleh para petani, karena dengan membudidayakannya banyak manfaat yang bisa diperoleh, jahe merah selain bisa dimanfaatkan untuk tanaman obat, peluang bisnis budidaya jahe merah juga masih terbuka lebar, karena permintaan pasar akan jahe merah masih terbilang tinggi.

Budidaya jahe merah tidak harus dilakukan pada lahan yang luas, pada lahan yang sempit sekalipun masih bisa dilakukan.

Menanam jahe merah selain bisa dilakukan pada areal persawahan, dapat pula dilakukan pada media karung ataupun polybag yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda.

SYARAT TUMBUH JAHE MERAH

Ada beberapa karakteristik yang harus terpenuhi untuk menanam jahe merah, antara lain:

  • Jahe merah tumbuh pada iklim dengan curah hujan 2.500 hingga 4.000 mm per tahun
  • Jahe merah yang masih muda yang berusia 2 – 7 bulan membutuhkan matahari yang cukup sehingga harus berada di tempat yang terbuka dengan suhu udara sedang antara 20 hingga 35 derajat celcius.
  • Rentang derajat keasaman tanah pada pertumbuhan jahe merah cukup tinggi, yakni 4,3 sampai 7,4 dan tumbuh di jenis tanah gembur yang mengandung humus.
PERSIAPAN MEDIA TANAM

Seperti yang disebutkan di atas, media tanam yang digunakan adalah karung bekas atau polybag. Karung berukuran besar akan membuat hasil panen jahe merah semakin besar. Namun, disarankan untuk memakai karung dengan ukuran 40×50 cm.

Siapkan tanah, pupuk organik, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 atau 3:2:1.

PROSES PEMBIBITAN

Proses pembibitan jahe merah ini terdiri dari beberapa langkah, diantaranya:

  • Persiapan pembibitan

Agar mendapatkan hasil panen yang optimal salah satunya dilakukan dengan bibit yang berkualitas.

Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi), dan mutu fisik (bibit yang bebas hama dan penyakit).

Bibit jahe merah berasal dari jahe yang sudah tua ( berumur 9-10 bulan ) dan tidak ada tanda pembusukan pada jahe tersebut dan pastikan tidak terdapat lecet pada rimpang yang biasanya terjadi saat penggalian.

Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan.

Jangan menyimpan rimpang untuk bibit terlalu lama karna akan mempengaruhi mutu bibit jahe merah. Potonglah rimpang yang akan dijadikan bibit dengan cutter yang bersih dan steril, dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas.

  • Pengecambahan

Pada proses ini kita harus memeriksa apakah ada serangan jamur pada bibit jamur merah. Rendam bibit pada larutan fungisida (misalnya Dithane M-45) selama 15 menit.

Atau Anda cukup merendam sebentar bibit jahe merah lalu meletakkannya pada tempat yang lembab agar kecambah muncul. Periksa bibit jahe tersebut secara teratur jika terdapat rimpang yang busuk maka sebaiknya buang dan jauhkan dan juga basahi/siram setiap hari hingga kecambah muncul. Biasanya butuh waktu 2 minggu.

  • Penyemaian

Proses penyemaian jahe merah biasanya digunakan menggunakan peti kayu. Cara melakukannya cukup mudah, letakkan bibit jahe merah pada peti kayu, berikan sekam padi atau abu gosok, benih akan tumbuh setelah 2-4 minggu.  Bibit yang sudah siap tanam adalah bibit yang telah bertunas sekitar 5 – 10 cm. Lalu rimpang yang tersisa bisa ditanam kembali di tempat penyemaian agar tumbuh bibit baru.