Kategori
Agriculture and Forestry

Hutan primer mempertahankan kadar karbon

Hutan primer mempertahankan kadar karbon. Upaya agar dapat mengurangi emisi untuk mencegah lebih banyak hutan yang keluar dari zona aman.

Namun, temuan positif ini hanya dapat terjadi apabila ekosistem hutan mempunyai waktu cukup untuk beradaptasi, kondisi vegetasinya tetap utuh, dan emisi gas rumah kaca secara global dapat dibatasi untuk menghindari peningkatan suhu global di atas ambang batas.

“Setiap kenaikan suhu yang terjadi akan menyebabkan hilangnya karbon hutan dengan cepat,” katanya.

Para peneliti melakukan penelitian dengan membuat plot-plot pengamatan di hutan tropis seluruh dunia, mengukur diameter dan tinggi setiap pohon, dan mendapatkan nilai simpanan karbon. Kemudian, para peniliti mengunjungi kembali plot pengamatan yang telah dibuat setiap beberapa tahun sekali untuk menentukan tingkat pertumbuhan dan daya hidupnya.

“Bagi kami, kejutan terbesarnya adalah betapa tahannya hutan tropis terhadap kenaikan suhu meskipun hanya sampai pada titik tertentu,” kata Terry Sunderland, penulis jurnal dan peneliti asosiasi senior CIFOR dan profesor di Universitas British Columbia Kanada.

“Untuk mencegah terjadinya bencana akibat perubahan iklim, sangat diperlukan perlindungan jangka panjang dan pengelolaan hutan berkelanjutan, namun juga harus diikuti dengan pengurangan emisi dan fokus pada sektor ekonomi yang tidak terlalu bergantung pada bahan bakar fosil tersebut.”

Menurut sebuah studi terbaru, para ilmuwan telah merinci reaksi hutan tropis yang utuh dapat menyimpan 40 persen karbon dalam berbagai vegetasi terhadap variabilitas iklim dan mencoba  memahami secara tepat seberapa sensitif tipe ekosistem ini terhadap perubahan suhu dari waktu ke waktu.

Panduan internasional di bawah Perjanjian Paris tahun 2015 tentang perubahan iklim menyatakan untuk membatasi suhu rata-rata dan menghentikannya dari kenaikan lebih dari 1,5 hingga 2 derajat celcius setelah masa pra-industri.

“Jika kita mampu membatasi perubahan iklim, ekosistem hutan tropis masih dapat terus menyimpan karbon dalam jumlah banyak. Nilai ambang batas 32 derajat celcius yang ada telah menyoroti betapa pentingnya pengurangan emisi untuk menghindari terlalu banyak hutan yang keluar dari zona aman.”

Membuat proyeksi bagaimana bumi bereaksi terhadap perubahan lingkungan dan menghangatnya lapisan atmosfer bukan perkara yang sangat mudah.

Riset ini sudah melibatkan tim yang terdiri dari 225 ilmuwan di seluruh dunia dan telah melakukan pengukuran serta pemantauan pada lebih dari setengah juta pohon dari 800 hutan tropis.

Menurut laporan ini, ekosistem hutan akan melepaskan karbon dioksida ke atmosfer apabila jumlah karbon yang diperoleh dari pertumbuhan pohon kurang dari jumlah karbon yang hilang akibat kematian dan dekomposisi pohon.

Dalam jangka panjang, suhu memiliki pengaruh terbesar terkait cadangan karbon hutan yang menyebabkan pertumbuhannya kurang optimal, diikuti oleh kekeringan yang merupakan faktor kedua terbesar penyebab menurunnya daya hidup pohon.

Para peneliti melakukan penelitian dengan membuat plot-plot pengamatan di hutan tropis seluruh dunia, mengukur diameter dan tinggi setiap pohon, dan mendapatkan nilai simpanan karbon. Kemudian, para peniliti mengunjungi kembali plot pengamatan yang telah dibuat setiap beberapa tahun sekali untuk menentukan tingkat pertumbuhan dan daya hidupnya.

“Analisis kami menunjukkan bahwa sampai pada titik tertentu, hutan tropis secara mengejutkan mampu bertahan terhadap perbedaan suhu,” kata Martin Sullivan, pemimpin riset dan penulis utama dari Universitas Leeds dan Universitas Metropolitan Manchester Inggris.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal ini menunjukkan bahwa hutan tropis dapat mempertahankan kapasitas simpanan karbon dalam jumlah banyak meskipun terpapar suhu tinggi 32 derajat celcius di siang hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *