Kategori
Berkebun

Cara Menanam Jagung Agar Hasil Panen Memuaskan

Cara Menanam Jagung Agar Hasil Panen Memuaskan

jagung 2 - Cara Menanam Jagung Agar Hasil Panen Memuaskan

Cara Menanam Jagung Agar Hasil Panen MemuaskanJagung merupakan salah satu tanaman penghasil makanan selain gandum dan padi. Tanaman jagung diambil dari daerah tropis yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di daerah tersebut. Syarat tumbuh tanaman jagung tidak terlalu ketat dan cara menanam jagung juga tidak sulit kok. 

Tanaman jagung bisa tumbuh di berbagai tanah seperti andosol, latosol, grumosol, tanah berpasir bahkan pada kondisi tanah agak kering. Pada fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan udara yang cukup dan mendapatkan tanaman jagung yang diawali musim hujan dan musim kemarau.

Cara menanam jagung sangat mudah dengan menanam biji jagung dan dipelihara dengan menyiram dan memupuk sampai tanaman siap panen.

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut

Pola Tanam Jagung

Pola tanam jagung bisa dengan sistem tanam tunggal, ganda atau sari dengan tanaman lain. Untuk lahan kering, beriklim basah harus menggunakan tumpang sari dengan gogo genjah atau ubi kayu-kacang tanah.

Untuk lahan kering beriklim kering dapat diterapkan tumpang sari dengan karang tanah / kacang hijau atau kacang tunggak-bera.

Pongolahan Lahan 

Pengolah tanah untuk menanam jagung dapat dilakukan dengan tiga cara bergantung pada penanamannya.

  • Pengolahan tanah sempurna, dilakukan paling lambat sebelum tanam. Caranya tanah dicangkul atau dibenamkan lalu digaru sampai rata.
  • Persiapan tanah minimum, pada tanah yang sangat peka terhadap erosi dan dilakukan sebelum atau sesudah tanam jagung. Caranya buat barisan untuk menyiapkan tanam selebar 60 cm dan kedalaman 15-20 cm dengan menggunakan cangkul sebanyak dua kali. Lahan yang dicangkul ditugal dan ditanam langsung. Pengairan dilakukan saat tanaman berlangsung 25 hari.
  • Tanpa olah tanah, dilakukan di lahan yang bertekstur ringan dan lahan yang airnya minim. Tujuannya menghindari penguapan berlebihan. Caranya tanah dicangkul untuk lubang tanam, lalu diberi mulsa untuk mengatasi erosi dan mengatasi gulma. Dan untuk menghindari kekurangan air, tanah yang ditanami dapat diberikan mulsa dari jerami atau air lainnya, diperlukan saluran udara agar tidak tergenang udara.

Pengairan

Pada fase vegetatif hingga periode pengisian biji, jagung membutuhkan banyak udara. Kecuali mulai masuk pemasukan tongkol, kebutuhan air berkurang. Harus saluran air harus benar-benar sempurna.

Pada musim kemarau diairi minimum sekali atau sebelum tanam layu. Jumlah udara yang diberikan untuk setiap pembarian sebanyak 60 mm udara tinggi.

Persiapan Benih Jagung

Diperlukan benih yang baik untuk menghasilkan jagung 10 ton / ha. Ciri-cirinya adalah bebas hama dan penyakit, daya tumbuh di atas 80%, biji sehat “tidak mengandung keriput dan mengkilap”, tidak ada campuran varietas lain dan penampilan seragam.

Cara Menanam Jagung

Penanam jagung dilakukan bulan September-November dan Februari-April. Cara menanam jagung dengan cara penugalan dengan tergantung tergantung kondisi tanah. Tanah lembab sedalam 2-3 cm, tanah kering sedalam 5-7 cm. Benih jagung per lubang 1-2 biji untuk jagung hibrida, sedangkan inbrida 2-3 biji / lubang.

Pemupukan Tanaman Jagung

Menggunakan pupuk seimbang ”anorganik dan organik” dengan lokasi spesifik, untuk pupuk organik diberikan sebanyak 2-3 ton / ha.

Pemeliharaan Tanaman Jagung

Pemeliharaan tanaman jagung dilakukan dengan penyiangan, pembumbunan, pengaturan drainase dan aerasi yang dilakukan dua kali. Penyiangan pertama pada umur 10-15 hari setelah tanam “HST”, penyiangan kedua pada umur 20-30 HST.

Hama dan penyakit yang biasa menyerang jagung adalah penggerek daun, belalang, penggerek tongkol, kutu daun, penyakit hawar daun, busuk pelepah, karat, bercak daun, busuk tongkol dan busuk batang.

Cara mengendalikannya dengan menanam varietas tahan hama dan penyakit, pemusnahan tanaman jagung yang sakit, mengatur pola tanam dan penggunaan fungisida.

Panen Dan Pascapanen Jagung

Jagung siap dipanen jika memiliki lapisan hitam di ujung biji “lapisan hitam” dan kulit tongkol sudah mongering. Untuk penyimpanan agar tidak mudah busuk dan tanah 3-4 bulan harus dikeringkan hingga kadar airnya 14-15%.

Semoga informasi di atas bermanfat ya guyss.. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *