Kategori
Berkebun

Cara Menanam Cabai Rawit

Cara Menanam Cabai Rawit

Cara Menanam Cabai Rawit – Cabai rawit merupakan salah satu jenis cabai favorit di Indonesia. Bahkan cabai rawit merah sangat digemari karena rasanya yang sangat pedas.

Cabai rawit sangat mudah ditanam di rumah. Cabai rawit juga dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi. Hampir semua jenis tanah cocok ditanami cabai. Namun yang paling baik adalah tanah humus yang kaya akan unsur hara.

Tanaman cabai rawit membutuhkan cahaya matahari yang cukup sepanjang hari. Jika kurang sinar matahari, tanaman akan tumbuh meninggi, daun dan batang lemas, umur panen lebih lama, serta produksi rendah.

Cara menanam cabai rawit tidak begitu sulit diterapkan. Cabai rawit ini memang sangat cocok ditanam di daerah tropis seperti di Indonesia. Apalagi dengan banyaknya orang Indonesia yang gemar menggunakan cabai rawit untuk makanan, tentunya menanam cabai rawit bisa jadi keuntungan sendiri.

Cabai rawit yang dibudidayakan di Indonesia sangat beragam. Budidaya cabai rawit relatif lebih rendah resikonya dibandingkan dengan cabai besar. Tanaman ini lebih tahan serangan hama. Namun hama yang menyerang cabai besar bisa juga menyerang cabai rawit.

Cara menanam cabai rawit yang mudah bisa kamu terapkan di rumah. Untuk hasil yang melimpah, kamu perlu mengikuti beberapa langkah dan perawatan yang tepat agar tanaman berbuah lebat. Persiapkan lahan, benih, dan perawatan dengan baik hingga panen.

Persiapan Lahan dan Penyesuaian Suhu Lingkungan

Cara menanam cabai rawit yang pertama tentunya harus menyiapkan lahan dan menyesuaikan suhu lingkungan terlebih dahulu. Pilih tempat yang cerah dan dikeringkan dengan baik. Tanah harus subur, humus dan kaya akan sumber hara.

Sebelum menanam bibit cabai rawit, kamu harus mengeraskan tanah secara bertahap. Setelah itu paparkan bibit cabai rawit ke luar ruangan agar cabai rawit berbuah lebat. Pemaparan cuaca secara bertahap ini membantu bibit menyesuaikan, sehingga tidak akan stres ketika kamu menanamnya.

Saat suhu siang hari mencapai 25 derajat Celcius, atur bibit di lokasi terlindung seperti di samping rumah. Lakukan setidaknya selama beberapa jam setiap hari selama 3 atau 4 hari.

Bibit Cabai

Cara menanam cabai rawit selanjutnya adalah memilih bibit cabai. Pertama-tama tentu saja kamu harus memiliki bibit cabai yang berkualitas. Cukup mudah memilih bibit cabai. Pilihlah bibit cabai yang masih segar. Kupas cabai lalu ambil bijinya. Setelah itu jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

Cara lain untuk mendapatkan bibit cabai adalah dengan membeli bibit cabai di toko. Namun jika kamu hendak menanam cabai dalam skala kecil, lebih baik membuat bibitnya sendiri. Bibit cabai yang dijual di toko biasanya dalam sekala besar dan tentu saja mahal

Menyemai Cabai

Langkah selanjutnya dalam cara menanam cabai rawit adalah proses penyemaian. Gunakan polybag ukuran kecil sebagai media penyemaian. Masukkan tanah dan juga pupuk. Campur hingga tingginya polybag. Masukkan bibit cabai pada polybag dan siram setiap hari.

Berikut langkah-langkah penyemaian cabai:

– Siapkan tempat penyemaian. Polybag misalnya.

– Masukkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.

– Biarkan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari selama 1 minggu.

– Rendam bibit dalam air hangat selama 3 jam.

– Lalu letakkan benih pada polybag. Tutupi benih dengan tanah kira-kira 1 cm saja kedalamannya.

– Tunggu hingga benih berkecambah.

– Kemudian mulai diperkenalkan dengan sinar matahari langsung.

Proses Penanaman Cabai

Cara menanam cabai rawit selanjutnya adalah proses penanaman. Setelah berumur 4 minggu, pindahkan benih cabai pada lahan yang telah disiapkan. Jangan lupa untuk menggemburkan tanah lahan dan memberikan pupuk. Berhati-hatilah saat melepaskan benih dari polybag agar akar tidak rusak.

Jika kamu tetap menggunakan polybag, gunakanlah polybag dengan diameter minimal 30 cm. Bisa juga menggunakan ember bekas yang sudah dibersihkan. Gunakanlah perbandingan 3:2:1 dengan rincian tanah, pupuk, dan sekam mentah untuk tempat menanam.

Pemupukan Cabai

Cara menanam cabai rawit selanjutnya adalah dengan pemupukan. Selama masa penanaman, rajinlah memberi pupuk. Gunakan pupuk kompos sehingga cabai menjadi lebih organik. Setelah di pupuk yang pertama kali, kamu harus menambahkan pupuk susulan kisaran umur tanaman cabai rawit 1 bulan. Selanjutnya setiap panen secara terus menerus di berikan pupuk susulan.

Pemupukan bisa menggunakan pupuk organik atau kompos atau dengan pupuk cair. Tambahkan pupuk cair yang sudah di larutkan dengan perbandingan 100ml / tanaman. Jika menggunakan pupuk kompos berikan 500-700 gram/tanaman. Atau menggunakan pupuk NPK dan urea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *